Kunjungan kerja Study Komparasi Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Bangka Barat Tahun 2020.

Kunjungan kerja Study Komparasi Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Bangka Barat Tahun 2020.

Muntok- Sebanyak 9 (Sembilan) Anggota Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang melakukan Study Komparasi bertempat di ruang rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat pada Hari Kamis (04/06/2020).

Pada kegiatan rapat tersebut hadir ketua, sekretaris, berserta anggota Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang; Ahmad Amir, Rio Setiady, Dwi Pramono, Ernawati, Riduan, Jamaludin, Untung Budiyono, dan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat; Bambang HS, berserta Kepala Bidang Pemasaran; Romi’at, Kepala Bidang Destinasi; Setyawan.

Rapat dibuka langsung oleh Bambang HS, permasalahan yang dibahas adalah mengenai pengembangan Daya Tarik Wisata di wilayah  Kab. Bangka Barat, mulai dari peningkatan sarana prasarana dan tata cara pengolahan Daya Tarik Wisata, hingga penurunan dalam sektor perekonomian yang telah didata dari 6 Kecamatan di Kab. Bangka Barat, dari para pelaku usaha ekonomi kreatif, jasa akomodasi, dan daya tarik wisata, yang telah di update  hingga tahun 2020 terkait dampak di tengah wabah pademi covid 19.

Adapun sektor ekonomi kreatif di tahun 2020 seperti penurunan omzet yang sangat signifikan dibandingkan tahun - tahun sebelumnya, kita semua harus mematuhi kebijakan penerapan protokol kesehatan demi mencegah wabah pandemi covid-19 yang mengharuskan kita semua untuk lockdown atau tutup sementara waktu. Hal serupa berlaku juga untuk sektor Daya Tarik Wisata yang di kelola langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat antara lain; Pesanggrahan Menumbing, Pantai Baturakit, serta tempat daya tarik wisata lainnya yang di kelolah oleh pihak swasta juga harus melakukan  lockdown atau ditutup sementara waktu. hal serupa berlaku juga untuk di Kota Madya Pangkalpinang, semua tempat yang berhubungan dengan pariwisata juga ditutup untuk sementara waktu. 

Kab. Bangka Barat telah diposisikan dari Provinsi Kep. Bangka belitung sebagai tujuan Daya Tarik Wisata Sejarah, tetapi Anggota Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang memberikan saran agar Kab. Bangka Barat lebih mengembangkan lagi Agro Wisata seperti wisata durian dan lainnya dikarenakan wilayah hutan Kab. Bangka Barat yang masih sangat luas dan masih belum dikembangkan, Wisata Agro juga sangat menjanjikan dan bisa menaikkan perekonomi masyarakat.

Sumber: 

Disparbudbabar

Penulis: 

SAP

Fotografer: 

Parbudbabar@2020

Editor: 

nov@

Bidang Informasi: 

  • Humas

Berita

You are not authorized to access this content.
You are not authorized to access this content.