MASJID JAMIK

MASJID JAMIK

Masjid Jamik merupakan Bangunan Cagar Budaya yang dibangun pada tahun 1883 M (19 Muharam 1300 H) dan merupakan masjid utama di Kota Muntok serta masjid permanen pertama di Pulau Bangka. Pembangunan masjid dilakukan pada masa pemerintahan Tumenggung Abang Muhammad Ali Kertanagara II yang dibantu oleh tokoh masyarakat Muntok pada saat itu yaitu H. Nuh dan H. Yakub. Memiliki lokasi berada di tengah Kota Muntok yang beralamatkan Jalan Imam Bonjol No. 1 Kelurahan Tanjung tepatnya berada di Kawasan Pasar Muntok, Kecamatan Muntok membuat Masjid Jamik mudah dikunjungi oleh wisatawan saat berkunjung ke Kota Muntok.

Aksesibilitas yang baik dan mudah dijangkau yakni ± 20 menit dari Pelabuhan Muntok dengan jalan aspal hotmix sepanjang ± 3 KM turut membuat Masjid Jamik menjadi salah satu daya tarik wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Posisi Masjid berdampingan dengan kelenteng tua yaitu Klenteng Kung Fuk Miau yang usianya lebih kurang 83 tahun di atas usia masjid. Hal ini menandakan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama di Kota Muntok sangat harmonis.***

MOSQUE OF JAMIK

Mosque Of Jamik is a heritage building built in 1883 AD (Muharram 19, 1300 Hijri) and is the main mosque in the town as well as the first permanent mosque on Bangka Island. The establishment of the mosque carried out during the reign of Tumenggung Abang Muhammad Ali Kertanagara II assisted by local leaders of Muntok at the time, amongst them were Haji Nuh and Haji Yakub. It is located on the street of Imam Bonjol No. 1 Subdistrict of Tanjung, precisely in the market area of Muntok. It is easy for tourists to visit the mosque.

Good accessibility and easy to reach by approximately 20 minutes from Muntok Harbour with hot mix asphalt road about along 3 KM make the Mosque of Jamik become one of tourist attraction visited frequently. The location of the mosque itself is side by side with the Temple of Kong Fuk Miau and it has become a symbol of tolerance among religions in Bangka Island.***

Sumber: 

Disparbudbabar