Sejarah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)Bangka Barat dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bangka Barat. Tugas dan Fungsinya diatur berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat. 

Secara efektif, diawal Tahun 2017 perangkat daerah yang baru dibentuk ini memulai aktivitas dan kinerja di urusan Pariwisata dan Kebudayaan Daerah. sebelumnya kinerja bidang Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Bangka Barat masih bergabung bersama urusan lainnya pada Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata, dan Informatika (Dishubudparinfo) Kabupaten Bangka Barat. Upaya meringkas urusan pariwisata dan kebudayaan pada satu perangkat daerah berdampak positif bagi fokus daerah dalam mengelola urusan ini. Hal ini merupakan amanat yang tersirat dalam rumusan perencanaan daerah jangka menengah (RPJMD) Bangka Barat yang memiliki strategi dan prioritas untuk membangun kepariwisataan daerah berbasis kekayaan budaya yang ada.

Pada awal pembentukannya di Tahun 2017, Disparbud Bangka Barat dipimpin oleh Bapak Suwito, SE sebagai kepala Dinas dan membawahi tiga bidang teknis yakni Bidang Pemasaran Pariwisata yang dipimpin oleh Bapak Syahrul Effendi, Bidang Pengembangan Destinasi yang dipimpin oleh Bapak Zanuari Anizar SH, dan Bidang Kebudayaan yang dipimpin oleh Bapak Bambang Haryo Suseno, serta ditopang oleh kesekretariatan yang dipimpin oleh Bapak Sunatro. Pada dua tahun pertama, strategis penguatan pemasaran wisata seperti membangun jaringan promosi dengan mengikuti pameran wisata, pengembangan objek destinasi wisata (pemasangan jaringan listrik di Menumbing, dan pembenahan serta pembangunan fasilitas di objek destinasi pantai Batu Rakit), dan perlestarian budaya (registrasi cagar budaya, penyusunan pokok pikiran kebudayaan, fasilitasi event adat tradisi, pengkajian sejarah daerah) menjadi target dinas.

Kemudian dilanjutkan dengan tahun 2019-2020, bersama dengan para pelaku seni dan usaha wisata mengembangkan kekayaan budaya yang terintegrasi dengan program kepariwisataan. beberapa kegiatan seperti sarasehan sejarah, pameran foto sejarah, napak tilas sejarah, pagelaran seni lintas budaya, festival sejiran setason dan pola kerjasama dengan dewan kesenian serta lembaga adat menjadi program strategis untuk menggerakkan budaya agar menjadi bahan bakar bagi pembangunan kepariwisataan. Fasilitasi pengembangan objek wisata baru skala desa, dan pemasaran wisata berbasis media sosial menjadi salah satu cara mendorong produk-produk usaha wisata semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Saat ini (Tahun 2020), tim Diparbud Bangka Barat pada Tahun 2020 terdiri dari Bapak Bambang Haryo Suseno selaku Sekretaris dinas merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas, pada Bidang Pemasaran Wisata dipimpin oleh Bapak Romiat, SP. ME, di Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dipimpin oleh Bapak Setyawan SP, dan di bidang Kebudayaan dipimpin oleh Bapak Hendra Jaya, SH.