Simulasi Kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Dua Objek Wisata Bangka Barat

Simulasi Kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Dua Objek Wisata Bangka Barat

Mentok (28/07) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat menggelar uji coba atau simulasi penerapan layanan Adaptasi Kebiasaaan Baru pada dua objek wisata, Pantai Baturakit dan Pesanggrahan Menumbing, hari ini (Selasa, 28/07). Simulasi itu digelar menjelang akan dibukanya kembali kedua objek wisata unggulan Bangka Barat tersebut untuk para pengunjung mulai hari Kamis mendatang (30/07).

Simulasi yang melibatkan seluruh petugas penjaga dan layanan pada masing-masing objek itu agar mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan merujuk kepada panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Proses simulasi itu dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disparbud, Bambang Haryo Suseno, dengan mengikutsertakan seluruh pegawai pada Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disparbud. Dalam kesempatan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat selaku bagian dari SatuanTugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat ikut mendampingi proses simulasi pada kedua objek wisata tersebut.

Simulasi itu mencoba mencari pola-pola dan metode layanan yang efektif dalam membiasakan Adaptasi Kebiasaan Baru kepada pengunjung, mulai dari mengecek suhu tubuh guna memastikan para pengunjung yang masuk benar-benar dalam kondisi sehat, memastikan penggunaan masker saat masuk dan berada di lokasi objek wisata, mencuci tangan saat masuk dan keluar dari objek, menjaga dan mengingatkan jarak antar pengunjung saat masuk dan berada di lokasi wisata. Penerapan protokol kesehatan itu wajib bagi petugas dan layanan objek wisata maupun pengunjung dan pedagang yang berada di lokasi objek wisata.

“Harus dicoba, bulan depan akan kita tinjau kembali sampai mana keefektifan hasil simulasi penerapan protokol kesehatan ini”, ujar Bambang Haryo Suseno di sela-sela simulasi.

Efek Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama wabah virus corona yang diterapkan pemerintah justru hampir "mematikan" berbagai sendi kehidupan masyarakat. Dengan wacana Adaptasi Kebiasaan Baru yang mulai diberlakukan, ibarat angin segar bagi aktivitas pariwisata di tengah pengapnya pemberitaan pandemi dan karantina Covid-19.

Dengan penerapan protokol kesehatan ini, diharapkan lokasi objek wisata tidak menjadi tempat penularan dan penyebaran Covid-19, dimana status zona hijau masih melekat pada Kabupaten Bangka Barat. Semoga penularan dan penyebaran Covid-19 juga tidak terjadi di area-area publik lainnya dan wilayah Bangka Barat tetap kondusif untuk kegiatan pariwisata sampai keadaan berangsur-angsur normal kembali. ***

 

Sumber: 

Disparbud Kab. Bangka Barat

Penulis: 

Muhammad Erfan

Fotografer: 

Muhammad Erfan

Editor: 

BHS

Bidang Informasi: 

  • Humas

Berita

You are not authorized to access this content.
You are not authorized to access this content.