3000 Culok dan Pawai Obor Kampung Daya Baru Pal 4 Kecamatan Muntok

Dalam menyambut bulan Ramadhan, warga Daya Baru Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengadakan kegiatan pawai obor. Pawai pada malam hari ini merupakan salah satu tradisi rutin warga Daya Baru yang dilaksanakan sehari sebelum puasa Ramadhan. Tidak hanya diikuti oleh warga kampung Daya Baru, tapi banyak warga sekitar yang ikut berpartisipasi. Kurang lebih 3.000-an warga, dari anak-anak hingga orang tua, laki-laki dan perempuan mengikuti moment setahun sekali ini, yang merupakan tradisi turun temurun sebagai wujud dari rasa syukur masyarakat dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Tradisi ini bermula dari para pendahulu yang biasa menggunakan lampu culok dengan peralatan seadanya seperti bambu, kaleng bekas dan lain-lain yang dipasang dan diletakkan di depan rumah masing-masing warga sebagai penerang. Dan untuk meneruskan tradisi sebagaimana yang dilakukan oleh nenek moyang kampung Daya Baru, juga sebagai wujud rasa syukur dalam menyambut bulan suci Ramadhan, warga memeriahkannya dengan menyalakan 3000 culok di sepanjang jalan kampung Daya Baru. Culok yang berbahan botol kaca kecil, sumbu dan minyak tanah tersebut dinyalakan pada awal – awal Ramadhan di setiap rumah penduduk sepanjang jalan kampung, termasuk yang berada di gang-gang kecil kampung Daya Baru Pal 4.

Selain culok, pawai obor juga menambah semarak tradisi yang hanya dimiliki dan dirayakan oleh warga kampung Daya Baru Pal 4, Muntok. Pawaidimulai setelah warga menjalankan ibadah Isya, diawali dengan seremonial yang dilaksanakan di Masjid Ar Rahman Pal 4 Daya Baru, Muntok. Warga berjalan kaki membawa obor yang berbahan bambu hijau, sumbu dan minyak tanah, mengelilingi kampung dengan jarak tempuh kurang lebih 3 kilometer, melewati jalan sepanjang Kampung Daya Baru dari simpang empat Pemda Babar kemudian ke Batu Golkar dan finish di Taman IMADA yang dibuat oleh masyarakat Kampung Daya Baru. Setelah peserta pawai obor kembali ke finishnya yaitu Taman IMADA Kampung Daya Baru ini, berarti Prosesi pawai obor sudah selesai dilaksanakan. Terang benderang cahaya obor menghiasi jalan, menciptakan suasana yang penuh dengan kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Untuk pembuatan peralatan culok dan pawai obor yang akan digunakan dalam tradisi ini, dikerjakan oleh para pemuda secara bergotong royong dengan berbagai macam kreasi, sehingga acara ini dapat diwujudkan dan dapat dinikmati semua warga.

      Adapun tujuan dari pelaksanaan tradisi 3000 culok dan pawai obor ini adalah memberdayakan pemuda untuk melaksanakan kegiatan yang positip berlandaskan nilai-nilai agama dalam menyambut bulan Ramadhan, mengembangkan potensi pemuda melalui pengembangan di bidang seni dan budaya, dan sebagai bentuk pengamalan nilai gotong royong dan kebersamaan warga kampung Daya Baru dalam melestarikan tradisi 3000 culok dan pawai obor tersebut.

Tradisi yang mempunyai ciri khas tersendiri ini menjadi perhatian daerah untuk dikembangkan dan dipublikasikan ke masyarakat luas. Bukan hanya di Bangka Barat ataupun di provinsi saja, harapan masyarakat sendiri agar tradisi ini dapat dikenal di seluruh Indonesia. Pelaksanaan 3000 culok dan pawai obor ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat kampung Daya Baru Pal 4, yang di hadiri tokoh agama, tokoh adat, pejabat pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar. Nilai gotong royong dan kebersamaan warga dalam pelaksanaan kegiatan ini wajib dikembangkan, guna terwujudnya pelestarian tradisi pawai obor dan 3000 culok kampung Daya Baru Pal 4 Kec. Muntok.

Penulis: 
DD Siregar
Sumber: 
Disparbudbabar