Bupati Bangka Barat Markus hadiri Perayaan Upacara Sembahyang Rebut Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat.

Muntok(01/09), Pelaksanaan Sembahyang rebut di Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok Kab. Bangka Barat dihadiri Bupati Bangka Barat Markus, S.H berserta jajaran Asisten Sekda Drs. Rozali dan Bambang HS selaku Plt. Kepala Dinas Pawisata dan Kebudayaan.

Sembahyang rebut atau yang sering disebut dengan sembahyang"CHIT NGIAT PAN" merupkan salah satu warisan budaya Tionghoa yang secara turun temurun masih dilaksanakan dan dilestarikan oleh generasi penerusnya, seperti halnya di Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok. Acara adat dan agama ini juga rutin dilaksanakan setiap tahunnya di Kelenteng' Nam Hoi Kung Miao" oleh warga setempat.

Prosesi perayaan sembahyang rebut di Dusun Tanjung Ular Desa Air Putih Kec. Muntok dilasanakan secara khidmat oleh warga Tionghoa. Secara bergantian mereka membakar dupa diatas lilin yang telah menyala, lalu menuju meja selanjutnya untuk memanjadkan Do'a didepan salah satu meja yang telah tersedia. lalu menancapkan dupa tesebut di wadah yang telah disediakan.

Perayaan sembahyang rebut dilaksanakan Setiap tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek, yang dikenal dengan Chit Ngiat Pan (sembahyang pertengahan bulan ke tujuh Imlek ) atau Sembahyang Rebut ( Chiong Shi Ku ), dan diyakini  oleh warga Tionghoa pada penanggalan tersebut pintu akhirat terbuka ( Khoi Kui  Mun).

Dan seluruh arwah akan turun ke bumi sejak permulaan bulan ke tujuh. Diantara arwah tersebut, ada yang bergentayangan dalam keadaan terlantar, sehingga mereka sangat membutuhkan persembahan makanan. Arwah yang terlantar ini karena tidak memiliki keturunan, meninggal tidak wajar, dan meninggal dalam kurun waktu lama (generasi lanjut  tidak kenal dan tidak memberi persembahan).

Pelaksanaan sembahyang rebut selain dapat mendukung promosi pariwisata di Bangka Barat juga menjadikan sembahyang rebut ini sebagai salah satu wisata religi. Dan diharapkan kita dapat melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat memperkaya budaya bangsa khususnya Kabupaten Bangka Barat.

 

 

 

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
Nov@