Gubernur Prov. Kep. Babel, Erzaldi Rosman, didampingi Kapolres Bangka Barat; AKBP M. Adenan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi; Marwan, mengunjungi wisata alam mangrove Tanjung Punai, Desa Belo Laut, Kec. Muntok Kab. Bangka Barat.

Kunjungan tersebut seusai menghadiri acara kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di Pantai Ranggam Lestari Belo laut. Beliau disambut oleh Kepala Seksi Perencanaan KPHP Rambat Menduyung; Ardianeka, Ketua Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTHJB); Wisno, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan; Bambang HS berserta staf, dan warga setempat juga turut memadati kawasan mangrove Tanjung Punai (20/03/20).

Dalam kunjungannya  Erzaldi Rosman berbicang mengenai tujuan pengeleloaan pengembangan mangrove Tanjung Punai tersebut untuk kedepanya kepada pihak pengelola warga setempat Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTHJB), menurut Ardiananeka “luas  Mangrove Tanjung Punai tersebut ±40 Hektare terdiri dari HL (Hutan Lindung)  dan hutan HPL (Hak Pengelolaan) dan yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTHJB) pada saat ini adalah hutan HPL (Hak Pengelolaan) ” pungkasnya. Ardianaeka yang merupakan warga Desa Tanjung Punai setempat, yang juga menjabat menjadi Kepala Seksi Perencanaan KPHP Rambat Menduyung sesuai tugasnya sebagai orang lapangan di UPT Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Kehutanan Babel. sebagai promotor penghubung sekaligus penggerak warga Desa Tanjung Punai menjadi potensi wisata mangrove.

Gubernur pun merespon baik dan mengapresiasi jerih payah warga Tanjung Punai tersebut, Gubernur juga memberikan solusi yang terbaik kepada Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTHJB) tentang prosedur tata cara pengembangan potensi wisata mangrove Tanjung Punai tersebut, beliau juga mengatakan kepada pihak-pihak terkait di intansi Pemerintah Bangka Barat  agar dapat membantu prosesnya agar lancar.

Kepada warga masyarakat setempat gubernur menekankan bahwa sebagai Hak Pengelolaan (HPL) yang sekaligus sebagai pengelola HKm (Hutan Kemasyrakatan). Beliau akan membantu mulai dari bibit Kepiting serta bibit pohon mangrove dan beliau juga menekankan kepada kepada Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTHJB) dalam pengelolahan mangrove ini harus tetap menjaga ekosistemnya dengan baik serta menjaga keletarian hutan, “jangan sampai nanti sudah diberi bantuan tapi diolah dengan sesuka hati karena dalam pengelolahannya semua ada undang- undangnya ” pungkasnya.

Selain itu pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat juga turut mengapresiasi Mangrove Tanjung Punai ini, bahwa Bangka Barat juga mempunyai Potensi Daya Darik Wisata Alam yang dapat dikelola dengan baik, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru dalam kemajuan bidang kepariwisataan di Bangka Barat. 

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas