KELENTENG KUNG FUK MIAU

 

KELENTENG KUNG FUK MIAU

 

Kelenteng Kung Fuk Miau yang terletak di Jalan Terminal Lama Mentok Kelurahan Tanjung merupakan kelenteng pertama yang berdiri di Kota Mentok, yakni sekitar tahun 1820 pada masa Dinasti Qing. Nama Kelenteng Kung Fuk Miau berasal dari bahasa Hakka, yakni Guang Fu Miao. Guang diambil dari nama daerah Guang Dong dan Fu diambil dari nama daerah Fu Jian, sementara Miao berarti kuil peribadatan. Pada awalnya bangunan Klenteng Kung Fuk Miau dibangun menggunakan kayu dan berlantai tanah. 

Seiring berjalannya waktu, kayu-kayu pada bangunan kelenteng ini pun mulai rapuh dan pada saat musim hujan lantai tanah pun menjadi becek. Oleh karena itu, sejak pemugaran Kelenteng Kung Fuk Miau, bangunan mulai diganti menjadi dinding dan tiang beton serta berlantaikan keramik dengan tetap memperhatikan bentuk aslinya. Sampai saat ini yang masih merupakan kayu asli adalah papan yang terletak dibawah atap semacam plafon tapi posisinya miring mengikuti genteng. Kelenteng Kung Fuk Miau pernah diperbaiki pada tahun 1977, 1982 dan 1994. 

Bangunan berbentuk persegi panjang dengan ukuran bangunan 13,7 m x 24,6 m dan tinggi bangunan 7,1 m. Bangunan menghadap ke Timur dengan 6 buah anak tangga. Serambi depan memiliki lebar 13,7 m dan panjang 4,5 m dengan 2 kolom doric yang dililit patung naga berdiameter 50 cm. Pintu utama berdaun pintu ganda dengan bahan kayu dengan pintu luar lebih pendek dari pintu dalam. Di sebelah Selatan dan Utara pintu utama terdapat jendela berbentuk bulat dengan 10 buah jeruji besi. Pada bagian tengah ruangan utama bangunan, terdapat 4 tiang tanpa atap yang memiliki jarak antara tiang 5,5 meter dan lebar jarak antar tiang 3,8 meter.  Di sebelah Selatan dan Utara ruang utama juga memiliki pintu berbahan kayu yang bagian atas daun pintunya berbentuk setengah lingkaran.

Bangunan dikelilingi oleh pagar tembok dengan pintu gerbang utama di sebelah Timur dan pintu gerbang di sebelah utara. Bangunan ini menggunakan atap pelana yang terbuat dari genteng dengan arsitektur khas China yang memiliki hiasan ikan mitos, sinar api yang ditopang oleh 2 ekor ikan kecil yang diapit oleh 2 ekor ikan besar. Di bagian tangga naik terdapat 2 patung singa laki-laki dan perempuan yang disebut kilin terletak di sebelah Selatan dan Utara. 

Kelenteng Kung Fuk Miau hanya dipisahkan oleh jalan kecil dengan Masjid Jamik yang terletak di sebelah utara kelenteng, sehingga hal ini menjadi simbol keharmonisan kehidupan beragama masyarakat Mentok sejak dulu yang harus dilestarikan. Pada tahun 2018 Kelenteng Kung Fuk Miau ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

 

Penulis

Nama : Jumilah, A.Md
Jabatan : Pamong budaya mahir
NIP: 19761129 201001 2006

 

Penulis: 
Jumilah, A.Md
Sumber: 
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Artikel

16/06/2022 | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
16/06/2022 | Jumilah, A.Md