RITUAL TABER DUSUN BUJANG DESA TUGANG KECAMATAN KELAPA

Menurut cerita masyarakat Dusun Bujang di Desa Tugang Kecamatan Kelapa, pada zaman dahulu kala nenek moyang mereka pernah mengalami sakit kesarep/ketulang/ketelan padi. Kemudian beliau besumbar/bersumpah, jika sembuh dari sakit tersebut beliau akan menaber hutan di gunung Penaber yang berada di daerah Dusun Bujang, serta menaber kampung.  Sejak itu hingga saat ini prosesi taber masih dilakukan oleh masyarakat Dusun Bujang untuk menghindari wabah penyakit sekaligus meminta keberkahan. Prosesi taber adalah salah satu rangkaian acara dalam pesta adat Dusun Bujang yang dilaksanakan pada bulan ketiga atau bulan keempat di setiap tahunnya, dimana pesta adat tersebut merupakan perayaan  masyarakat Dusun Bujang sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang didapatkan pada tahun itu. Ritual taber dilaksanakan dalam dua tahap prosesi, yaitu taber gunung dan taber kampung.

Ritual taber gunung merupakan prosesi awal dari pesta adat Dusun Bujang yang melibatkan kepala suku/dukun, perangkat dusun, serta orang-orang tua yang sudah berpengalaman. Orang-orang yang terpilih ini diwajibkan untuk mengikuti ritual selama 3 tahun berturut-turut, sebagai contoh jika ada satu orang yang baru mengikuti ritual di tahun 2018, maka di tahun 2019-2020 wajib mengikuti ritual tersebut.  Hal ini merupakan syarat wajib bagi yang mengikuti prosesi ritual, dan jika melanggar syarat tersebut akan terkena musibah seperti sakit dan lain-lain.  Sebagai perlengkapan ritual, para rombongan membawakan sesajen yang berisi ketan, telur ayam kampung, air, dan ketupat tersusun di dalam wadah yang terbuat dari pelepah pisang.

Ritual ini berlangsung di gunung Penaber yang jarak tempuhnya kurang lebih 5 km dari Dusun Bujang.  Pada zaman dahulu, untuk menuju gunung Penaber hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Namun sekarang ini, para pelaku ritual sudah dapat menggunakan kendaraan untuk menuju gunung Penaber.  Sebelum menuju lokasi ritual, seseorang menabuh/membunyikan gong pertanda pemberitahuan kepada masyarakat bahwa rombongan akan pergi ke gunung Penaber untuk melakukan prosesi ritual.  Setibanya di gunung Penaber, para rombongan menaruh sesajen berupa ketan, telur ayam kampung, air, dan ketupat yang  tersusun di dalam wadah dari pelepah pisang, diletakkan di atas pohon-pohon yang berada di sekitar gunung tersebut.  Lalu, ritual dipimpin oleh Ibu Rukmi selaku kepala suku/dukun di Dusun Bujang dengan membacakan doa-doa, minta keberkahan, dan memohon dihindarkan dari wabah penyakit.

Seusai prosesi ritual, para rombongan menikmati makanan secara bersama-sama yang telah dibawa sebelumnya.  Sementara, sesajen yang dibawakan sebelumnya ditinggalkan di dalam hutan penaber. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan makanan kepada penjaga kampung yaitu Akek Usang agar dapat menjaga anak cucu serta menjaga Dusun Bujang untuk lebih aman.

 Kemudian rombongan kembali ke kampung untuk berdoa bersama di kediaman kepala suku/dukun Dusun Bujang.  Sama halnya dengan saat kepergian, gong kembali dibunyikan guna memberitahukan kepada seluruh masyarakat bahwa rombongan telah kembali ke kampung dan prosesi ritual taber gunung telah selesai dilakukan.

Dilanjutkan dengan prosesi berikutnya yaitu taber kampung, dilakukan oleh seseorang yang diutus kepala suku. Naber kampung adalah pemercikkan air taber yang terbuat dari bahan-bahan tradisional serta dedaunan ke rumah-rumah masyarakat. Air taber tersebut merupakan racikan beberapa bahan berupa air, pinang, bonglai, tepung beras, daun taber,daun kayu mesala, dan kayu mepiding. Air taber yang akan di taber di setiap rumah warga, merupakan air yang sudah dibacakan/didoakan pada saat prosesi ritual di gunung Penaber. Setelah mendapatkan izin dari si pemilik rumah, sang utusan tadi akan menaber di seluruh ruangan yang ada di rumah seperti ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur, dan dapur. Tidak ketinggalan kendaraan seperti mobil juga ikut ditaber. Adapun tujuan dari prosesi taber itu adalah upaya menolak bala dari makhluk-makhluk halus, dan menolak musibah-musibah yang berasal dari makhluk halus tersebut.

Tradisi ritual taber merupakan agenda tahunan bagi masyarakat Dusun Bujang Desa Tugang, Kecamatan Kelapa yang dilakukan setiap bulan ketiga atau bulan keempat setelah memanen padi. Tradisi ini memiliki arti penting bagi masyarakat Dusun Bujang, dan mereka masih memegang syarat tertentu sebagai wujud kecintaan mereka terhadap tradisi yang diturunkan nenek moyang. Besar harapan  agar masyarakat Dusun Bujang tetap mempertahakan adat istiadat yang telah diturunkan oleh nenek moyangnya sebagai kekayaan budaya di Dusun Bujang, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat.

Penulis: 
DD Siregar
Sumber: 
Disparbudbabar