RUMAH DINAS BUPATI BANGKA BARAT

     Bangunan ini pertama kali dibangun pada tahun 1840-an pada masa pemerintahan Residen Johannes Van Der Eb (1842-1848). Kemudian dibangun dan diperluas sekitar tahun 1870-an. Bangunan ini terletak di pusat kota dalam tatanan ibukota pemerintahan Hindia Belanda di Pulau Bangka yang diperuntukkan sebagai rumah tinggal sekaligus kantor residen Belanda. Pada tahun 1913, karena Ibukota Keresidenan dipindahkan ke Pangkalpinang bangunan ini dijadikan sebagai rumah tinggal kepala Bangka Tin Wining yang pertama bernama Robert Julius Boers. Sekitar tahun 1916 rumah untuk kepala Bangka Tin Wining didirikan didepan Kantor Hoofdbureau Banka Tin Wining, maka selanjutnya bangunan eks Rumah Residen Bangka Belitung ini menjadi kantor Controleur Distrik Bangka Barat.

     Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini menjadi kantor wedana Distrik Mentok. Pada awal masa kemerdekaan bangunan ini menjadi Kantor Kewedanaan Distrik Mentok. Pada tahun 1970 saat pembentukan Pangkalpinang sebagai kotamadya dan Sungailiat menjadi ibukota kabupaten Bangka, Kewedanaan Bangka Barat menjadi  Kecamatan Muntok dan bangunan ini pun dijadikan sebagai Kantor Camat Muntok.

     Tahun 2003 pada masa pembentukan Kabupaten Bangka Barat, bangunan ini dijadikan sebagai Kantor Bupati Bangka Barat hingga didirikan kantor bupati yang baru di Daya Baru Pal 4 pada tahun 2006. Setelah pindahnya kantor bupati ke bangunan yang baru, maka pada tahun 2007 dilakukan perbaikan atas atap dan perubahan partisi ruang untuk menyesuaikan dengan fungsi pemanfaatannya pada saat itu. Selain itu juga dibangun serambi tambahan di depan serambi depan tanpa merubah serambi depan dengan tiang colom doric dan lantai marmernya yang masih asli. Setelah perbaikan dan pembangunan selesai pada tahun 2008 bangunan ini dijadikan sebagai rumah dinas bupati Bangka Barat hingga sekarang ini.

     Pada awal berdirinya pada masa pemerintahan Hindia Belanda bangunan berbentuk persegi panjang dengan satu bangunan utama yang terletak di tengah digunakan sebagai ruang tamu untuk residen dan keluarganya, pertemuan dan jamuan makan serta hiburan bagi tamu-tamu residen. Bangunan sebelah timur digunakan sebagai kantor keresidenan dan bangunan barat digunakan sebagai kamar tamu dan pengadilan hukum.

     Pada bagian halaman belakang arah timur terdapat kapel kecil pribadi untuk keluarga residen. Sayap barat belakang digunakan sebagai kamar tidur dan sebagai tempat bekerja bagi staff rumah tangga residen. Sedangkan sayap timur belakang digunakan sebagai dapur, kamar mandi, kamar pembantu dan gudang. Memiliki selasar sebagai penghubung antara bangunan utama dan paviliun timur.

     Seiring berjalannya waktu dan berubahnya kepemilikan, saat ini bangunan telah  mengalami perubahan. Sayap belakang barat maupun timur sudah tidak ada lagi, begitu pula dengan selasar yang menjadi penghubung bangunan utama dengan paviliun timur. Luas tanah bagian belakang yang awal berdirinya berbatasan dengan Taman Wilhemina, sekarang tidak lagi. Saat ini bangunan sudah dipagar keliling dari bagian belakang hingga kedepan.

Penulis: 
JJ | narasumber : M. Ferhad Irfan
Sumber: 
Disparbudbabar