Berita

Selamat dan sukses atas terpilihnya "Bujang" Kelvin Fernando dan "Dayang" Fifi Nurhafifah Tahun 2020

Muntok (25/07). Selamat dan sukses atas terpilihnya Bujang dan Dayang Bangka Barat 2020, kepada finalis "Bujang" Kelvin Fernando Pratama berasaI dari Kecamatan Parittiga Bangka Barat, dan "Dayang" Fifi Nurhafifah berasal dari Kecamatan Muntok Bangka Barat.

"Grand Final" pelaksanan Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 dilaksanakan secara tertutup bertempat di gedung Pavilun I Pesanggrahan Menumbing, dengan waktu singkat hanya 2 jam, dimulai pukl 13.30 WIB dan hanya dihadiri beberapa tamu undangan saja antara lain, 6 Dewan Juri,10 Finalis, 8 Alumni BDBAR, Serta 11 panitia yang bertugas, dan  tetap memperhatikan protokol keselamatan Covid-19.

Pelaksanaan “Grand Final” berjalan lancar, aman serta kondusif dan ditayangkan secara live melalui media sosial instagram; Bujang Dayang Bangka Barat dan Channel You Tube; Bujang Dayang Bangka Barat.

Pemilihan Bujang Dayang merupakan acara kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat, bekerjasama dengan Ikatan Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR). Dalam mencari dan mengembangkan potensi bakat, kreativitas, dan kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan aktif dalam mempromosikan Daya Tarik Wisata.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@

Potensi Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung

Jebus (23/07). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat melakukan peninjauan ke Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung sebagai potensi objek pariwisata di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (23/07). Peninjauan ini didampingi oleh Sekretaris Desa Ketap, Deni Arianza, dan beberapa anggota Pokdarwis Jebung, akronim dari Pantai Jerangkat Bukit Penyabung.

Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung memiliki lokasi yang berdampingan. Kedua objek ini berjarak 16 km dari Kantor Desa Ketap. Akses jalan menuju pantai cukup lebar dan masih dalam keadaan tanah puru.

Saat ini, Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung masih dalam tahap pengembangan perencanaan untuk menjadi objek tujuan wisata di Kecamatan Jebus. Tujuan pihak Disparbud meninjau lokasi untuk melakukan kordinasi terkait pengembangan lokasi objek dan konsultasi perencanaan pembuatan fasilitas beserta desain kasar untuk pendukung pantai, seperti tata letak kapling dan pondok kuliner, pondok bersantai, area berkemah, area publik, titik-titik swafoto, tanda pengenal tempat dan informasi publik di lokasi objek.

Desa Ketap bersama Pokdarwis Jebung mencoba mengelola dan menata tempat ini agar menjadi tempat yang ideal bagi pengunjung. Dalam dua bulan terakhir, keindahan lokasi Pantai Jerangkat dan batuan di kaki Bukit Penyabung cukup popular karena unggahan-unggahan di media sosial oleh orang-orang yang pernah berkunjung ke sana.

Pantai Jerangkat sering dijadikan lokasi berkemah oleh beberapa komunitas dan instansi-instansi yang berasal dari Bangka Barat dan daerah lain seputar Pulau Bangka. Pantai ini cukup asri dan alami dengan ditumbuhi pohon cemara di tepi pantai. Hamparan batu juga menghiasi pantai dan lautnya. Pantainya yang landai cukup luas bila air laut sedang surut dengan pasir putihnya, sangat memungkinkan untuk beraktivitas di tepi pantai, seperti berenang, bermain bola, bahkan berkendaraan di atas pantai karena pasirnya cukup padat dan keras. Air lautnya cukup jernih bagi pengunjung yang ingin snorkling di sekitar karang-karang pantai.

Selain itu, lokasi pantai juga berdekatan dengan pulau-pulau kecil yang dapat dijangkau dengan perahu, di antaranya Pulau Tenung, Pemuja, dan Kijang. Bahkan Pulau Tenung dapat diseberangi dengan berjalan dan berenang bila air sedang surut jauh. Untuk menggunakan perahu, pengunjung dapat menyewa perahu nelayan di sana dengan cara antar jemput ke pulau atau sewa sehari penuh. Untuk antar jemput, dikenakan tarif Rp. 20.000 per orang dan tarif sewa sehari penuh sebesar Rp. 400.000 per perahu, sudah termasuk minyak dan pemandu.

Tak jauh dari lokasi Pantai Jerangkat, tepatnya di kaki Bukit Penyabung terdapat goa yang dinamakan Goa Guntur. Penamaan ini dikarenakan bunyi yang terdengar seperti Guntur saat hempasan ombak saat air laut pasang menghantam mulut goa itu. Bukit Penyabung juga menjadi tempat beberapa aktivitas outbound, seperti motor trail dan off-road Jeep sering dilakukan di bukit itu.

Potensi unik yang dapat dikembangkan di Pantai Bukit Penyabung adalah bebatuannya yang beraneka ragam. Setidaknya terdapat tiga jenis hamparan batuan yang ada ada di lokasi  pantai di kaki Bukit Penyabung. Tiga jenis bebatuan itu antara lain batuan Granit, batuan Diabas, dan batuan Metamorf.

Khusus batuan Diabas, dikatakan oleh Sekdes Desa Ketap, beberapa kajian dan penelitian tentang batuan ini sudah pernah dilakukan oleh organisasi dan instansi pemerintah. Kabar yang ia dengar bahwa Pantai Bukit Penyabung ini merupakan satu-satunya lokasi yang terdapat hamparan batuan Diabas dari seluruh wilayah yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam geologi, batuan Diabas adalah batuan beku basa yang kaya kandungan Fe dan berwarna gelap terbentuk akibat tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng samudera. Tumbukan tersebut menyebabkan terjadinya partial melting batuan menjadi magma yang bersifat basaltic. Dalam Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Volume 16, Nomor 2, Desember 2014; Studi Potensi Thorium pada Batuan Granit di Pulau Bangka, yang disusun oleh BATAN, menyebutkan bahwa batuan Diabas berumur sama dengan masa Trias Awal,  ini berarti antara 250 juta - 247 juta tahun yang lalu. Batuan diabas dinilai unik dan memiliki peran penting dalam proses terbentuknya bumi.

Keunikan Pantai Bukit Penyabung ditambah dengan keindahan alam Pantai Jerangkat dapat didorong menjadi kawasan cagar alam atau sebagai geowisata. Memang diperlukan kajian mendalam dan lebih lanjut untuk menyusun pencanangan menuju geowisata yang meliputi unsur geo diversity (kekayaan geologi), bio diversity (keanekaragaman hayati) dan culture diversity (kekayaan budaya) yang ada di kawasan tersebut.

Baik pihak Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, maupun kelompok-kelompok masyarakat harus saling mendukung dan menjaga potensi lokasi objek wisata ini agar ke depannya berkelanjutan, dan mempromosikan lokasi Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung sebagai tempat tujuan wisata minat khusus sehingga dapat menaikkan nilai kreatifitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Muhammad Erfan
Editor: 
Romi'at
Bidang Informasi: 
Humas

Webinar Diskusi Sejarah #2 Mengangkat Tema Pembela Republik dari Mentok

Mentok (24/07). Hari ini Webinar Diskusi Sejarah #2 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat akan digelar dengan tema “Pembela Republik dari Mentok”. Diskusi Sejarah melalui aplikasi Zoom Meeting ini akan dimulai pukul 16.00 sampai 17.30 WIB dengan narasumber Bambang Haryo Suseno, pemerhati sejarah yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Bangka Barat.

Peserta yang telah mendaftar dalam webinar ini sebanyak 145 orang yang berasal dari berbagai daerah, seperti Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, dan Malaysia. Bagi yang ingin mengikuti diskusi sejarah ini, dapat melihat brosur di atas sebagai informasi pendaftaran pesertanya.

Webinar ini diselenggarakan oleh Disparbud Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Museum Timah Indonesia Muntok dan Komunitas Penulis “Anak Mude” Mentok dan yang bertindak sebagai pemandu pada diskusi ini adalah Suwito Wu, Ketua Komunitas Hetika.

Webinar Diskusi Sejarah #2 Pembela Republik dari Mentok adalah rangkaian dari diskusi-diskusi daring yang mengangkat tema nilai sejarah yang ada di wilayah Bangka Barat. Pada diskusi pertama telah dilaksanakan dengan mengangkat tema Jejak Pendidikan Peranakan Tionghoa di Bangka Barat yang dibawa oleh Suwito Wu. Kedepannya, diskusi daring akan mengangkat tema-tema lainnya yang berkaitan dengan sejarah Bangka Barat. ***

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Muhammad Erfan
Editor: 
Romi'at

Webinar Diskusi Sejarah #2 Mengangkat Tema Pembela Republik dari Mentok

Mentok (24/07). Hari ini Webinar Diskusi Sejarah #2 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat akan digelar dengan tema “Pembela Republik dari Mentok”. Diskusi Sejarah melalui aplikasi Zoom Meeting ini akan dimulai pukul 16.00 sampai 17.30 WIB dengan narasumber Bambang Haryo Suseno, pemerhati sejarah yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Bangka Barat.

Peserta yang telah mendaftar dalam webinar ini sebanyak 145 orang yang berasal dari berbagai daerah, seperti Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, dan Malaysia. Bagi yang ingin mengikuti diskusi sejarah ini, dapat melihat brosur di atas sebagai informasi pendaftaran pesertanya.

Webinar ini diselenggarakan oleh Disparbud Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Museum Timah Indonesia Muntok dan Komunitas Penulis “Anak Mude” Mentok dan yang bertindak sebagai pemandu pada diskusi ini adalah Suwito Wu, Ketua Komunitas Hetika.

Webinar Diskusi Sejarah #2 Pembela Republik dari Mentok adalah rangkaian dari diskusi-diskusi daring yang mengangkat tema nilai sejarah yang ada di wilayah Bangka Barat. Pada diskusi pertama telah dilaksanakan dengan mengangkat tema Jejak Pendidikan Peranakan Tionghoa di Bangka Barat yang dibawa oleh Suwito Wu. Kedepannya, diskusi daring akan mengangkat tema-tema lainnya yang berkaitan dengan sejarah Bangka Barat. ***

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Muhammad Erfan
Editor: 
Romi'at

(FGD) Focus Group Discussion Penelitian Pengembangan Strategi Desa Pariwisata Berbasis Budaya

Tempilang (21/07/). Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Pengembangan Strategi Desa Pariwisata Berbasis Budaya di Desa Tempilang Kabupaten Bangka Barat. (Studi percontohan Desa Ubud Bali sebagai Desa Wisata Berbasis Budaya) yang diselenggarakan oleh Lembaga Peneliti Universitas Bangka Belitung dan Universitas Terbuka Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang. Hadir dari Lembaga Penelitian Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Universitas Terbuka (UT) Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bappelitbangda Kabupaten Bangka Barat, Badan Perencanaan Geopark Kabupaten Bangka Barat, Kepala Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang, serta Masyarakat Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang.

Ruliyanti Susi Warhani selaku ketua tim peneliti mengatakan, bahwa “realisasi kegiatan ini berawal dari alumni mahasiswanya yang melakukan KKN di Desa Tempilang, melihat potensi wisata berbasis budaya ini akhirnya menggerakkan mereka untuk mendaftarkan proposal penelitian ternyata lolos seleksi dan akhirnya mendapatkan pendanaan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait pengembangan strategi wisata berbasis budaya”. Beliau juga mengatakan bahwa ada beberapa kolega terdekat beliau yang tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian ini “ada teman-teman saya yang merespon ada yang dari Malaysia dan juga Australia yang tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan terkait budaya di Kecamatan Tempilang ini, tapi semoga respon ini tidak hanya angan- angan saja, kita semua berharap penelitian ini dapat berlanjut dan mengantarkan budaya kita untuk dapat bersaing tidak hanya di tingkat Nasional, tetapi juga Internasional, dan juga melalui penelitian ini akan kita dokumentasikan kedalam buku literasi terkait nilai budaya yang ada di Kecamatan Tempilang ini” ungkap Susi.

Respon positif juga dilontarkan dari perwakilan Badan Pengelola Geopark Kabupaten Bangka, beliau mengatakan bahwa “Badan ini baru terbentuk pada akhir bulan Desember 2019 dan saat  ini telah berjalan kurang lebih 6, kami pun berupaya melakukan survey mengenai potensi geopark yang ada di wilayah Kabupaten Bangka Barat, dilihat dari aspek geodiversity berdasarkan asumsi beberapa peneliti bahwa bentangan alam itu adanya di Kabupaten Bangka Barat, dari aspek biodiversity flora dan fauna lokal yang diproyeksikan ternyata ada di Bangka Barat, kemudian dilihat dari culturaldiversity saya mengutip katanya Gubernur Bangka Belitung yang mengatakan bahwa saya bingung di Bangka Barat sangking banyaknya budaya yang ada di Bangka Barat”. Kata Hari pada saat menyampaikan sambutannya. Melihat kondisi alam yang sangat kompleks di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Hari mengatakan, hal ini menjadi potensi kuat untuk dijadikan kawasan geopark, dan salah satunya melihat potensi ini juga ada di Kecamatan Tempilang, akan sangat memungkinkan untuk dijadikan salah satu proyeksi unggulan perwujudan geopark di Kabupaten Bangka Barat.

“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat sangat menyambut serta mendukung program penelitian terhadap objek wisata berbasis budaya ini, dan tentunya mengacu kepada UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bahwa Pemerintah Daerah berperan aktif sebagai pelindung, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan nilai-nilai budaya daerah, melihat terdapat 10 point penting Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang terdiri dari Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Tradisional dan Olahraga Tradisional. Dengan mengacu dari 10 point di atas tuntunya dapat menjadikan landasan berfikir untuk membentuk sebuah kawasan wisata berbasis budaya lokal yang berkharakter dan memiliki identitas daerah”. Kata Hendra di Kantor Pertemuan Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang.

Selain itu, Hendra Jaya selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat mengatakan "saat ini kmi juga sedang melakukan pengajuan Benteng Kota Tempilang menjadi salah satu Cagar Budaya Bangka Barat pada pelaksanaan program kegiatan tahun 2020, baru sampai tahap pemberkasan diharapkan dapat diselesaikan pada bulan September mendatang”. Kata Hendra dalam kata sambutannya.

Kegitan FGD mendapat antusias positif dari kalangan yang menghadiri kegiatan tersebut, masyarakat yang hadir sangat mengharapkan bahwa realisasi akhir dari penelitian ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Tempilang. Koordinasi dari setiap lini masa yang terkait Pemerintah, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa serta Masyarakat akan sangat dibutuhkan agar realisasi kegiatan ini dapat berjalan, dan memberikan hasil yang saling baik terhadap promosi budaya lokal serta teciptanya kesejahteraan masyarakat Tempilang dimasa yang akan datang.

,

Sumber: 
Disparbud2020
Penulis: 
Dayni | SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@

Pages

Wisata Alam Mangrove Kp.Teluk, Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat.

Wisata Alam Kp.Teluk, Desa Teluk Limau, Kec. Parit Tiga, Kab. Bangka Barat menyajikan keindahan Pantai seperti Pantai Siangau, Pantai Pala, Pulau Punai, Bukit Pala, selain itu ada juga wisata Alam lainnya yaitu Wisata Alam Mangrove yang terletak di Kp.Teluk, Kec. Parit Tiga, Kab. Bangka Barat, yang berjarak kurang lebih 100 meter dari JL. Desa Pala Pantai Siangau.

Mangrove tersebut telah dilengkapi dengan jembatan yang terbuat dari papan dengan panjang kurang lebih 100 m dan jembatan tersebut belum selesai masih tahap pengembangan. selain itu terdapat juga tempat-tempat untuk berswafoto yang menarik dan unik seperti rumah pondok yang terbuat dari bahan papan beratapkan daun nipah serta ranting-ranting yang disusun dengan rapi dan menarik layaknya tempat duduk raja di pedalaman hutan yang memberikan kesan dramatis saat berada di dalam hutan mangrove ini.

ditambah dengan keindahan panorama Pantai Tanjung Bajun yang tampak terlihat dari diujung jembatan mangrove, serta pohon kelapa yang tumbuh subur di kawasan pantai mangrove menambah kesan suasana alami dan sangat menarik untuk dikunjungi.

Selain jembatan manggrove tersebut, destinasi wisata ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas seperti resto yang berada didalam area mangrove, juga tersedia tempat ibadah mushola, toilet, gazebo, dan lahan parkir yang luas sebagai penunjang wisata mangrove tersebut.

Menurut Risman selaku petugas Pemerintah Desa Air Limau “wisata mangrove tersebut di kelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis ) Kp.Teluk, dalam pengerjaan mangrove diperkirakan memakan waktu ± sekitar 5 bulan dan sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan. Selain mangrove mereka nantinya juga akan mengembangkan lagi kawasan lainnya seperti Bukit Pala sebagai potensi Daya Tarik Wisata Ungulan di wilayah Bangka Barat ini, dan kami selaku pihak Pemerintah Desa Air Limau juga menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan bahwa untuk saat ini tidak berkunjung dulu ketempat-tempat wisata itu semua demi mengantisipasi bersama dan mencegah wabah virus corona-19, tetap bersabar dan berdo'a agar wabah pandemi ini berakhir dan kita bisa berwisata kembali ” Pungkasnya.

Sumber: 
disparbudbabar, facebook Rohana
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
Nov@
Tags: 
#wisataalam #kampungteluk #desateluklimau #kecamatanparittiga #wisataalambangkabarat #Bangkabarat #wonderfulbangkabarat

Homestay Abeb, pilihan penginapan baru di perkampungan Melayu Mentok

Homestay Abeb merupakan penginapan yang baru dibangun di Bulan Maret Tahun 2020, berada di Kampung Tanjung Sawah kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok. Terletak tidak jauh dari Kantor Kelurahan Tanjung, berada ditepi jalan raya, mudah diakses dan harga yang terjangkau. berada ditengah permukiman bercirikan khas Mentok yang menyenangkan, disekitar kawasan ini dapat ditemui beberapa peninggalan sejarah budaya seperti Situs Benteng Kute Seribu, pemakaman melayu kuno/makam Bangsawan Mentok, komplek pemakaman Opsir Tionghoa Mayor Tjung, Mayor Tan Jie Mien, Kapiten Bong, dan sebagainya. Dari lokasi Homestay ini juga memiliki akses yang dekat dengan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian, Pantai Batu Rakit, Pantai Asmara, kawasan Muntok lama, Masjid Jami', Kelentang Kung Fuk Miau, pemukiman Melayu KAmpung Ulu, Rumah MAyor Tjung A Tiam, Pelabuhan Kuno Mentok, serta akses pelayanan masyarakat seperti Pasar Muntok, Terminal, dan lainnya.

Dikelola oleh Bapak Fikri Baraqbah, penginapan ini memiliki sentuhan dekorasi interior yang unik. Sang pengelola yang juga berprofesi sebagai guru (ASN) dan ketua sanggar seni Dayang Molek Mentok memang dikenal sebagai seniman pertunjukan dan penata dekorasi/interior. Selain mengelola bisnis akomodasi ini, beliau juga mengelola warung makan dengan ciri khas masakan Bangka. memudahkan para pengunjung yang menginap untuk berwisata kuliner khas Mentok dengan gampang. Pun jika ingin mencicipi penganan khas Mentok yang terkenal dengan ragam kue-kue yang berlimpah jenisnya dapat mengunjungi pusat jajanan di sekitar Tugu Perahu Kampung Tanjung yang juga dekat letaknya dari penginapan ini.

Bagi yang berminat menginap di Homestay Abeb dapat langsung datang ke penginapan ini atau menghubungi Bapak Fikri di Nomor Telp : 085273174539.

 

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
Bambang Haryo Suseno, SH., M.Ec.Dev
Fotografer: 
Fikri Baraqbah
Editor: 
BHS
Tags: 
#homestaymentok #homestayabeb #kecamatan Mentok #wonderfulbangkabarat

Persiapan Dodi Event Organizer “ Mentok Trail Run 2020" Pantai Baturakit

Muntok (07/03/20) persiapan "Dodi Event Organizer" selaku pihak penyelengara mengusung tema “Mentok Trail Run 2020" dalam Kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism).

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Pantai Baturakit pada hari minggu pagi 8 Maret 2020 siap menyambut kedatangan para peserta Trailrun, start akan dimulai pukul 07.00 wib dengan menempuh jarak ±5 Kilometer dengan rute melewati tempat-tempat wisata diseputaran Muntok, seperti; Pantai baturakit, Mangrove Leguk Bulan, Pantai Batu Berani dan Pantai Tanjung Kalian dan finis kembali di Pantai Baturakit. Kegiatan ini akan dimeriahkan juga senam aerobic Zumba, parade Djlive Musicfun game, dan doorprize menarik lainya.

mari kita apresiasikan  bentuk acara olah raga wisata tersebut, sebagai wadah olah raga sekaligus mengangkat wisata dan olahraga yang ada di Bangka Barat.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, Sungai Buluh, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh memiliki ketinggian kurang lebih 15 MDPL dengan luas sepuluh hektare, Wisata Alam ini merupakan potensi daya tarik wisata baru di Kabupaten Bangka Barat dalam kategori Wisata Alam yang berjarak kurang lebih 8 KM dari pusat kota Kecamatan Jebus, jalur ke lokasi tersebut dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung ke Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, disarankan dapat menggunakan aplikasi yang ada di telepon selular yaitu GPS dengan mengaktifkan aplikasi GPS Google Maps dengan tujuan langsung ke arah Pantai Bembang, karena lokasi Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh dengan Pantai Bembang sangatlah dekat masih satu jalur dan bersebelahan ± 200 M, selain itu lokasi kawasan wisata ini tergolong jauh dari pemukiman warga dan belum terdapat tanda atau petunjuk arah selama dalam perjalanan. Rasa lelah dalam perjalanan terbayar sudah ketika sampai dikawasan puncak Bukit Telaga Tujuh, wisatawan disuguhkan pemandangan yang indah asri dan alami, didepan mata terbentang Bukit Penyabung dan hamparan Teluk Telaga Tujuh yang dihiasi bebatuan Geosit Metasediment. selain menyajikan keindahan bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan kuliner laut bisa memesan hidangan melalui Bapak Ruslan, beliau sudah lama mendiami Bukit Telaga Tujuh sekaligus sebagai pengelola dan menjaga kawasan lokasi kawasan Wisata Alam tersebut dan juga merangkap sebagai juru masak di Bukit Telaga Tujuh ini, dengan menghubungi beliau di nomor telepon 0853-5721-5558. Menurut beliau saat berbincang diatas resto panggung ”bagi wisatawan yang mau menikmati hidangan laut segar, tiga hari sebelum kedatangan di harapkan dapat memesan dulu dan mentrasfer uang kepada beliau, dengan harga paket menu hidangan tersebut Rp 1.500.000,. untuk 10 orang, dengan menu seperti; nasi, udang, kepiting, ikan bakar, lempah kuning. Apabila menu hidangan laut ikan segar susah didapat, menu tersebut dapat diganti dengan ayam kampung, dan resto panggung ini sengaja saya buat dipingir bukit untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hidangan dapat juga menikmati keindahan alam, apalagi saat matahari tenggelam waktu sore hari di atas Pantai Bembang. Beliau berharap kedepanya kepada pihak-pihak terkait serta pemerintah Bangka Barat secara perlahan dapat membantu pengembangan dan memfasilitasi kawasan Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh ini, dari akses jalan kelokasi yang belum di aspal, pemasangan jaringan listrik dan pembangunan tempat ibadah mushola serta toilet, apalagi ada tempat penginapan lebih bagus juga kan sayang sekali bagi wisatawan yang jauh dari luar kota atau wisatawan lokal ingin memuaskan perjalanan wisatanya, karna tempat ini kan nantinya untuk kita bersama untuk memajukan pariwisata Bangka Barat sebagai Destinasi Daya Tarik Wisata Alam", pungkas nya.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#wisataalam #Jebus #wisataalambangkabarat #Bangkabarat

Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat

 

Muntok-Bangka Barat, Bonsai Merupakan Suatu karya seni yang cukup popular dikalangan masyarakat baik didalam maupun luar negeri, khususnya di Indonesia seni bonsai dari tahun ke tahun terus berkembang dengan pesat, hal ini di tandai dengan terus bertambahnya komunitas organisasi atau perkumpulan dari Penggemar Bonsai di tiap-tiap daerah di seluruh penjuru tanah air.

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan didalam wadah (pot) dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai) dilakukan pada pot dangkal yang disebut (bon), istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk bonsai dinilai dari bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai (sumber: wikipedia.org).

Saat ini di Kota Muntok, kabupaten Bangka Barat telah berdiri satu komunitas pecinta bonsai yang dinamakan Bonsai Lestari kurang lebih sekitar tiga tahun dengan anggota sekitar lima puluhan orang, dari komunitas pecinta bonsai sendiri tidak mematok umur muda maupun tua semua sama dan mereka telah memiliki ratusan pohon bonsai. Dengan tujuan utama untuk memperkenalkan bahwa di kabupaten Bangka barat juga memiliki komunitas pecinta bonsai yang memiliki kreatifitas seperti wilayah lainnya, disisi lain juga memperkenalkan jenis-jenis pohon yang bisa digunakan sebagai bonsai bahkan berpotensi menjadi bonsai yang bertarap tingkat nasional, dari beragam jenis bahan bonsai seperti Batang sapu-sapu, jeruk kingkit, wahong, sancang, beringin, anting putri, bougenvile dll.

Selain sebagai wadah para penggiat dan pecinta bonsai dalam komunitas tersebut para anggota tetap menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar yang merupakan sumber kekayaan alam yang harus dijaga karena didalam berkarya tanpa harus merusak hutan, dan tetap menjaga sportifitas di dalam bersaing, saling menghargai setiap perbedaan yang ada dan menjalin silahturahmi persaudaaran dalam kesatuan dan persatuan sesama pecinta bonsai se Bangka Barat bahkan se Indonesia.

Setiap tahun Komunitas Bonsai Lestari rutin menggelar kegiatan pameran bonsai di kota Muntok Bangka Barat, seperti dalam rangka memeriahkan acara HUT Kota Muntok ke 285 di pelataran gedung Museum Timah, dan di Kelenteng Kung Fuk Miau pada pameran foto yang bertajuk Potret Boen Toe jilid 2 yang diselenggarakan oleh Heritage of Tionghoa Bangka (HETIKA) pada Desember 2019 tahun lalu dan tentunya apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Bangka Barat bagi Komunitas Bonsai Lestari dalam pameran-pameran yang diselenggarakan. Dengan kegiatan positif ini dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha di bidang perdagangan, bagi para penggiat bonsai dapat menjual bonsainya, para pengrajin wadah (pot) dan trainer bonsai dapat mengembangkan karyanya, serta para penjual bahan- bahan pendukung media tanam dapat mengembangkan usaha mereka. Sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, seni dan budaya, dengan diadakan acara- acara pameran atau kontes bonsai otomatis dapat mendongkrak kunjungan wisatawan lokal maupun asing sebagai penunjang Daya Tarik Wisata (DTW) di Bangka Barat.

Apabila anda penghobi bonsai dan tertarik ingin bergabung atau belajar dengan Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat, serta berminat membeli bonsai bisa langsung menghubungi ketua Komintas Bonsai Lestari Bangka Barat. Bapak Eka Octawianto di nomor telepon : 0812-7256-5832.

Sumber: 
disparbudbabar, Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat, wikipedia.org
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#Komunitasbonsailestaribangkabarat #Komunitasbonsaiindonesia

Cegah virus corona Pesanggrahan Menumbing dan Pantai Baturakit Bangka Barat tutup sementara

Muntok (18/03/20) sehubungan dengan surat edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung nomor : 556/0271/DISBUDPAR (17/03/20) tentang perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lndonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebarannya. Adapun surat edaran tersebut ditujukan langsung kepada pihak-pihak terkait meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota / Kabupaten Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan PHRI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan tempat rekreasi wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) Provinsi kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan ASATI (Association of Sales Travel Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pengelola daya tarik wisata Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menindak Lanjuti surat tersebut itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat mengeluarkan surat edaran nomor : 556/171/2.16.1.1/202 tentang penutupan Daya Tarik Wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit. Surat edaran tersebut juga berdasarkan dari surat MenPAN-RB, NO.19 Tahun 2020 tentang upaya pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) dan keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) NO. 13A tahun 2020 tentang perpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bambang HS, Kabid Kebudayaan Hendra, Kabid Destinasi Wisata Setyawan, dan  Romiat selaku Kabid Pemasaran Pariwisata telah bermusyawarah terkait penutupan daya tarik wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit tersebut. Menurut Bambang HS "Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat sebagai pihak pengelola daya tarik wisata perlu mengambil keputusan dan bertindak sedini mungkin terhadap pencegahan virus corona (COVID-19). pada tanggal 18 Maret 2020 s/d 30 April 2020 himbauan kepada masyarakat Bangka Barat Daya tarik wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit ditutup untuk sementara, dan apabila dikemudian hari keadaan sudah mulai membaik maka daya tarik wisata tersebut akan dibuka kembali dan mengenai petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang bertugas dilapangan mereka tetap  bekerja seperti biasa " pungkasnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat menyampaikan himbauan penutupan sementara ini kepada masyarakat melalui pengumuman spanduk yang dipasang pada pintu gerbang masuk Pesanggrahan Menumbing dan juga pintu gerbang masuk Pantai Baturakit, penutupan kedua destinasi wisata tersebut merupakan langkah pencegahan menindak lanjuti agar virus corona (COVID-19) tidak menyebar ditempat fasilitas umum, terutama tempat-tempat wisata yang merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dari berbagai daerah demi meminimalisir serta antisipasi bersama.

Sumber: 
Surat edaran Gubernur Kep. BaBel Nomor:556/0271/DISBUDPAR,dan surat edaran MenPAN-RB, NO.19 Tahun 2020
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Kunjungan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke Pesanggrahan Menumbing

Muntok (29/02/20),anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengunjungi Pesanggrahan Menumbing- Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kunjungan tersebut merupakan kegiatan beliau setelah mengikuti acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan di Propinsi Bangka Belitung. Kedatangan Rieke Diah Pitaloka tersebut disambut oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bangka Barat sebagai tuan rumah untuk menjelaskan sekelumit informasi sejarah terkait dengan bangunan sejarah tersebut. 

Kedatangan politisi PDI yang sekaligus aktris pesinetron ini didorong oleh keingintahuannya atas sejarah pengasingan para Tokoh RI yang diasingkan Belanda di Bangka pada 1948-1949. Sambil bersantai dan bercengkrama, beliau menerima informasi yang disampaikan oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, berkeliling bangunan Pesanggrahan Menumbing, dan menikmati suasana senja, memandang kota Muntok dari ketinggian Menumbing di ketinggian 445 Mdpl itu. 

Setelah mengunjungi Menumbing beliau menuju Pesanggrahan BTW Muntok yang berada di tengah Bangka ini. Beliau terlihat terharu dengan perjuangan para tokoh mempertahankan kemerdekaan RI. pada bangunan cagar budaya peringkat nasional ini memang menyimpan foto-foto sejarah pengasingan para tokoh republik, yang mampu menghimpun kenangan tentang jasa besar dan kharisma para pendiri bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. semoga kunjungan ini menjadi penambah semangat dan kekuatan bagi Rieke sekaligus meneguhkan spirit perjuangan para pendiri bangsa dihatinya untuk memperjuangkan suara rakyat di parlemen.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
BHS

Wisata mangrove Tanjung punai

Objek wisata mangrove Tanjungpunai,

Tanjungpunai yang berada di ujung Desa Belolaut Muntok Kabupaten Bangka Barat memiliki kekayaan alam yang cukup indah berupa tanaman Bakau atau mangrove di sepanjang pesisir pantai. Sebagai langkah awal warga setempat bergotong royong merintis membangun jembatan kayu sepanjang 100 meter. sebagai sarana pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan mangrove di lokasi tersebut yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat berharap ke depannya jembatan semakin panjang dan dilengkapi beberapa fasilitas.

dengan adanya objek wisata baru Mangrove ini di harapkan untuk kedepannya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan warga Tanjungpunai .

dan menambah daftar obyek Destinasi Wisata yang ada di Bangka barat selain wisata pantai wisata cagar budaya khususnya Wisata alam.

 

#dinaspariwisatabudayakabbangkabarat
#pariwisatabudayabangkabarat
#explorebangkabarat

#mangrovebangkabarat
#pesonaindonesia
#bangkabelitung

 

 

 

Sumber: 
Parbudbabar
Penulis: 
SAP
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

"Muntok Trail Run 2020" Wisata Pantai Kota Sejarah.

Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, yang terkenal dengan sebutan Kota sejarah akan diramaikan dalam kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism) yaitu lomba lari jejak atau terkenal dengan sebutan Trail Run. Dalam Kegiatan lomba tersebut kawasan Pantai Baturakit akan menjadi titk awal kumpul bagi para peserta olah raga tersebut, Pantai Baturakit merupakan tempat wisata yang di kelola langsung oleh Pemerintah Daerah setempat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat.

Dalam Kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism) tersebut, Dodi Event Organizer selaku pihak penyelengara mengusung tema “ Mentok Trail Run 2020" Wisata Pantai Kota Sejarah , yang diselengarakan pada hari minggu 8 Maret 2020 akan datang, peserta diikuti dari masyarakat umum lokal maupun luar kota, hingga sampai saat ini  ±200 peserta telah terdaftar. Start awal dimulai dari kawasan Pantai Baturakit pukul 07.00 wib. Dengan menempuh jarak ±5 Kilometer dan melewati tempat-tempat wisata yang ada di Bangka Barat, kegiatan ini akan dimeriahkan juga senam aerobik Zumba, parade Dj, live Music, fun game, dan doorprize menarik.

Lari jejak trail run ini merupakan olah raga wisata (sport tourism) yang akan memberikan manfaat kesehatan lebih untuk kaki di bandingkan dengan lari biasa, sebab lari jejak atau trail run menyatu langsung dengan alam dan para peserta nantinya akan diuji kemapuan, staminanya, untuk menghadapi rute-rute di pesisir pantai dan hutan yang terjal Di Bangka Barat sekaligus menambah kesan bagi para peserta selain olah raga juga berwisata.

Bagi masyarakat lokal maupun luar Bangka Barat yang akan mengikut lomba tersebut, siapkan stamina anda dan bisa mendaftarkan diri anda, dengan menghubungi Dodi Event Organizer dinomor telpon: Dodi : 0852 7387 9000, dan Faishal : 0813 7780 2680.

Sumber: 
mentoktrailrun.id
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
mentoktrailrun.id
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Liputan DAAI TV tentang sejarah dan budaya peranakan Tionghoa di Bangka

DAAI TV, sebuah chanel televisi swasta yang sering mengulas dan fokus pada budaya Tionghoa telah melakukan peliputan atas sejarah dan budaya peranakan Tionghoa di Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Bangka Barat, kota Belinyu, Sungailiat, dan Pangkalpinang pada sekitar Bulan Februari 2020 kemarin. beberapa icon peninggalan budaya Tionghoa seperti Rumah Mayor Tjung A Thiam, Klenteng Kung Fuk Miau, perkebunan teh Tayu dan lainnya yang ada di Bangka Barat menjadi bagian dari peliputan mereka. mari saksikan hasil peliputan tersebut yang akan tayang pada hari Minggu tanggal 1 Maret dan Sabtu Tanggal 7 Maret 2020 pukul 17.00 WIB di DAAI TV chanel.

Sumber: 
DAAI TV dan Suwito Wu
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Suwito Wu
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

INFORMASI TEMPAT TUJUAN REKREASI KAB. BANGKA BARAT

Masjid Jami'

Salah satu bangunan penting bagi umat Islam pada masa kolonial Belanda adalah Masjid Jami’. Letak masjid ini di tengan Kota Muntok, tepatnya di kawasan pasar Muntok. Posisi  masjid tersebut berdampingan dengan sebuah kelenteng tua yang usianya lebih kurang 83 tahun di atas usia masjid itu sendiri.

Masjid yang dibangun pada tahun 1883 M (19 Muharam 1300H) merupakan masjid tertua di Pulau Bangka. Pembangunan masjid tersebut dilakukan pada masa pemerintahan H. Abang Muhammad Ali dengan Gelar Tumenggung Karta Negara II dengan dibantu oleh tokoh masyarakat Muntok pada saat itu yaitu H. Nuh dan H. Yakub.

Alamat: 
Kp Tanjung
Tahun Berdiri: 
1883
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten: 
3 KM
Telp: 
081112345678
Fungsi: 
Tempat Ibadah
Pengelola: 
Marbot Masjid Jami'
Sumber: 
disparbudbabar

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, Sungai Buluh, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh memiliki ketinggian kurang lebih lima belas meter dari permukaan laut dengan luas sepuluh hektare, Wisata Alam ini merupakan potensi daya tarik wisata baru di Kab. Bangka Barat dalam kategori jenis wisata alam yang berjarak kurang lebih delapan kilometer dari pusat kota Kecamatan Jebus, jalur ke lokasi tersebut dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Alamat: 
Sungai Buluh, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten: 
8 kilometer dari pusat kota Kecamatan Jebus,
Telp: 
0853-5721-5558
Pengelola: 
Bapak Ruslan,
Sumber: 
disparbudbabar

Mangrove Tanjung Punai

Tanjungpunai yang berada di ujung Desa Belolaut Muntok Kabupaten Bangka Barat memiliki kekayaan alam yang cukup indah berupa tanaman Bakau atau mangrove di sepanjang pesisir pantai. Sebagai langkah awal warga setempat bergotong royong merintis membangun jembatan kayu sepanjang 100 meter. sebagai sarana pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan mangrove di lokasi tersebut yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat berharap ke depannya jembatan semakin panjang dan dilengkapi beberapa fasilitas.

dengan adanya objek wisata baru Mangrove ini di harapkan untuk kedepannya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan warga Tanjungpunai .

dan menambah daftar obyek Destinasi Wisata yang ada di Bangka barat selain wisata pantai wisata cagar budaya khususnya Wisata alam.

Tahun Berdiri: 
2020
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten: 
8 kilometer dari pusat kota Kecamatan Muntok
Fungsi: 
Wisata alam Hutan
Pengelola: 
warga Tanjung Punai Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTHJB)
Sumber: 
disparbudbabar

Sejarah, Cagar Budaya, dan Permuseuman

NOMOR NAMA DAYA TARIK WISATA ALAMAT TAHUN BERDIRI JARAK DARI IBUKOTA KABUPATEN FUNGSI PENGELOLA NOMOR TELEPON
1 Pesanggrahan Menumbing Muntok 1928 +  8 Km Rumah Peristirahatan Disparbud Kab. Bangka Barat 085384440396
2 Pesanggrahan BTW Muntok Muntok 1827
  + 3 km
Rumah  Disparbud Prov. Kep. Babel 085268766666
3 Museum Timah Indonesia Muntok 1915 + 3 km Museum PT. Timah Tbk 082179424273
4 Masjid Jami' Muntok 1883 + 1 km Masjid Disparbud Kab. Bangka Barat  
5 Kelenteng Kung Fuk Miaw Muntok 1800-an + 1 km Kelenteng Disparbud Kab. Bangka Barat  
6 Rumah Mayor Muntok 1834 + 1 km
  Rumah
Disparbud Kab. Bangka Barat  
7 Mercusuar Tanjung Kalian Muntok 1862 + 10 km Mercusuar Distrik Navigasi Kelas I Palembang  
8 Monumen Perang Dunia II Muntok 19 + 10 km Monumen Distrik Navigasi Kelas I Palembang  
9 Jembatan Inggris Muntok 1700-an   Jembatan    
10 Monumen PD II Pantai Radji Muntok 20   Monumen    
11 Benteng Sungai Buluh Jebus Abad 17 + 65 km Benteng Disparbud Kab. Bangka Barat  
12 Benteng Kota Tempilang Abad 17
  + 100 km
Benteng Disparbud Kab. Bangka Barat