Berita

Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia ( PPBI ) cabang Bangka Barat gelar kontes bonsai

Muntok. Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia ( PPBI ) cabang Bangka Barat dorong pemajuan pariwisata Bangka Barat (30/11).
Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia ( PPBI ) cabang Bangka Barat sukses menggelar kontes Bonsai dengan mengangkat tema ” HARI PAHLAWAN SEMARAK BONSAI BUMI SEJIRAN SETASON PROSPEK, REGIONAL”
Gelaran kontes yang berlangsung Tiga hari (27-29/11) berlokasi di halaman Hotel KWP JL. Raya Peltim, Kec.Muntok. Kab. Bangka Barat. Kep. Bangka Belitung.
Pihak panitia pelaksana tak tangung- tanggung mereka mendatangkan langsung Empat Juri dari Jakarta, Tangerang dan Sumatera Selatan sebagai tim penilai.
Animo para peserta yang mengikuti kontes ini pun cukup besar, selain peserta lokal dari Pulau Bangka, dari luar seperti Jambi, Palembang dan Muara Enim Sumatera Selatan juga turut memeriahkan gelaran kontes bonsai ini, tercatat dengan total bonsai 135 bonsai prospek dan regional sebanyak 131 bonsai memenuhi halaman Hotel KWP Muntok.
Adapun bonsai yang dilombakan seperti bonsai lokal Sapu- Sapu, Jeruk Kingkit, Anting Putri dan Kimeng menjadi andalan para peserta kontes.
Dalam pelaksanaan kontes bonsai ini selain kontes, juga bertujuan sebagai ajang silahturahmi persahabatan antar komunitas lokal Pulau Bangka dengan Komunitas luar, dan juga mengajak kepada masyarakat untuk mencintai kepedulian terhadap lingkungan pelestarian alam serta turut mendorong kunjungan daya tarik wisata di Bangka Barat.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat gelar Pelatihan Selam Tahun Anggaran 2020

Muntok (26/20). Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Bidang Pemasaran menyelenggarakan Pelatihan Pemandu Wisata Selam ( DAK Non Fisik Kab. Bangka Barat TA 2020) dengan tujuan “Peningkatan kapasitas dan kompetensi di bidang pemandu wisata selam, guna terwujudnya pemandu wisata selam dengan SDM yang berkualitas” .

Kegiatan di agendakan selama enam hari (23-28/11/20), meliputi pemberian materi pembelajaran menjadi pemandu wisata selam, latihan praktek kolam seting unseting SCUBA Gear penggunaan peralatan selam untuk aktivitas snorkeling, dan praktek uji akhir lapangan penyelaman SCUBA secara aman dan benar di perairan terbuka, di laut Karang Berang Dusun Sukal Belo laut Kecamatan. Muntok.

Pembukaan pertama pelatihan dilaksanakan di Hotel Yasmin Muntok, secara resmi di buka oleh Asisten Setda H. Rozali, hadir Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan; Bambang Haryo Suseno, Plt Dinas Kelautan dan Perikanan; Kamso, Danposal Muntok Kapten Laut (T) Y. Prabowo, Kabid Pemasaran; Romi’at , Tim Narasumber ; M. Rizza dari Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama Tim Instruktur Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) – Confederation Modiale des Activities Subaquatiques (CMAS).

Kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Selam ( DAK Non Fisik Kab. Bangka Barat TA 2020) ini diikuti berjumlah Empat puluh peserta terdiri dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan masyarakat umum yang tinggal dipesisir pantai Kabupaten Bangka Barat, mereka kebanyakan memang sudah mempunyai dasar- dasar dan pengalaman penyelaman sebelumnya. dan telah mengenal potensi wisata bahari dikawasan tempat mereka tinggal seperti; laut Karang Berang dan Pantai Jerangkat yang berpotensi sangat besar dalam pengembangan wisata, khususnya wisata bahari menyelam (diving) di wilayah perairan Kabupaten Bangka Barat.

Pada kesempatan pelatihan kali ini mereka dilatih dengan menggunakan standar alat selam untuk menjadi seorang pemandu wisata yang berkualitas dan bersertifikasi.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangka Barat turut meriahkan Semarak Babel Fair 2020

Pangkal Pinang (21/11). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangka Barat, melalui Bidang Pemasaran hadir dalam memeriahkan Semarak Babel Fair 2020 Pameran Pembangunan. Kegiatan ini merupakan dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-20 yang jatuh pada tanggal 21 November 2020 kurang lebih 20 stand memadati The Gale-gale Ballroom dari stand UMKM ,Kementrian dan Keuangan, Kementrian Hukum dan Ham, BNN Babel yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan Semarak Babel Fair 2020 Pameran Pembangunan berlangsung di Ballroom Gale-Gale Kabupaten Bangka Tengah selama tiga hari yang direncanakan hingga hari Minggu (22/11/20) terbuka untuk umum dengan tajuk “Melalui Momentum Hari Jadi ke-20 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bangkit Untuk Indonesia Maju”. Masyarakat dapat mengunjungi langsung stand pameran dan dapat berbelanja berbagai produk UMKM Babel.
Pada acara pembukaan Semarak Babel Fair 2020 Pameran Pembangunan dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel),
Abdul Fatah dan serta Uztad Al Habib Husein bin Umar Assegaf secara
Resmi membuka pameran dengan memukul bedug bersama ketua penyelenggara pada Jumat (20/11).
Dalam katasambutannya " acara Semarak Babel Fair 2020 Pameran Pembangunan ini memang untuk mewadahi para UMKM sekaligus membangkitkan gairah pelaku usaha UMKM dan mendorong prekonomian yag lemah akibat pandemi covid-19. dengan tetap menerapkan protokol kesahatan 3M " ujar Wagub Abdul Fatah.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Mangrove Sungai Pengalen menjadi salah satu alternatif liburan diakhir pekan

Penyampak- Bangka Barat(15/11). Antusias wisatawan saat berkunjung untuk menghabiskan akhir pekan, selain wisata alam pantai dan pegunungan, wisata alam seperti hutan Mangrove Sungai Pengalen Desa Penyampak, Kec.Tempilang ini juga menjadi alternatif lain sebagai tujuan favorit untuk berwisata di Kab. Bangka Barat.
Pantauan dari tim pegelola Daya Tarik Wisata setempat, kurang lebih sekitar lima ratus pengunjung lokal kec.Tempilang maupun luar Kec. tempilang berbondong- bondong antri untuk memasuki lokasi kawasan Mangrove tersebut.
Mangrove yang dikelola langsung oleh Pokdarwis Desa Penyampak setempat “Seumah Sekawah” telah membangun beberapa fasilitas dari akses jalan, area parkir kendaran, jembatan papan, gazebo, tempat swaphoto dan dilengkapi juga fasilitas perahu sebagai transportasi berjelajah di Sungai Pengalen tersebut.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Pokdarwis Penyampak
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Survey Wisata Mangrove Kampung Bahari Nusantara Dusun Sukal Belo Laut Binaan LANAL Babel bersama instansi Pemda SatPolPP dan Disparbud Bangka Barat.

Muntok, Setelah sah diresmikannya Kampung Bahari Nusantara binaan Lanal Babel Dusun Sukal, Desa Belo Laut, Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Babel Dr. H. Erzaldi Rusman pada pekan lalu,(03/11).

Pada kali ini Babinpotmar Peltu Mes G.P Tampubolon, Danposal Muntok Kapten Laut (T) Y. Prabowo, bersama Pemeritah Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Kab. Bangka Barat melalui Bidang Pemasaran; Kabid Romi’at , POL PP dan PB Kasat Sidarta Gautama, melakukan tinjauan langsung ke Mangrove Dusun Sukal, didampingi Ketua Nelayan dan Ketua RT Dusun Sukal setempat (03/11).

Pesisir perairan Dusun Sukal sangat kaya memiliki beragam hasil kekayaan alam bahari, diantaranya; kerang, udang, kepiting dan ikan laut. Aliran sungainya pun sepanjang kurang lebih tiga kilo meter sangat berpotensi sebagai daya tarik wisata, sungai yang dihiasi hamparan mangrove pastinya menjadi habitat tempat tinggal para hewan mencari makan dan berkembang biak seperti; Monyet dan Burung Elang sebagai satwa endemik penghuni mangrove. dan juga berpotensi sebagai spot wisata mancing.

Dalam kesempatan itu, pihak Danposal mengutarakan kedepan akan kita bangun jembatan papan sebagai fasilitas pejalan kaki untuk menikmati keindahan mangrove tersebut, saung sekaligus tempat peristirahatan dipinggir sungai secara bertahap.

Selain wisata alam, pada dermaga sungai Sukal ini juga telah terdapat bangunan Mushola sebagai tempat ibadah yang telah dibangun sebelumnya, yang telah usang dan akan direhap dan dibangun kembali oleh LANAL Babel bersama masyarakat Desa Sukal setempat. Dan nantinya kios- kios sebagai penjualan makanan khas dan souvenir.

Berharap dengan survey ini dapat mengetahui langsung keadaan dilapangan, dan pihak pemerintah dapat bahu membahu dalam membatu pengolahan mangrove Dusun Sukal ini, sesuai pada bidang instansi terkait dalam membatu pengembangan mangrove Dusun Sukal, sebagai daya tarik wisata unggulan di Kab. Bangka Barat.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Pages

Wisata Alam Mangrove Kp.Teluk, Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat.

Wisata Alam Kp.Teluk, Desa Teluk Limau, Kec. Parit Tiga, Kab. Bangka Barat menyajikan keindahan Pantai seperti Pantai Siangau, Pantai Pala, Pulau Punai, Bukit Pala, selain itu ada juga wisata Alam lainnya yaitu Wisata Alam Mangrove yang terletak di Kp.Teluk, Kec. Parit Tiga, Kab. Bangka Barat, yang berjarak kurang lebih 100 meter dari JL. Desa Pala Pantai Siangau.

Mangrove tersebut telah dilengkapi dengan jembatan yang terbuat dari papan dengan panjang kurang lebih 100 m dan jembatan tersebut belum selesai masih tahap pengembangan. selain itu terdapat juga tempat-tempat untuk berswafoto yang menarik dan unik seperti rumah pondok yang terbuat dari bahan papan beratapkan daun nipah serta ranting-ranting yang disusun dengan rapi dan menarik layaknya tempat duduk raja di pedalaman hutan yang memberikan kesan dramatis saat berada di dalam hutan mangrove ini.

ditambah dengan keindahan panorama Pantai Tanjung Bajun yang tampak terlihat dari diujung jembatan mangrove, serta pohon kelapa yang tumbuh subur di kawasan pantai mangrove menambah kesan suasana alami dan sangat menarik untuk dikunjungi.

Selain jembatan manggrove tersebut, destinasi wisata ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas seperti resto yang berada didalam area mangrove, juga tersedia tempat ibadah mushola, toilet, gazebo, dan lahan parkir yang luas sebagai penunjang wisata mangrove tersebut.

Menurut Risman selaku petugas Pemerintah Desa Air Limau “wisata mangrove tersebut di kelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis ) Kp.Teluk, dalam pengerjaan mangrove diperkirakan memakan waktu ± sekitar 5 bulan dan sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan. Selain mangrove mereka nantinya juga akan mengembangkan lagi kawasan lainnya seperti Bukit Pala sebagai potensi Daya Tarik Wisata Ungulan di wilayah Bangka Barat ini, dan kami selaku pihak Pemerintah Desa Air Limau juga menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan bahwa untuk saat ini tidak berkunjung dulu ketempat-tempat wisata itu semua demi mengantisipasi bersama dan mencegah wabah virus corona-19, tetap bersabar dan berdo'a agar wabah pandemi ini berakhir dan kita bisa berwisata kembali ” Pungkasnya.

Sumber: 
disparbudbabar, facebook Rohana
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
Nov@
Tags: 
#wisataalam #kampungteluk #desateluklimau #kecamatanparittiga #wisataalambangkabarat #Bangkabarat #wonderfulbangkabarat

Homestay Abeb, pilihan penginapan baru di perkampungan Melayu Mentok

Homestay Abeb merupakan penginapan yang baru dibangun di Bulan Maret Tahun 2020, berada di Kampung Tanjung Sawah kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok. Terletak tidak jauh dari Kantor Kelurahan Tanjung, berada ditepi jalan raya, mudah diakses dan harga yang terjangkau. berada ditengah permukiman bercirikan khas Mentok yang menyenangkan, disekitar kawasan ini dapat ditemui beberapa peninggalan sejarah budaya seperti Situs Benteng Kute Seribu, pemakaman melayu kuno/makam Bangsawan Mentok, komplek pemakaman Opsir Tionghoa Mayor Tjung, Mayor Tan Jie Mien, Kapiten Bong, dan sebagainya. Dari lokasi Homestay ini juga memiliki akses yang dekat dengan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian, Pantai Batu Rakit, Pantai Asmara, kawasan Muntok lama, Masjid Jami', Kelentang Kung Fuk Miau, pemukiman Melayu KAmpung Ulu, Rumah MAyor Tjung A Tiam, Pelabuhan Kuno Mentok, serta akses pelayanan masyarakat seperti Pasar Muntok, Terminal, dan lainnya.

Dikelola oleh Bapak Fikri Baraqbah, penginapan ini memiliki sentuhan dekorasi interior yang unik. Sang pengelola yang juga berprofesi sebagai guru (ASN) dan ketua sanggar seni Dayang Molek Mentok memang dikenal sebagai seniman pertunjukan dan penata dekorasi/interior. Selain mengelola bisnis akomodasi ini, beliau juga mengelola warung makan dengan ciri khas masakan Bangka. memudahkan para pengunjung yang menginap untuk berwisata kuliner khas Mentok dengan gampang. Pun jika ingin mencicipi penganan khas Mentok yang terkenal dengan ragam kue-kue yang berlimpah jenisnya dapat mengunjungi pusat jajanan di sekitar Tugu Perahu Kampung Tanjung yang juga dekat letaknya dari penginapan ini.

Bagi yang berminat menginap di Homestay Abeb dapat langsung datang ke penginapan ini atau menghubungi Bapak Fikri di Nomor Telp : 085273174539.

 

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
Bambang Haryo Suseno, SH., M.Ec.Dev
Fotografer: 
Fikri Baraqbah
Editor: 
BHS
Tags: 
#homestaymentok #homestayabeb #kecamatan Mentok #wonderfulbangkabarat

Persiapan Dodi Event Organizer “ Mentok Trail Run 2020" Pantai Baturakit

Muntok (07/03/20) persiapan "Dodi Event Organizer" selaku pihak penyelengara mengusung tema “Mentok Trail Run 2020" dalam Kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism).

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Pantai Baturakit pada hari minggu pagi 8 Maret 2020 siap menyambut kedatangan para peserta Trailrun, start akan dimulai pukul 07.00 wib dengan menempuh jarak ±5 Kilometer dengan rute melewati tempat-tempat wisata diseputaran Muntok, seperti; Pantai baturakit, Mangrove Leguk Bulan, Pantai Batu Berani dan Pantai Tanjung Kalian dan finis kembali di Pantai Baturakit. Kegiatan ini akan dimeriahkan juga senam aerobic Zumba, parade Djlive Musicfun game, dan doorprize menarik lainya.

mari kita apresiasikan  bentuk acara olah raga wisata tersebut, sebagai wadah olah raga sekaligus mengangkat wisata dan olahraga yang ada di Bangka Barat.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@

Cegah virus corona Pesanggrahan Menumbing dan Pantai Baturakit Bangka Barat tutup sementara

Muntok (18/03/20) sehubungan dengan surat edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung nomor : 556/0271/DISBUDPAR (17/03/20) tentang perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lndonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebarannya. Adapun surat edaran tersebut ditujukan langsung kepada pihak-pihak terkait meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota / Kabupaten Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan PHRI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan tempat rekreasi wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) Provinsi kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan ASATI (Association of Sales Travel Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pengelola daya tarik wisata Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menindak Lanjuti surat tersebut itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat mengeluarkan surat edaran nomor : 556/171/2.16.1.1/202 tentang penutupan Daya Tarik Wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit. Surat edaran tersebut juga berdasarkan dari surat MenPAN-RB, NO.19 Tahun 2020 tentang upaya pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) dan keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) NO. 13A tahun 2020 tentang perpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bambang HS, Kabid Kebudayaan Hendra, Kabid Destinasi Wisata Setyawan, dan  Romiat selaku Kabid Pemasaran Pariwisata telah bermusyawarah terkait penutupan daya tarik wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit tersebut. Menurut Bambang HS "Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat sebagai pihak pengelola daya tarik wisata perlu mengambil keputusan dan bertindak sedini mungkin terhadap pencegahan virus corona (COVID-19). pada tanggal 18 Maret 2020 s/d 30 April 2020 himbauan kepada masyarakat Bangka Barat Daya tarik wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit ditutup untuk sementara, dan apabila dikemudian hari keadaan sudah mulai membaik maka daya tarik wisata tersebut akan dibuka kembali dan mengenai petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang bertugas dilapangan mereka tetap  bekerja seperti biasa " pungkasnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat menyampaikan himbauan penutupan sementara ini kepada masyarakat melalui pengumuman spanduk yang dipasang pada pintu gerbang masuk Pesanggrahan Menumbing dan juga pintu gerbang masuk Pantai Baturakit, penutupan kedua destinasi wisata tersebut merupakan langkah pencegahan menindak lanjuti agar virus corona (COVID-19) tidak menyebar ditempat fasilitas umum, terutama tempat-tempat wisata yang merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dari berbagai daerah demi meminimalisir serta antisipasi bersama.

Sumber: 
Surat edaran Gubernur Kep. BaBel Nomor:556/0271/DISBUDPAR,dan surat edaran MenPAN-RB, NO.19 Tahun 2020
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, Sungai Buluh, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh memiliki ketinggian kurang lebih 15 MDPL dengan luas sepuluh hektare, Wisata Alam ini merupakan potensi daya tarik wisata baru di Kabupaten Bangka Barat dalam kategori Wisata Alam yang berjarak kurang lebih 8 KM dari pusat kota Kecamatan Jebus, jalur ke lokasi tersebut dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung ke Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, disarankan dapat menggunakan aplikasi yang ada di telepon selular yaitu GPS dengan mengaktifkan aplikasi GPS Google Maps dengan tujuan langsung ke arah Pantai Bembang, karena lokasi Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh dengan Pantai Bembang sangatlah dekat masih satu jalur dan bersebelahan ± 200 M, selain itu lokasi kawasan wisata ini tergolong jauh dari pemukiman warga dan belum terdapat tanda atau petunjuk arah selama dalam perjalanan. Rasa lelah dalam perjalanan terbayar sudah ketika sampai dikawasan puncak Bukit Telaga Tujuh, wisatawan disuguhkan pemandangan yang indah asri dan alami, didepan mata terbentang Bukit Penyabung dan hamparan Teluk Telaga Tujuh yang dihiasi bebatuan Geosit Metasediment. selain menyajikan keindahan bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan kuliner laut bisa memesan hidangan melalui Bapak Ruslan, beliau sudah lama mendiami Bukit Telaga Tujuh sekaligus sebagai pengelola dan menjaga kawasan lokasi kawasan Wisata Alam tersebut dan juga merangkap sebagai juru masak di Bukit Telaga Tujuh ini, dengan menghubungi beliau di nomor telepon 0853-5721-5558. Menurut beliau saat berbincang diatas resto panggung ”bagi wisatawan yang mau menikmati hidangan laut segar, tiga hari sebelum kedatangan di harapkan dapat memesan dulu dan mentrasfer uang kepada beliau, dengan harga paket menu hidangan tersebut Rp 1.500.000,. untuk 10 orang, dengan menu seperti; nasi, udang, kepiting, ikan bakar, lempah kuning. Apabila menu hidangan laut ikan segar susah didapat, menu tersebut dapat diganti dengan ayam kampung, dan resto panggung ini sengaja saya buat dipingir bukit untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hidangan dapat juga menikmati keindahan alam, apalagi saat matahari tenggelam waktu sore hari di atas Pantai Bembang. Beliau berharap kedepanya kepada pihak-pihak terkait serta pemerintah Bangka Barat secara perlahan dapat membantu pengembangan dan memfasilitasi kawasan Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh ini, dari akses jalan kelokasi yang belum di aspal, pemasangan jaringan listrik dan pembangunan tempat ibadah mushola serta toilet, apalagi ada tempat penginapan lebih bagus juga kan sayang sekali bagi wisatawan yang jauh dari luar kota atau wisatawan lokal ingin memuaskan perjalanan wisatanya, karna tempat ini kan nantinya untuk kita bersama untuk memajukan pariwisata Bangka Barat sebagai Destinasi Daya Tarik Wisata Alam", pungkas nya.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#wisataalam #Jebus #wisataalambangkabarat #Bangkabarat

Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat

 

Muntok-Bangka Barat, Bonsai Merupakan Suatu karya seni yang cukup popular dikalangan masyarakat baik didalam maupun luar negeri, khususnya di Indonesia seni bonsai dari tahun ke tahun terus berkembang dengan pesat, hal ini di tandai dengan terus bertambahnya komunitas organisasi atau perkumpulan dari Penggemar Bonsai di tiap-tiap daerah di seluruh penjuru tanah air.

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan didalam wadah (pot) dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai) dilakukan pada pot dangkal yang disebut (bon), istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk bonsai dinilai dari bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai (sumber: wikipedia.org).

Saat ini di Kota Muntok, kabupaten Bangka Barat telah berdiri satu komunitas pecinta bonsai yang dinamakan Bonsai Lestari kurang lebih sekitar tiga tahun dengan anggota sekitar lima puluhan orang, dari komunitas pecinta bonsai sendiri tidak mematok umur muda maupun tua semua sama dan mereka telah memiliki ratusan pohon bonsai. Dengan tujuan utama untuk memperkenalkan bahwa di kabupaten Bangka barat juga memiliki komunitas pecinta bonsai yang memiliki kreatifitas seperti wilayah lainnya, disisi lain juga memperkenalkan jenis-jenis pohon yang bisa digunakan sebagai bonsai bahkan berpotensi menjadi bonsai yang bertarap tingkat nasional, dari beragam jenis bahan bonsai seperti Batang sapu-sapu, jeruk kingkit, wahong, sancang, beringin, anting putri, bougenvile dll.

Selain sebagai wadah para penggiat dan pecinta bonsai dalam komunitas tersebut para anggota tetap menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar yang merupakan sumber kekayaan alam yang harus dijaga karena didalam berkarya tanpa harus merusak hutan, dan tetap menjaga sportifitas di dalam bersaing, saling menghargai setiap perbedaan yang ada dan menjalin silahturahmi persaudaaran dalam kesatuan dan persatuan sesama pecinta bonsai se Bangka Barat bahkan se Indonesia.

Setiap tahun Komunitas Bonsai Lestari rutin menggelar kegiatan pameran bonsai di kota Muntok Bangka Barat, seperti dalam rangka memeriahkan acara HUT Kota Muntok ke 285 di pelataran gedung Museum Timah, dan di Kelenteng Kung Fuk Miau pada pameran foto yang bertajuk Potret Boen Toe jilid 2 yang diselenggarakan oleh Heritage of Tionghoa Bangka (HETIKA) pada Desember 2019 tahun lalu dan tentunya apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Bangka Barat bagi Komunitas Bonsai Lestari dalam pameran-pameran yang diselenggarakan. Dengan kegiatan positif ini dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha di bidang perdagangan, bagi para penggiat bonsai dapat menjual bonsainya, para pengrajin wadah (pot) dan trainer bonsai dapat mengembangkan karyanya, serta para penjual bahan- bahan pendukung media tanam dapat mengembangkan usaha mereka. Sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, seni dan budaya, dengan diadakan acara- acara pameran atau kontes bonsai otomatis dapat mendongkrak kunjungan wisatawan lokal maupun asing sebagai penunjang Daya Tarik Wisata (DTW) di Bangka Barat.

Apabila anda penghobi bonsai dan tertarik ingin bergabung atau belajar dengan Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat, serta berminat membeli bonsai bisa langsung menghubungi ketua Komintas Bonsai Lestari Bangka Barat. Bapak Eka Octawianto di nomor telepon : 0812-7256-5832.

Sumber: 
disparbudbabar, Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat, wikipedia.org
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#Komunitasbonsailestaribangkabarat #Komunitasbonsaiindonesia

Kunjungan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke Pesanggrahan Menumbing

Muntok (29/02/20),anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengunjungi Pesanggrahan Menumbing- Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kunjungan tersebut merupakan kegiatan beliau setelah mengikuti acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan di Propinsi Bangka Belitung. Kedatangan Rieke Diah Pitaloka tersebut disambut oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bangka Barat sebagai tuan rumah untuk menjelaskan sekelumit informasi sejarah terkait dengan bangunan sejarah tersebut. 

Kedatangan politisi PDI yang sekaligus aktris pesinetron ini didorong oleh keingintahuannya atas sejarah pengasingan para Tokoh RI yang diasingkan Belanda di Bangka pada 1948-1949. Sambil bersantai dan bercengkrama, beliau menerima informasi yang disampaikan oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, berkeliling bangunan Pesanggrahan Menumbing, dan menikmati suasana senja, memandang kota Muntok dari ketinggian Menumbing di ketinggian 445 Mdpl itu. 

Setelah mengunjungi Menumbing beliau menuju Pesanggrahan BTW Muntok yang berada di tengah Bangka ini. Beliau terlihat terharu dengan perjuangan para tokoh mempertahankan kemerdekaan RI. pada bangunan cagar budaya peringkat nasional ini memang menyimpan foto-foto sejarah pengasingan para tokoh republik, yang mampu menghimpun kenangan tentang jasa besar dan kharisma para pendiri bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. semoga kunjungan ini menjadi penambah semangat dan kekuatan bagi Rieke sekaligus meneguhkan spirit perjuangan para pendiri bangsa dihatinya untuk memperjuangkan suara rakyat di parlemen.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
BHS

Wisata mangrove Tanjung punai

Objek wisata mangrove Tanjungpunai,

Tanjungpunai yang berada di ujung Desa Belolaut Muntok Kabupaten Bangka Barat memiliki kekayaan alam yang cukup indah berupa tanaman Bakau atau mangrove di sepanjang pesisir pantai. Sebagai langkah awal warga setempat bergotong royong merintis membangun jembatan kayu sepanjang 100 meter. sebagai sarana pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan mangrove di lokasi tersebut yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat berharap ke depannya jembatan semakin panjang dan dilengkapi beberapa fasilitas.

dengan adanya objek wisata baru Mangrove ini di harapkan untuk kedepannya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan warga Tanjungpunai .

dan menambah daftar obyek Destinasi Wisata yang ada di Bangka barat selain wisata pantai wisata cagar budaya khususnya Wisata alam.

 

#dinaspariwisatabudayakabbangkabarat
#pariwisatabudayabangkabarat
#explorebangkabarat

#mangrovebangkabarat
#pesonaindonesia
#bangkabelitung

 

 

 

Sumber: 
Parbudbabar
Penulis: 
SAP
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

"Muntok Trail Run 2020" Wisata Pantai Kota Sejarah.

Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, yang terkenal dengan sebutan Kota sejarah akan diramaikan dalam kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism) yaitu lomba lari jejak atau terkenal dengan sebutan Trail Run. Dalam Kegiatan lomba tersebut kawasan Pantai Baturakit akan menjadi titk awal kumpul bagi para peserta olah raga tersebut, Pantai Baturakit merupakan tempat wisata yang di kelola langsung oleh Pemerintah Daerah setempat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat.

Dalam Kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism) tersebut, Dodi Event Organizer selaku pihak penyelengara mengusung tema “ Mentok Trail Run 2020" Wisata Pantai Kota Sejarah , yang diselengarakan pada hari minggu 8 Maret 2020 akan datang, peserta diikuti dari masyarakat umum lokal maupun luar kota, hingga sampai saat ini  ±200 peserta telah terdaftar. Start awal dimulai dari kawasan Pantai Baturakit pukul 07.00 wib. Dengan menempuh jarak ±5 Kilometer dan melewati tempat-tempat wisata yang ada di Bangka Barat, kegiatan ini akan dimeriahkan juga senam aerobik Zumba, parade Dj, live Music, fun game, dan doorprize menarik.

Lari jejak trail run ini merupakan olah raga wisata (sport tourism) yang akan memberikan manfaat kesehatan lebih untuk kaki di bandingkan dengan lari biasa, sebab lari jejak atau trail run menyatu langsung dengan alam dan para peserta nantinya akan diuji kemapuan, staminanya, untuk menghadapi rute-rute di pesisir pantai dan hutan yang terjal Di Bangka Barat sekaligus menambah kesan bagi para peserta selain olah raga juga berwisata.

Bagi masyarakat lokal maupun luar Bangka Barat yang akan mengikut lomba tersebut, siapkan stamina anda dan bisa mendaftarkan diri anda, dengan menghubungi Dodi Event Organizer dinomor telpon: Dodi : 0852 7387 9000, dan Faishal : 0813 7780 2680.

Sumber: 
mentoktrailrun.id
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
mentoktrailrun.id
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Liputan DAAI TV tentang sejarah dan budaya peranakan Tionghoa di Bangka

DAAI TV, sebuah chanel televisi swasta yang sering mengulas dan fokus pada budaya Tionghoa telah melakukan peliputan atas sejarah dan budaya peranakan Tionghoa di Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Bangka Barat, kota Belinyu, Sungailiat, dan Pangkalpinang pada sekitar Bulan Februari 2020 kemarin. beberapa icon peninggalan budaya Tionghoa seperti Rumah Mayor Tjung A Thiam, Klenteng Kung Fuk Miau, perkebunan teh Tayu dan lainnya yang ada di Bangka Barat menjadi bagian dari peliputan mereka. mari saksikan hasil peliputan tersebut yang akan tayang pada hari Minggu tanggal 1 Maret dan Sabtu Tanggal 7 Maret 2020 pukul 17.00 WIB di DAAI TV chanel.

Sumber: 
DAAI TV dan Suwito Wu
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Suwito Wu
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

INFORMASI TEMPAT TUJUAN REKREASI KAB. BANGKA BARAT

12/10/2020 | Disparbud Babar

Berita Terbaru

"Sosialisasi Membangun Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) "Berwisata dengan Bersih, Sehat, Aman dan Berwawasan Lingkungan",

Dalam rangka penguatan kelembagaan masyarakat di destinasi pariwisata dan sekaligus mendukung pembangunan kepariwisataan di masa Adaptasi Kebisaan Baru (AKB), diperlukan penguatan kapasitas pengelola Daya Tarik Wisata (DTW)yang ada di Pulau Bangka.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui (Disbudpar) Babel dan (Dinas PUPR) Babel menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Membangun Pariwisata di Era Adaptasi Kebisaan Baru (AKB),yang mengusung tema "Berwisata dengan Bersih, Sehat, Aman dan Berwawasan Lingkungan", kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari di Hotel Tanjung Pesona Beach Resort, Sungailiat, Kabupaten Bangka (26-27/10)

Kegiatan difasilitasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, melalui Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) periode 2019-2021, yang bertujuan mendukung pembangunan kepariwisataan di Babel, dalam bentuk kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.

Asisten Sekda Babel Bidang Administrasi Umum sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Babel, Darlan, mengatakan, terhitung 1 Juli 2020, Babel telah memberlakukan New Normal (tatanan baru) di bidang pariwisata yang ada di satu Kota dan enam Kab. se-Babel.

“Ini momentum bagi pariwisata Babel, untuk bangkit kembali setelah cukup lama terpuruk akibat pandemi Covid-19 ini, tentunya tetap dengan menerapkan prokes yang ditetapkan Pemerintah,”kata Darlan. Dan menjelaskan bahwa peran pengelola DTW merupakan ujung tombak bagi kemajuan sektor Pariwisata. Untuk itu diperlukan kreativitas dari para pengelola DTW untuk menarik minat wisatawan nusantara dan wisatawan manca negara berwisata ke Babel.hadir Kepala Dinas PUPR Babel yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Pejabat Administrator/Pengawas Disbudpar Babel, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Selatan, sejumlah Perwakilan Dinas Kab. Bangka, Kota Pangkalpinang, Kab. Bangka Tengah, Kab.Bangka Barat,Pengelola Desa Wisata, Pengelola HKm, Pokdarwis dan unsur terkait lainnya.***

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Tags: 
#Sosialisasi Membangun Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) | Sehat | Aman dan Berwawasan Lingkungan

"Penanaman Trumbu Karang Pantai Baturakit"

Muntok, Aliansi Pemuda Bangka Barat yang terdiri dari gabungan organisasi Tuan Muda, Organisasi Kepemudaan Pemuda Panca Marga (PPM), Pemuda Katholik, GP.Ansor, HIPMI, RAPI, dan EDC, tanam sejumlah terumbu karang buatan disela hamparan bebatuan Pantai Baturakit Kec. Muntok Kab. Bangka Barat. Prov. Kep. Bangka Belitung pada Rabu siang (28/10).

Hadir dalam acara kegiatan yaitu Pjs. Bupati Bangka Barat, Kapolres Bangka Barat, Kepala Dikpora Bangka Barat, Danpos AL Kec. Muntok, Kasat Airud Muntok, Kapolsek Muntok, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Bangka Barat, Kasi Intel Kejari Bangka Barat, Ketua HIPMI Bangka Barat, Ketua Pelaksana Kegiatan dari PPM, Ketua KPU Bangka Barat, Ketua Bawaslu Bangka Barat, Komisioner KPU Bangka Barat, Kepala Dinas Parbud Kab. Bangka Barat.

Kegiatan acara penanaman terumbu karang buatan tersebut merupakan rangkaian deklarasi damai pemilukada yang dikemas dengan upacara singkat dipelataran lapangan futsal Pantai Baturakit, dengan adanya deklarasi tersebut diharapkan pada pemilu di Kab. Bangka Barat ini menjadi pemilu yang aman, damai, sejuk serta kondusif, terutama dalam memilih pemimpin dan wakil rakyat, ditandai dengan penandatanganan komitmen diawali oleh Bawaslu dan diikuti oleh Forkopimda dan perwakilan seluruh elemen masyarakat dan di akhiri dengan acara puncak yaitu dengan penananam sejumlah terumbu karang buatan.

“Upaya penananam terumbu karang buatan di Pantai Baturakit ini selain merehabilitasi lingkungan laut juga mendukung program pemerintah tentang kemaritiman, dan memilih Pantai Baturakit agar mudah dalam pengawasannya, ya kita harus menjaga alam kita secara bersama tidak hanya dari dinas terkait saja dalam penjagaan, Ia mengatakan kegiatan penanaman terumbu karang buatan ini sebagai upaya melestarikan kelestarian habitat laut di kawasan Pantai Baturakit, agar dapat berkembang biak untuk sarang- sarang biota laut seperti ikan dll, dan setelah penanaman ini kedepannya akan kita tebar ikan nemo, selain merehabilitasi juga membantu Pemerintah Daerah dalam mengolah potensi daya tarik wisata tentunya wisata bahari snorkeling” ungkap salah satu anggota PPM Bangka Barat.***

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Editor: 
Nov@
Tags: 
#trumbukarangpantaibaturakit #wisatabahari #dayatarikwisatamuntok

"92 Api Obor Terangi Pesanggrahan BTW ( Banka Tin Winning) Muntok"

Muntok. Dalam Rangka memperingati Sumpah Pemuda ke- 92, Komite Nasional Indonesia (KNPI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Malam Refleksi Sumpah Pemuda dan Lawatan Sejarah Perjuangan Bangsa yang dilaksanakan di Pesanggrahan BTW ( Banka Tin Winning) Kec. Muntok Kab. Bangka Barat, Prov. Kep. Bangka Belitung, dengan menyalakan api obor berjumlah 92 pada puncak acara itu, Selasa malam (27/10).

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari acara pada siangnya yang dilaksanakan di Pesanggrahan Menumbing dengan melantik dan mengukuhkan para anggota Komite Nasional Indonesia (KNPI) Bangka Barat, Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bangka Barat Periode 2020 - 2023.

Dengan semangat kebangsaan besar para pemuda KNPI se Bangka Belitung hadir pada Malam Refleksi Sumpah Pemuda, Dihadiri pejabat petinggi Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah, PJS Bupati Bangka Barat, Danrem, Danlanal, Kajati, Petinggi Polda Babel, Kapolres Bangka Barat, Kepala Disbudpar Provinsi, Kepala Disparbud Babar,Tokoh pemuda, dan juga anggota Paskibraka dan Pramuka se-Kabupaten Bangka Barat turut andil pada bagian acara sakral malam itu, di buka dengan orasi sumpah serapah pemuda bersama penggiat seni Bangka Barat yang tergabung dalam komunitas Dewan Kesenian Bangka Barat mereka mempesembahkan sebuah karya lakon puisi pada malam itu.

Pesanggrahan BTW( Banka Tin Winning) yang merupakan cagar budaya terletak di Kab. Bangka Barat salah satu aset peninggalan sejarah pada masa Kolonial Belanda, tempat yang mempunyai segudang cerita sejarah pada zaman perjuangan para pendahulu kita, momentum Refleksi Sumpah Pemuda ke- 92 dan Lawatan Sejarah ini patut digaungkan di Pesanggrahan BTW ( Banka Tin Winning) semangat perjuangan para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan, dan harus dijadikan semangat bagi pemuda , dimana kaum pemuda harus meneladani ungkapan Proklamator Soekarno Hatta dalam membangun bangsa yang menjadi tugas para pemuda. dan pentingya mengingatkan kembali kepada kita semua terhadap semangat juang para Tokoh Republik Indonesia berjuang demi Tanah Air Indonesia.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Tags: 
#sumpahpemuda92 #refleksisumpahpemudabangkabarat92 #muntokkotasejarah

Pesanggrahan Menumbing Saksi Pengambilan Sumpah Kepengurusan KNPI 2020- 2023

Muntok (27/10).Pesanggrahan Menumbing Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat. Prov. Kep. Bangka Belitung, menjadi saksi Pelantikan anggota KNPI Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Bangka Barat periode 2020- 2023,

Dalam Pelantikan tersebut hadir kurang lebih sejumlah 100 tamu undangan dan tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19.

Dihadiri Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Prov. Kep. Bangka Belitung; Muhammad Irham, Ketua KNPI Bangka Barat; Riandi dan juga beberapa Pejabat Pemerintah Daerah Bangka  Barat.

Setelah pembukaan selesai, berlanjut  kepada pelantikan sekaligus pengukuhan jabatan kepengurusan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan secara bersamaan.

KNPI adalah mitra pemerintah adalah organisasi terdepan dalam pembinaan dan pembangunan pemuda, yang mewadahi organisasi pemuda, haruslah menjadi organisasi yang visioner, kuat, mengakar dan komunikatif, dan semoga setelah dilantiknya para pengurus yang menyandang jabatan dapat menjalankan visi dan misi dalam kebersamaan KNPI Bangka Barat dan membangkitan pemuda milleneal yang berdedikasi di Kabupaten Bangka Barat.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
nov@

"Pelatihan Manajemen Homestay Kab. Bangka Barat 2020"

 

Muntok(22/10), Pemerintah Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat (Disparbud), Melalui Bidang Pemasaran Pariwisata, melaksanakan Pelatihan Manajemen Homestay 2020 (Dak non fisik Kab. Bangka Barat Tahun 2020) mengangkat tema"Sinergitas Pembangunan Kepariwisataan Berbasis Homestay di tengah Pandemi Covid-19".

Kegiatan Pelatihan Homestay ini berlangsung selama tiga hari dimulai pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2020.

Pada pembukaan Pelatihan hadir Pjs. Bupati Bangka Barat ; Drs. Sahirman, M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat; Drs. Rozali, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Dan Kebudayan; Romi’at. Dan dihadiri sebanyak empat puluh peserta dari Kab. Bangka Barat terdiri dari pemilik Homestay dan calon Homestay di Kab. Bangka Barat, dihadirkan empat narasumber ; Ketua PHRI Pangkal Pinang; Sumiati, pemilik Homestay Desa Wisata Tanjung Tinggi Belitung; Jumhadi, Asita Bangka Barat; Henri Hermawan, Kasi Promosi Wisata Disparbud; Lova Oktavia Putri, Mpar. Dan di dampingi juga para alumni Bujang Dayang Bangka Barat sebagai moderator.

Diharapkan dalam kegiatan Pelatihan Homestay 2020 ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterempilan Sumber Daya Manusia(SDM) dalam pengelolaan Homestay, baik dari segi pelayanan dasar, pengetahuan umum, maupun manajemen operasional bagi para pelaku industri pariwisata, terutama masyarakat lokal yang berada disuatu daya tarik wisata. Karena hal tersebud akan mendukung dan meningkatkan kualitas destinasi pariwisata serta menciptakan daya saing disektor pariwisata dan juga meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat lokal di Bangka Barat.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@

Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) 2020, “Membincangkan Sejarah Lokal”

 

Muntok (21/10). Pemerintah Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat (Disparbud) dukung Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) 2020, dengan mengusung tema “Membincangkan Sejarah Lokal” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 19-21 Oktober 2020 dan dilaksanakan secara daring virtual diruang rapat Disparbud.

kegiatan Laseda ini merupakan rencana yang diseleggarakan oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau sejak Maret 2020 lalu, dengan mengajak para siswa-siswi berkunjung ke Kab. Bangka Barat, Muntok Kota sejarah, meliputi 1. Museum Timah, 2. Rumah Mayor, 3. Masjid lamik,4. Kelenteng Kung Fuk Miaw, 5. Pesanggrahan Muntok, namun karena pandemi covid-19 rencana kegiatan berkunjung ditunda dan dilaksanakan secara daring virtual.

Pada kegiatan Laseda hari pertama di awali dengan pembekalan materi oleh Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat (Disparbud) Bambang Haryo Suseno dan Khairul Amri tokoh sejarah Kota Muntok, hari kedua lomba penulisan sejarah lokal, hari ke tiga Gebyar Seni Bernuansa Sejarah Lokal.

Di ikuti kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari siswa/siswi SMA/SMK/MA yang berasal dari; SMK Multi High School Batam, SMAN 1 Karimun, SMAN 1 Namang Bangka, SMAN 3 Kota Jambi, SMA Islam As-Shofa Riau, SMAN 1 Parit Tiga, SMA Negeri 1 Muntok, SMK Muhammadivah, SMK Bina Karya 2 Muntok, MAN 1 Muntok,

Acara tersebut juga dipandu dengan pemandu lapangan; M. Ferhad ,Rizal Abu Bakar, Agung Purnama, dengan tim juri; Suwito, Marhein Wijayanto, Sudarni.

Lawatan Sejarah Daerah (Laseda) merupakan salah satu kegiatan metode pembelajaran bagi generasi muda, khususnya terkait dengan bidang kesejarahan, dilaksanakan dengan cara melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi bersejarah pada umumnya, serta bertemu atau berdialog langsung dengan narasumber lapangan yang mengetahui atau terlibat langsung dalam peristiwa sejarah.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

"Peresmian Kampung Bahari Desa Sukal bangkitkan perekenomian dan Daya Tarik Wisata Bahari Bangka Barat."

Sukal- Belo Laut. Peresmian Kampung Bahari Nusantara Desa Sukal turut bangkitkan sektor kepariwisataan wisata alam dan bahari di Kab. Bangka Barat. Peresmian Kampung Bahari Nusantara yang merupakan pencanangan langsung dari Lanal Babel dan nantinya dibina langsung oleh Lanal Babel, acara dihadiri Gubernur Babel; Erzaldi Rosman, dihardiri Danlanal Provinsi Kep. Bangka Belitung, perwakilan Dandim, Perwakilan dari Kejari Bangka Barat, Camat Muntok, Kades Belo Laut, perwakilan PT. Timah, perwakilan PT. WIKA, Perwakilan dari Syahbandar, serta Perwakilan dari KNPI Bangka Barat pada Senin (19/10).

Acara Peresmian Kampung Bahari Nusantara secara simbolis dengan penyerahan bantuan dari pihak Lanal berupa 1 buah mesin 15 PK kepada nelayan, serta 10 buah viber ikan, Life Jacket beserta masker, serta bantuan paket sembako kepada warga nelayan.

Terpilihnya Desa Sukal Belo Laut sebagai Kampung Bahari Nusantara, karena memiliki potensi sangat besar sebagai penghasil kerang di Kab. Bangka Barat, selain itu dari hasil tangkapan nelayan laut berupa ikan, udang, dan kepiting pun sangat luar biasa, .selain itu hutan Mangrove nya yang tersebar dipesisir sungai dan pantai selain sebagai daya tarik wisata alam juga dapat menjadi edukasi sekolah- sekolah, kesehatan, ketahan pangan bagi warga sekitar dan masyarakat Bangka Barat dan juga sebagai tempat pengembangan budidaya Kepiting Bakau.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Kerajinan tangan KSM bank sampah “sepakat”, Desa Air Limau dukung Daya Tarik Wisata Bangka Barat

Air Limau- Bangka Barat. Salah satunya Kerajinan tangan Desa Air Limau KSM bank sampah “sepakat” menjadi daya tarik bagi Ibu- ibu PKK Desa Kurau Barat, Bangka Tengah untuk berkunjung melakukan Study Banding ke Desa air Limau pada Kamis siang (02/10).

Kurang lebih sebanyak 20 perserta mereka datang terdiri dari Ibu- ibu PKK bersama Staf Pemdes Kurau Barat, Bangka Tengah. Mereka mendapatkan materi tentang "manajemen bank sampah", edukasi pembuatan kerajinan tangan KSM bank sampah sepakat seperti aneka ; Tas, tempat Tisu,Tempat Air Minum, Tudung Saji.

Pada kesempatan kunjungan itu Mexidiansyah selaku Sekretaris Desa “Berharap dengan kunjungan mereka dengan study banding dapat menambah pengetahuan tentang manajemen bank sampah berskala Desa. Selain sebagai model percontohan kepada masyarakat, tentang pengolahan mengurangi sampah plastik, juga upaya meningkatkan kepedulian masyarakat bersama untuk menyadari bahwa, limbah sampah plastik seperti botol minuman dapat berguna dan bernilai ekonomis, dan juga dapat membantu perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran dipedesaan. Dan pastinya turut mendukung kepariwisataan di Bangka Barat, KSM bank sampah “sepakat” ini sebagai salah satu daftar paket wisata di Desa Air Limau di Kec. Muntok, Bangka Barat ini ”pungkasnya..(***)

------------------

Air Limau-West Bangka. One of handicraft in Air Limau village by KSM (Civil Society Group) "Sepakat" garbage bank attracts women of PKK (Family Walfare Movement) of West Kurau Village, Central Bangka Regency to visit and to have comparative study to Air Limau village on Thursday noon (2/10).

At least 20 participants came which is divided into women of PKK and local government staff of West Kurau Village, Central Bangka Regency. They got material "garbage bank management" and education to make handicraft with KSM  Sepakat garbage bank  such as bag, tissue box, drink container, and food cap.

In that occasion, Mexidiansyah as secretary said that "Hopefully this comparative study could add new knowledge about garbage bank management in village level. Beside to be a model for community in managing and reducing plastic trashes, it is an effort to increase people awareness that plastic trash as like bottle has economic value and could help people's economy and reduce unemployment in the village. It is also support tourism in West Bangka that KSM (Civil Society Group) "Sepakat" garbage bank is on the list of tour package to Air Limau Village of Muntok District, West Bangka Regency".(***)

Sumber: 
Disparbud Babar-Pemdes Air Limau
Penulis: 
SAP- Mexi | Mira- translate to inggris
Fotografer: 
Mexi
Editor: 
Nov@
Tags: 
#Desaairlimau #Kecamatanmuntok

Penutupan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Tahun Anggaran 2020 berlangsung di De’locomotief Tongaci Beach Sungailiat Bangka.

Sungaliat- Bangka(30/09). Sebanyak 40 peserta Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Tahun Anggaran 2020  (DAK Non fisik Kab. Bangka Barat TA 2020) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat terdiri dari perwakilan Kelompok Sadar Wisata ( Pokdawis) dan juga perwakilan dari Staf Desa mengunjungi De’locomotief  Tongaci Beach Sungailiat Bangka.

Mereka sangat antusias mengikuti seminar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata ini, selama tiga hari dimulai pada hari pertama dan kedua Senin- Selasa tanggal (28- 29 ) kegiatan diisi dengan materi yang diulas langsung oleh para narasumber di ruang Meeting Room Pasadena Hotel, dan pada hari ketiga hari Rabu (30/09) mereka juga mendapatkan materi langsung dari pihak pengelola De’locomotief Tongaci Beach, Edo Firdaus selaku Manager HRD, sekaligus tentang penjelasan tata kelola pada Daya Tarik Wisata tersebut.

De’locomotief Tongaci Beach merupakan salah satu destinasi wisata di Pulau Bangka, dengan berbagai macam wahana atraksi dan berbagai macam fasilitas lainnya akomodasi, dan hewan yang dilindungi sekaligus tempat edukasi.

Pada kegiatan acara Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata ini para peserta sangat mengapresiasi, salah satunya ungkap Pokdarwis dari Dsa Pelangas Rachman, “kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Bangka Barat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah mengundang kami untuk berkumpul bertemu langsung dalam kegiatan Pelatihan Tata Kelola ini, dengan dengan dihadirkan beberapa Narasumber dan penggiat wisata Desa lainnya, selain memberikan wadah bagi kami para penggiat wisata juga dapat saling tukar pikiran dan juga sebagai ajang silahturahmi yang merujuk pada Tema” Terwujudnya Daya Tarik Wisata Bangka Barat Yang Berdaya Saing Berlandaskan Semangat Gotong Royong” dengan semangat gotong royong kita dapat membangun wisata bersama dan semoga kedepanya daya tarik wisata di Kabupaten Bangka Barat dapat terus berkembang dan dikenal hingga luas tidak hannya di lingkup Pulau Bangka saja” ungkap Rachman.

 

 

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@

Tim indentifikasi Monitoring dan Evaluasi ( Monev)  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata( Disbudpar) Prov. Kep. Bangka Belitung kunjungi Bukit Penyabung.

Pelangas- Simpang Teritip (29/09). Tim indentifikasi Monitoring dan Evaluasi ( Monev)  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata( Disbudpar) Prov. Kep. Bangka Belitung kunjungi Bukit Penyabung.

Bukit Penyabung merupakan salah satu  Daya Tarik Wisata unggulan yang ada di Desa Pelangas, Kec. Simpang Terip,  Kab. Bangka Barat yang menyajikan keindahan alami alamnya, keanekaragaman batu Geopark dan Geodiversity dan keanekaragaman flora dan fauna ( Bio diversity) dan juga Culturaldiversity keunikan kebudayaannya.

Pada kegiatan identifikasi Monitoring dan Evaluasi ( Monev) Disbudpar dilapangan meliputi; Bidang sumber daya manusia dan ekonomi kreatif, Bidang Destinasi, Kesekretariatan, Kasubag Umum,  Bidang Pemasaran Promosi dan dikoodinir langsung oleh  Rudy Mahardy yang  menjabat selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Babel.  Didampingi langsung oleh pokdarwis Desa Pelangas setempat, Kasi Perecanaan dan pemanfaatan hutan KPHP Rambat Menduyung Ardianeka, dan juga tim Pemasaran Disparbud Kab. Bangka Barat.

“Kegiatan kunjungan indentifikasi Monitoring dan Evaluasi ( Monev) ini merupakan tahapan pertama dengan 10 Daya Tarik Wisata di Bangka Belitung termasuk Kab. Bangka Barat diantaranya, Bukit Penyabung dan Pantai Jerangkat, diharapkan dengan indentifikasi dapat mecari potensi  dan kelemahan dari daya tarik wisata tersebut dan nantinya dievaluasi  menjadi sebuah perencanaan dan penganggaran dana dan juga diharapkan dengan kerjasama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah serta  masyarakat, kelompok atau penggiat pariwisata harus saling mendukung agar kedepannya dalam pengembangan Potensi Daya Tarik Wisata tetap berlanjut ” ungkap Sekretaris Disbudpar.(***)

-------------------------------------------------------

Pelangas-Simpang Teritip (29/9). Identification team of Monitoring and Evaluation (Monev) of Culture and Tourism Service (Disbudpar) Bangka Belitung Archipelago Province has visited Penyabung Hill.

Penyabung Hill is one of the leading tourist attractions in Pelangas Village, Simpang Teritip District, West Bangka Regency. It provides natural beauty and stone of Geopark variety (Geo diversity), flora and fauna variety (Bio diversity), and so the uniqeness of culture (Cultural diversity).

Identification activity of Monitoring and Evaluation (Monev) of Disbudpar on the field included; Human Resource and Economy Creative Sector, Destination Sector, Secretariat, Head of General Subdivision, and Marketing Promotion Sector that coordinated directly by  Rudy Mahardy as Secretary of Culture and Tourism Service (Disbudpar) Bangka Belitung and accompanied by local tourism activist (Pokdarwis), Chief of Planning and Forest Utilization of KPHP Rambat Menduyung Ardianeka, as well as Marketing team of Disparbud West Bangka Regency.

“This visiting is an identification activity of Monitoring and Evaluation (Monev) which is first stage of ten tourist attractions in Bangka Belitung included West Bangka such as Penyabung Hill and Jerangkat Beach. The identification expected to discover the strong and weakness of those and further could be evaluated as a plan and fund estimation. Collaboration between Provincial Government, Local Government, the community, and tourism activist is expected to support to each other, so in the future the development of tourist attractions could be continued” said Secretary of Disbudpar.(*** MIRA)

 

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP | Mira- translate to inggris
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Penandatangan nota kesepakatan bersama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dengan instansi vertical di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

Muntok (14/09), Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kab. Bangka Barat: Bambang Haryo Suseno, dan Kabid Pemasaran Pariwisata (DISPARBUD) Kab. Bangka Barat: Romi’at hadiri undangan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) antara Pemkab Bangka Barat dengan Instansi vertical di linkungan Pemkab Bangka Barat di Ruang I Sedta Kab. Bangka Barat.

Perihal penandatangan nota kesepakatan bersama (MoU) tersebut, adalah kesepakatan antara Pemkab Bangka Barat dengan Kementrian Agama Bangka Barat dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, dan Kejaksaan Negeri Bangka Barat tentang kesepakatan antara Pemkab Bangka Barat dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan.

Penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU)  tersebut dilakukan oleh Bupati Bangka Barat; Markus, SH,selaku Bupati Bangka Barat didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Bangka Barat; Drs. Rozali.  Dan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat; Helena Octavianne, Kepala Kementrian Agama Kab. Bangka Barat; H. Syarifudin, dan Kepala OPD lainnya dilingkungan Pemkab Bangka Barat.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@

Senja season II BDBAR akan mengunjungi Ibu Selemi

Muntok(04/09), Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR) akan melaksanakan aksi kegiatan yaitu Senja season II, kegiatan aksi ini akan di laksanakan pada hari Minggu (06/09/), di Desa Ahoy, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Adapun kegiatan aksi tersebut bertujuan untuk menemani massa senja kaum lansia yang jauh dari keluarga sekaligus menyalurkan bentuk sumbangsih kepada beliau yaitu ibu Selemi  

"Ibu Selemi adalah seorang wanita paruh baya yang tinggal sebatang kara di sebuah gubuk sederhana dan diterangi penerangan lampu pelita, selain itu dengan keterbatasan fisik satu kaki dan tangan beliau tidak berfungsi dengan baik, beliau tidak bisa berjalan seperti manusia normal lainnya. Walaupun memiliki keterbatasan, beliau adalah sosok yang kuat, ikhlas dalam menjalani kehidupan, beliau tinggal sendirian dan mencari nafkah hanya dari berjualan kelapa muda di halaman rumahnya” tutur Agung Purnama.

Mari berdonasi bersama Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR) sedikit menyisihkan sebagian harta kita kepada orang yang lebih membutuhkan disekitar kita dalam mencukupi kehidupan Ibu Selemi. Mari berdonasi bersama Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR), menerima segala bentuk donasi yang anda berikan, donasi yang anda berikan terakhir pada tanggal 5 September 2020. untuk penyaluran donasi  bisa menghungi ke nomor +62 821 7942 4273 Agung Purnama selaku kordinator Ikatan Bujang Dayang Bangka barat (BDBAR).

 

Sumber: 
BDBAR- Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@

Bupati Bangka Barat Markus, SH. Hadiri Perayaan Sembahyang Rebut di Kelenteng Kung Fuk Miau

Muntok(03/09), Bupati Bangka Barat Markus, SH. Hadiri Perayaan Sembahyang Rebut di Kelenteng Kung Fuk Miau Kecamatan Muntok, Kabupaten. Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada hari Rabu malam (02/09).

Bupati Bangka Barat hadir didampingi beberapa pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat diantarannya; Drs. H. Rozali Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Antoni Pasaribu, S.Pd; Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan SDM Daerah Kab. Bangka Barat, Drs. Yusuf Yudono; Kepala Badan Kesbangpol Kab. Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, SH; Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan Sukandi, S.Pd.I; Camat Muntok dan disambut langsung oleh pihak Panitia Perayaan Sembahyang Rebut Kelenteng Kung Fuk Miau.

Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan) di Kelenteng Kung Fuk Miau merupakan perayaan tahunan salah satu tradisi umat Konghucu dilaksanakan setiap bulan ketujuh kalender Tionghoa. Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan) tidak hanya dilaksanakan di Kelenteng Kung Fuk Miau Kecamatan Muntok saja, di Kecamatan Parittiga. Kecamatan Simpang Teritip Kelenteng yang tersebar di seluruh Pulau Bangka juga melaksanakan Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan)ini.

Permerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Perayaan Sembahyang Rebut (Chit Ngiat Pan) di Kelenteng Kung Fuk Miau ini juga terdaftar dalam Kalender Event Seni dan Budaya, sebagai daya tarik wisata religi di Kabupaten Bangka Barat dalam melestarikan nilai-nilai luhur adat istiadat secara turun temurun.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@

Penginapan Bunga Low Fort Nugent Taman Batu Rakit.

Bunga Low Fort Nugent Taman Batu Rakit. Jika anda ingin belibur bersama keluarga dengan tujuan Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat. Prov. Kep. Bangka Belitung pastikan anda bermalam menginap di Bunga Low Fort Nugent. Bunga Low Fort Nugent beralamatkan di Jl. Raya Tanjung Kalian ± 300 meter sebelum Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian Ferry ASDP Indonesia.

Bunga Low Fort Nugent berjumlah 4 buah rumah, dengan bentuk yang sama masing- masing mempunyai satu kamar, dengan dilengkapi fasilitas Ac, Tv, Kulkas, dan juga tersedia komporgas di bagian dapur apabila anda ingin memasak sendiri, satu kamar dengan tempat tidur yang nyaman juga tersedia tambahan Ekstra Bed menjadikan kenyaman liburan anda akan terasa bahagia bersama keluarga. Dan apabila anda tidak sempat memasak, didaerah sekitar juga terdapat warung terdekat di seputaran terminal pelabuhan yang juga menyediakan masakan hidangan siap saji berdekatan dengan Bunga Low Fort Nugent .

Bunga Low Fort Nugent selain berdekatan dengan  Pelabuhan Tanjung Kalian,  juga berdekatan dengan lokasi Daya Tarik Wisata Pantai, antara lain; Pantai Batu Rakit terdapat wahana permaian anak-anak, sunrise yang indah dipagi hari dengan sajian kuliner otak-otak, kelapa muda,  Pantai Tanjung Kalian yang terkenal dengan Menara Mercusuarnya juga tersedia jajanan kuliner otak-otak, kelapa muda, Pantai Batu Berani dengan ke elokan sunsetnya disaat sore hari dan kuliner otak-otak, kelapa muda, anda cukup berjalan kaki ±10 Menit dari Bunga Low Fort Nugent untuk sampai diantara pilihan lokasi Daya Tarik Wisata Pantai tersebut. Dan juga anda dapat berwisata lainnya yaitu wisata sejarah seperti; Pesanggrahan Menumbing, Wisma Pesanggrahan BTW,  Museum Timah Muntok Indonesia dan masih banyak lainnya.

Jadi tunggu apalagi, jadwalkan liburan anda nikmati bersama keluarga anda tercinta, cukup membayar penginapan Rp. 350.000,.

Untuk Info sewa anda bisa menghubungi di nomor telepon: 0853- 8444-0396/ 0878-9862-5636

Sumber: 
Disparburbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Bupati Bangka Barat Markus hadiri Perayaan Upacara Sembahyang Rebut Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat.

Muntok(01/09), Pelaksanaan Sembahyang rebut di Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok Kab. Bangka Barat dihadiri Bupati Bangka Barat Markus, S.H berserta jajaran Asisten Sekda Drs. Rozali dan Bambang HS selaku Plt. Kepala Dinas Pawisata dan Kebudayaan.

Sembahyang rebut atau yang sering disebut dengan sembahyang"CHIT NGIAT PAN" merupkan salah satu warisan budaya Tionghoa yang secara turun temurun masih dilaksanakan dan dilestarikan oleh generasi penerusnya, seperti halnya di Dusun Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kec. Muntok. Acara adat dan agama ini juga rutin dilaksanakan setiap tahunnya di Kelenteng' Nam Hoi Kung Miao" oleh warga setempat.

Prosesi perayaan sembahyang rebut di Dusun Tanjung Ular Desa Air Putih Kec. Muntok dilasanakan secara khidmat oleh warga Tionghoa. Secara bergantian mereka membakar dupa diatas lilin yang telah menyala, lalu menuju meja selanjutnya untuk memanjadkan Do'a didepan salah satu meja yang telah tersedia. lalu menancapkan dupa tesebut di wadah yang telah disediakan.

Perayaan sembahyang rebut dilaksanakan Setiap tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek, yang dikenal dengan Chit Ngiat Pan (sembahyang pertengahan bulan ke tujuh Imlek ) atau Sembahyang Rebut ( Chiong Shi Ku ), dan diyakini  oleh warga Tionghoa pada penanggalan tersebut pintu akhirat terbuka ( Khoi Kui  Mun).

Dan seluruh arwah akan turun ke bumi sejak permulaan bulan ke tujuh. Diantara arwah tersebut, ada yang bergentayangan dalam keadaan terlantar, sehingga mereka sangat membutuhkan persembahan makanan. Arwah yang terlantar ini karena tidak memiliki keturunan, meninggal tidak wajar, dan meninggal dalam kurun waktu lama (generasi lanjut  tidak kenal dan tidak memberi persembahan).

Pelaksanaan sembahyang rebut selain dapat mendukung promosi pariwisata di Bangka Barat juga menjadikan sembahyang rebut ini sebagai salah satu wisata religi. Dan diharapkan kita dapat melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat memperkaya budaya bangsa khususnya Kabupaten Bangka Barat.

 

 

 

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
Nov@

Sidang pendaftaran usulan cagar budaya

Muntok(28/08), Sidang pendaftaran usulan cagar budaya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi. Kep. Bangka Belitung, dilaksanakan secara daring/ online dijadwalkan selama dua hari dimulai Kamis dan Jumat tanggal 27- 28 Agustus 2020. Bertempat di ruang rapat Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Kab. Bangka Barat( DISPARBUD).

Tim Pendaftaran Cagar Budaya Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mengusulkan enam cagar budaya, diantaranya Bangunan Gudang Kuning, Pelabuhan Lama Muntok, Struktur Benteng Kute Seribu, Bangunan Eks. Rumah Residen, Benda Mobil BN10. Struktur Bangunan Benteng Kota Tempilang, 

Sidang dilaksanakan bersama oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kab. Bangka Barat dan diketuai oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S. T., M. Sc., Ph. D (Universitas Indonesia) dengan anggota tim yang berasal dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, serta Tim Ahli Cagar Budaya Bangka Barat ; Chairul Amri Rani, M. Eng, Bambang Haryo Suseno, dan Arnol Feryari, S. AP.

Pelestarian Cagar Budaya merupakan upaya untuk mempertahankan warisan budaya bangsa yang tersebar di wilayah negara Indonesia maupun yang berada di luar negeri. Pelestarian ini merupakan realisasi amanat Undang-Udang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 untuk menjaga kekayaan yang tersimpan di darat, air, dan udara. Pelestarian yang semula dipahami secara sempit hanya sebagai upaya pelindungan, kini diperluas tidak saja untuk maksud tersebut tetapi terkait juga dengan upaya pengembangan dan pemanfaatan. Perluasan pemahaman ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa tidak satu pun unsur dari pengertian pelestarian itu yang berdiri sendiri, melainkan merupakan sebuah kesatuan yang saling mempengaruhi tanpa dapat dipisahkan.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya menegaskan bahwa Cagar Budaya adalah benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, agama, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dan bersifat rapuh serta mudah rusak. Oleh karena itu harus dikelola secara tepat supaya dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan karena Cagar Budaya yang bersifat kebendaan (tangible) mengandung informasi (intangible) serta nilai-nilai yang penting untuk memahami masa lalu yang pengaruhnya masih dirasakan hingga sekarang dalam kehidupan sehari-hari. Pemikiran ini menempatkan Cagar Budaya sebagai unsur penting dalam proses pembentukan kebudayaan bangsa dan identitas nasional di masa yang akan datang. Sebagai sumber yang rentan terhadap perubahan lingkungan karena usianya yang tua, Cagar Budaya perlu dijaga keberadaannya supaya tidak rusak, hancur, atau musnah. Diharapkan dengan mempertahankannya generasi mendatang mempunyai kesempatan untuk memberikan apreasi atas tahap-tahap kemajuan budaya yang pernah dicapai oleh pendahulu mereka.

Sumber: 
Disparbud Babar- Undang- undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Pameran Bonsai Disparbud Babar Rayakan HUT RI KE- 75

Muntok- Bangka Barat, masih dalam suasana kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat menggelar pameran bonsai, pameran dimulai hari Senin(24/08).

Pameran bonsai bertempat dipelataran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat, pameran tersebut rencana akan digelar hingga 10 hari kedepan dengan mengusung tema” pameran bonsai pegawai Disparbud Babar Hut RI ke 75 ” dengan menampilkan 75 bonsai karya dari pegawai Disparbud Babar, bonsai yang di pamerkan pun beragam jenis seperti: beringin, wacang(wahong sancang), jeruk kingkit, sapu-sapu, bougenvile, cemara.

Dalam momentum pameran ini, selain berpartisipasi dalam memeriahkan HUT RI ke-75 juga sebagai ajang silahturahmi bagi para pegawai Disparbud dikantor maupun pegawai yang bertugas dilapangan.

Dan kedepan apabila tidak ada halangan akan menggandeng para komunitas pecinta bonsai Kab. Bangka Barat menggelar pameran ditempat wisata yang dikelola Disparbud, meliputi Pesanggrahan Menumbing atau Pantai Baturakit untuk memacu daya tarik wisatawan serta wadah bagi para penggiat bosai, bagi pengunjung wisatawan selain berwisata alam, sejarah, dan pantai, wisatawan juga disuguhkan keindahan dan keunikan bonsai- bonsai hias nantinya.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Ajudan Presiden RI kunjungi Pantai Jerangkat

Jebus (09/08), Ajudan presiden RI. Kolonel (inf) Rudy Saladin kunjungi pantai Jerangkat yang terletak di Desa Ketap, Kec. Jebus. Kab. Bangka Barat, Provinsi Kep. Bangka Belitung (Babel).  Kunjungan tersebut hanya sekedar berlibur bersama keluarga  menikmati  potensi Daya Tarik Wisata di Bangka Barat.

Kedatangan Kolonel (inf) Rudy Saladin didampingi oleh Dandim 0431 Bangka Barat letkol (inf) Agung Wahyu Perkasa. Disambut oleh Sekretaris Kantor Desa ketap: Deni yang juga merangkap selaku ketua (Pokdarwis Jebung Ketap), staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat bidang pengembangan Detinasi; Heriyandi dan juga Bidang Pemasaran; Romi’at.

Kurang lebih 1 jam Kolonel (inf) Rudy Saladi  berada dipesisir pantai jerangkat ini, bersama rombongan setelah menyusuri pantai, Ajudan Presiden ini berdikusi kecil bersama perangkat Desa setempat mengenai pengembangan potensi Daya Tarik Wisata pantai ini.

Beliau pun menilai “bahwa pantai jerangkat ini memiliki potensi besar untuk di kembangkan, tetapi perlu dilakukan terutama peningkatan akses jalan untamannya, dari jalan tanah yang bergelombang dan becek saat hujan sepanjang 15km ini, dan juga perlu adanya pengembangan pendukung agar wisatawan dapat lebih menikmati pantai ini seperti paket wisata, snorkeling selam, memancing, hiking, camping agar segera terealisasi' Ungkapnya.

Dengan adanya wacana tersebut  beilau akan menyampaikan dan membicarakan hal tersebut ke tinggkat pusat khususnya ke Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif, dan diharapkan juga dari pihak pemerintah Kab. Bangka Barat agar perlu menyampaikan melaui besurat ke kemenkraf terkait rencana tersebut dan diharapkan juga perlu dukungan dari masyarakat lokal Bangka Barat.

Pantai Jerangkat yang saat ini sedang viral di media sosial dikalangan anak muda tentunya menjadi sorotan publik, bahkan hingga dikalangan orang tua pun juga penasaran ingin menapaki dihamparan pasir putih pantai Jerangkat ini, selain pantai indah juga disuguhkan Gua Guntur konon cerita goa tersebut bekas tempat persembunyian para tawanan saat perang dunia dan juga keindahan pulau Tenung yang indah dengan biaya menuju lokasi tersebut dengan tarif Rp20.000/orang pengunjung puas untuk berwisata.

 

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Ayo Ke Bangka Barat
Editor: 
NOV@

Kedai Batok 77 handycraf unik menarik

Jebus(10/08),  Kreatifitas dari seseorang bisa lahir dari mana saja. Begitu pula dengan sosok Herman Arbain saat tim Ayo ke Bangka Barat mengunjungi lapaknya berlokasi di pinggir Jl. Raya Jebus bersebelahan langsung dengan lapangan bola ini. Pria dengan nama panggilan akrab bang Herman ini kurang lebih sejak 3 tahun memanfaatkan limbah untuk dijadikan kerajinan.

Di tangannya yang terampil limbah seperti : koran bekas, batok kelapa, kayu, pipa dll disulap menjadi karya seni yang indah. Misalnya  koran bekas, dijadikan tempat tissu, tempat air minum atau keranjang tempat buah dan terdapat banyak karya seni lainnya berupa pajangan dinding, pot kembang, tas, tempat lampu dsb.

Tidak hanya usaha handycraf saja, Herman Arbain juga menggeluti bisnis warung kopi yang bersebelahan langsung dengan lapak handycrafnya yaitu “Kedai Batok 77” berupa kedai/cafe yang menyajikan kopi dan juga ice ala modern dengan tata ruang yang unik dengan gazebo berlatarkan corak dan lukisan tempat swafoto sekaligus tempat memajang sebagian hasil karyanya tersebut.

Ungkap Herman "Kemampuannya untuk mengolah bahan- bahan bekas tersebut didapatnya secara otodidak, yang unik dan merupakan kearifan lokal adalalah kerajinan dari kayu mengkelik (Gynotroches Axillaris Blume (Rizophoraceace). Kayu ini biasa dijadikan kerangka atap sedangkan daunnya bisa dijadikan obat. Memiliki ulir yang unik sehingga sangat cantik ketika kayu ini dijadikan  kerajinan. Sebelum Covid-19 merebak bang Herman juga sering tampil dalam memasarkan produk- produk kerajinannya mengikuti pameran-pameran perwakilan dari kecamatan yang diadakan di dalam daerah maupun luar daerah.

Jika anda berwisata ke Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, jangan lupa mampir ke Kedai Batok 77 yang  terletak  pinggir Jl.Raya Jebus sebelum  Kantor Camat Jebus atau untuk pemesanan produk dinomor telepon 0821 8427 1230.

-Ayo ke Bangka Barat-

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
Reaa Dewi | sap
Fotografer: 
Ayo Ke Bangka Barat
Editor: 
NOV@

‘Alunan Keluh Kesah’ Karya seniman Babar akan tampil dalam Pameran Daring MANIFESTO VII’PANDEMI’ 2020. Galeri Nasional Indonesia Jakarta

Muntok(07/08), Selamat atas terpilihnya sebuah karya dari penggiat seni Bangka Barat Anung ”nungser’ Yunianto dengan judul karya ‘Alunan Keluh Kesah’ video berdurasi 03 menit 33 detik bekolaborasi dengan seniman lokal dambus Bangka Barat Mang Itat akan tampil dalam ajang Pameran Daring MANIFESTO VII ’PANDEMI’ 2020 Galeri Nasional Indonesia, yang akan digelar pada Sabtu 8 Agustus 2020, pukul 16.00 WIB via Zoom dan live di galnasonline.id.

Rasa bahagia saat karyanya terpilih masuk lolos audisi bersama dengan 204 peserta 218 judul karya, yang akan tampil nanti ungkap Anung, salah satu karya seni yang ia garap masuk lolos audisi, berdasarkan hasil audisi sidang Kurator Galeri Nasional untuk seleksi Pameran Daring Manifesto VII’PANDEMI’ 2020.

Melansir dari instagram Galerinasional Pameran Daring MANIFESTO VII’PANDEMI’ 2020  tersebut diselenggaraakan oleh Kementrian Pendidikandan Kebudayaan GaleriNasional Indonesia JL. Medan MerdekaTimur No 14, Jakarta Pusat.

Anung ”nungser’ Yunianto kelahiran Jawa Bantul Jogja ini, dalam kesehariannya bekerja sebagai Pamong Budaya di salah satu instasi Pemerintah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat. berkolaborasi dengan mang Itat selaku pelaku seni tradisonal Dambus dari Bangka Barat ini, lolos audisi dan tampil ditingkat Nasional dan tentunya patut kita apresiasikan bersama.

Anung yang berdomisili tinggal di Kec.Muntok, Kab. Bangka Barat bekerja sebagai Pamong Budaya, Anung menjadi lebih banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang- orang dan masyarakat penggiat seni budaya di Bangka Barat ini, baik dalam waktu melaksanakan tugas maupun beraktifitas sosial.

Ukap Anung “dalam pembuatan karya tersebut, dengan tema "PANDEMI " tak jarang pula Anung mendengar keluh kesah bagi mereka yang terdampak. Sebagai pamong sekaligus Perupa, Cerita- cerita kisah ini menjadi menarik untuk direkam dan di publikasikan atau bahkan dijadikan sumber dalam pembuatan karya seni baru. Selain kegitan positifnya dapat menginfirasi kepada pelaku seni lainya agar bersemangat berkarya walaupun kita semua masih dilanda pandemic Covid-19 dan bisa berakifitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Video Alunan keluh kesah tersebut bercerita tentang kisah mang ‘Itat’ sebagai seniman dambus tradisi dari Desa Ibul yang berjarak 63 Km dari pusat ibukota kabupaten. Kisah yang kemudian dibuat menjadi sebuah karya rekam yang berisikan pantun diiringi dambus tradisi tentang keluh kesah ditengah pandemic Covid-19. Walaupun Bangka Barat masih digolongkan zona hijau, namun dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat .

Mang Itat pun selaku seniman tradisional  “masyarakat merasa sulit untuk beraktivitas dan bekerja, apalagi ditambah harga karet, sawit dan hasil perkebunan lainnya yang terus menurun. Tidak hanya aktifitas bekerja, aktifitas kesenian  pun juga terdampak, seperti hilangnya panggung- panggung hiburan atau hajatan seni lainnya. Hal ini tentunya memberatkan beliau dalam beraktifitas kesenian, karena tidak seperti seniman era baru, bagi seniman tradisi seperti beliau pertunjukan konvensional di atas panggung tetap menjadi pilihan yang nyaman dan selalu mendapatkan energi yang baru dalam mengekprsesikan karyanya” ungkap Pamong Budaya  tersebut.***

Sumber: 
Disparbud Bangka Barat- Galeri Nasional
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Galeri Nasional
Editor: 
NOV@
Bidang Informasi: 
Humas

Pembangunan Rumah produksi Buah Keranji Desa Air Putih

Muntok (06/08)-Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan apresiasikan program “KOTAKU” pembangunan rumah produksi pengolahan buah Keranji, dengan adanya dukungan program tersebut dapat mendongkrak perekonomian semangat masyarakat Desa Air Putih dalam pengolahan makanan khas daerah lokal Kabupaten Bangka Barat dalam sektor kepariwisataan Ekonomi Kreatif, IKM,UKM, UMKM  makanan khas Buah Keranji yang hanya bisa dinikmati dalam dua tahun sekali ini (05/08).

Program ‘KOTAKU’ merupakan pembangunan infrakturtus berbasis masrayarakat dengan melakukan perbaikan kualitas kawasan pemukiman kumuh diperkotaan BPM PPMK tahun 2020, gagasan  Direktorat Jendral Cipta Karya  bersama Kementrian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat(PUPR).

Pelaksanaan kegiatan tersebut bertempat dikebun Desa Air Putih. Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat dihadiri Bupati Bangka Barat; Markus beserta jajaran kepala OPD,dan juga pihak Kepolisian Bangka Barat, secara simbolis peletakan batu pertama dimulainya pembangunan, yaitu rumah untuk produksi pengolahan buah Keranji, rumah galeri untuk pemasaran buah Keranji, dan juga pembangunan Jalan paving blok, serta Drainase.

Ayun Permana selaku kepala Desa Air putih, “Dengan adanya dukungan kementrian lewat program 'KOTAKU' program ini kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Air Putih, memalui komoditi buah Keranji ini makanan khas tersebut dapat menjadi  ikon Desanya, Nantinya kami stok di BUMDES agar masyarakat mudah untuk menikmati buah Keranji tersebut,  dan juga menetapkan label buah Keranji setiap saat sebagai makanan khas andalan Desa Air putih Kabupaten Bangka Barat," ujarnya.***

 

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Ayo Ke Bangka Barat
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

BN 10 Diusulkan Sebagai Cagar Budaya

Mentok (04/08) – Mobil merk Ford Deluxe 8 bernopol BN 10 yang berada di Pesanggrahan Menumbing akan segera diusulkan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sebagai Benda Cagar Budaya di tahun 2020 ini. Tim pendaftaran cagar budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat mengunjungi tempat disimpannya mobil tersebut hari ini di Menumbing (04/08).

Kunjungan itu untuk mengumpulkan data-data mobil terkait kelengkapan pendaftaran Benda Cagar Budaya ke Tim Ahli Cagar Budaya Bangka Barat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Benda dapat  diusulkan  sebagai  Benda Cagar  Budaya apabila memenuhi kriteria berusia 50 tahun atau lebih, mewakili  masa  gaya  paling  singkat  berusia  50 tahun serta memiliki  arti  khusus  bagi  sejarah,  ilmu  pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan.

Sebagai informasi, mobil merk Ford Deluxe dengan delapan silinder ini pernah menjadi salah satu kendaraan para tokoh kemerdekaan RI yang diasingkan oleh Belanda di Mentok pada periode 1948-1949. Mobil keluaran tahun 1948 ini merupakan kendaraan “dinas” Banka Tin Winning, perusahaan tambang timah milik Belanda, yang membawa Mohamad Hatta, Soerjadi Soerjadarma, Asaat, dan A.G. Pringgodigdo menuju Mentok dari Pangkalpinang saat pertama kali mendarat di Pulau Bangka sewaktu diasingkan oleh Belanda. Mobil ini juga menjadi kendaraan yang sering dipakai oleh Mohamad Hatta bersama tokoh kemerdekaan lainnya  semasa di Mentok dalam pengasingan.

Menurut pendapat Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bambang Haryo Suseno, pengusulan Mobil Ford Deluxe 8 bernopol BN 10 untuk didaftarkan sebagai Benda Cagar Budaya karena mobil itu adalah benda yg memiliki arti penting bagi sejarah di Bangka Barat khususnya terkait dengan masa pengasingan tokoh kemerdekaan RI pada tahun 1948-1949.

“Pun saat ini, sebagai kendaraan yang dulu digunakan oleh para tokoh kemerdekaan RI tersebut, BN 10 inilah satu-satunya jejak yang masih bisa ditemukan saat ini, sehingga penting untuk dilindungi dan ditetapkan sebagai cagar budaya,” lanjutnya.

Selain mobil bernopol BN 10 ini, terdapat dua mobil lain yang sering dijadikan kendaraan bagi para tokoh yang diasingkan di Mentok, antara lain mobil bernopol BN 7 dan BN 2. Namun, keberadaan kedua mobil tersebut tidak memiliki jejak dan riwayatnya lagi.

Menurut salah seorang pemerhati sejarah di Bangka Barat, Chairul Amri Rani, yang juga pernah menjabat kepala dinas yang membawahi pariwisata di Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ini mengatakan bahwa dahulu sebelum berada di Pesanggrahan Menumbing, mobil ini tergeletak tak terawat di belakang gedung Wisma Ranggam (saat ini bernama Pesanggrahan BTW Muntok-red) dengan mesin dan jok yang sudah tidak ada lagi. Kemudian mobil itu dibawa ke Menumbing oleh PT. Carmeta yang pada saat itu menjadi pengelola tempat di Menumbing.

“Beberapa bagian mobil saat ini tidak orisinil lagi. Sebelum dibawa ke Menumbing, mobil ini terlebih dahulu dibawa ke bengkel oleh PT. Carmeta. Beberapa bagian yang berlobang ditambal dan interiornya dilengkapi,” ujar Chairul Amri Rani.

Kilas balik tentang PT. Carmeta, sebuah perusahaan tur dan perjalanan wisata yang pernah mengelola tempat di Menumbing sebagai hotel dan restauran sejak tahun 1996 sampai 2009. PT. Carmeta mendapat hak pengelolaan tempat ini dari Pemerintah Kabupaten Bangka yang saat itu masih berada dalam Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sejak dipegang oleh PT. Carmeta, tempat ini bernama Hotel Jati Menumbing.

“Tempat ini diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2009 dengan membayar kompensasi kepada PT. Carmeta atas hak pengelolaannya.  Perencanaan dan pembahasannya sudah berjalan sejak tahun 2008,” jelas Chairul Amri Rani yang saat itu menjadi inisiator dalam mengambil alih hak pengelolaan Hotel Jati Menumbing yang kemudian diubah namanya menjadi Pesanggrahan Menumbing.

Pengambilalihan bangunan bersejarah itu termasuk dengan mobil merk Ford Deluxe 8 BN 10 yang berada di dalam bangunan tersebut. Keberadaan mobil itu sendiri menjadi daya tarik tertentu bagi pengunjung dan menjadi ikon bangunan Pesanggrahan Menumbing. Perpaduan antara bangunan Pesanggrahan Menumbing dan mobil merk Ford Deluxe bernopol BN 10 memang saling melengkapi noltalgi masa pengasingan para tokoh kemerdekaan RI kala itu.***

 

 

 

Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Muhammad Erfan
Fotografer: 
Tim Pendaftaran CB Disparbud
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Ratusan Peziarah Ikut dalam Ziarah dan Do’a Arwah Makam Kute Seribu

Mentok (03/08) - Sebanyak kurang lebih 800 peziarah mengikuti kegiatan Ziarah dan Do’a Arwah Makam Kute Seribu yang diselenggarakan oleh jamaah Surau Tanjung dan Masjid Jamik Mentok hari ini (03/08). Kegiatan yang diselenggarakan pada hari ke-4 Idul Adha ini berlangsung khidmat di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini.

Dengan merebaknya pandemi Covid-19 saat ini, Ziarah dan Do’a Arwah Makam Kute Seribu agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, banyak peziarah dari luar Mentok ikut menghadiri kegiatan ini, seperti dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Palembang, Pangkalpinang, Koba, dan Toboali. Tahun ini, peziarah yang datang hanya dari seputar Pulau Bangka, seperti Jebus, Belinyu, Pangkalpinang, Koba, dan Toboali.

Sekretariat panitia kegiatan ziarah, Fuad Assegaf, mengatakan bahwa tahun ini para peziarah hanya berasal dari Pulau Bangka saja. “Kami dari panitia memang tidak mengundang peserta dari luar Bangka karena situasi corona ini. Insya Allah semua aman,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya juga, kegiatan ini berlangsung sejak Minggu malam dengan Khataman Qur’an dan tausiah di Surau Tanjung. Keesokannya, Senin pagi (03/08) dimulai dengan pembacaan Sholawat Burda dan Tasmiyah. Selanjutnya, arak-arakan peziarah bergerak menuju Pemakaman Kute Seribu untuk menziarahi makam para pendiri dan auliya Kota Mentok. Tidak semua para peziarah yang dibolehkan masuk ke area pekuburan, hanya untuk para ulama dan undangan VIP, dikarenakan ruang dan tempat yang sempit, juga mengingat protokol kesehatan dalam menjaga jarak. Setelah itu, para peziarah bergerak menuju Masjid Jamik Mentok untuk acara selanjutnya, yaitu tausiah dan pembacaan Manaqib Shohibul Haul dan Ziarah dan ditutup dengan tradisi makan siang bersama di dulang.

Pola rangkaian acara ini memang berbeda dari tahun belakangan. Bila pada tahun-tahun sebelumnya, acara dimulai dari Surau Tanjung dilanjutkan arak-arakan menuju area pemakaman dan berakhir di halaman pemakaman dengan tausiah dan makan siang bersama.

Kegiatan keagamaan Islami yang dikhususkan bagi kaum laki-laki ini merupakan salah satu tradisi yang awalnya dilakukan oleh keluarga keturunan Arab, untuk berziarah ke makam-makam para sesepuhnya di Pemakaman Kute Seribu. Dari tahun ke tahun, jamaah yang mengikuti ziarah ini semakin bertambah, tidak hanya berasal dari keluarga keturunan Arab saja, namun banyak dari warga lokal sehingga lambat laun tidak lagi menjadi sekedar kegiatan keagamaan, namun juga turut bersinggungan dengan ranah sejarah, budaya dan tradisi serta potensi wisata yang akhirnya Pemerintah Daerah, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan turut memfasilitasi kegiatan ini.

Sejak tahun 2010, kegiatan yang awalnya disebut dengan Haul Kute Seribu ini diubah menjadi Ziarah dan Do’a Makam Kute Seribu. Ziarah yang tidak hanya dimaksudkan kepada sesepuh keturunan Arab saja, namun meluas ke makam-makam pendiri Kota Mentok dan para Auliya penyiar agama Islam pada awal pengaruh Kesultanan Palembang Darussalam di Pulau Bangka pada abad ke-17.***

Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Muhammad Erfan
Editor: 
Romi'at
Bidang Informasi: 
Humas

Simulasi Kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Dua Objek Wisata Bangka Barat

Mentok (28/07) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat menggelar uji coba atau simulasi penerapan layanan Adaptasi Kebiasaaan Baru pada dua objek wisata, Pantai Baturakit dan Pesanggrahan Menumbing, hari ini (Selasa, 28/07). Simulasi itu digelar menjelang akan dibukanya kembali kedua objek wisata unggulan Bangka Barat tersebut untuk para pengunjung mulai hari Kamis mendatang (30/07).

Simulasi yang melibatkan seluruh petugas penjaga dan layanan pada masing-masing objek itu agar mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan merujuk kepada panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Proses simulasi itu dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disparbud, Bambang Haryo Suseno, dengan mengikutsertakan seluruh pegawai pada Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disparbud. Dalam kesempatan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat selaku bagian dari SatuanTugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat ikut mendampingi proses simulasi pada kedua objek wisata tersebut.

Simulasi itu mencoba mencari pola-pola dan metode layanan yang efektif dalam membiasakan Adaptasi Kebiasaan Baru kepada pengunjung, mulai dari mengecek suhu tubuh guna memastikan para pengunjung yang masuk benar-benar dalam kondisi sehat, memastikan penggunaan masker saat masuk dan berada di lokasi objek wisata, mencuci tangan saat masuk dan keluar dari objek, menjaga dan mengingatkan jarak antar pengunjung saat masuk dan berada di lokasi wisata. Penerapan protokol kesehatan itu wajib bagi petugas dan layanan objek wisata maupun pengunjung dan pedagang yang berada di lokasi objek wisata.

“Harus dicoba, bulan depan akan kita tinjau kembali sampai mana keefektifan hasil simulasi penerapan protokol kesehatan ini”, ujar Bambang Haryo Suseno di sela-sela simulasi.

Efek Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama wabah virus corona yang diterapkan pemerintah justru hampir "mematikan" berbagai sendi kehidupan masyarakat. Dengan wacana Adaptasi Kebiasaan Baru yang mulai diberlakukan, ibarat angin segar bagi aktivitas pariwisata di tengah pengapnya pemberitaan pandemi dan karantina Covid-19.

Dengan penerapan protokol kesehatan ini, diharapkan lokasi objek wisata tidak menjadi tempat penularan dan penyebaran Covid-19, dimana status zona hijau masih melekat pada Kabupaten Bangka Barat. Semoga penularan dan penyebaran Covid-19 juga tidak terjadi di area-area publik lainnya dan wilayah Bangka Barat tetap kondusif untuk kegiatan pariwisata sampai keadaan berangsur-angsur normal kembali. ***

 

Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Muhammad Erfan
Fotografer: 
Muhammad Erfan
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

“Melalui Pemilihan Bujang Dayang Tahun 2020 kita ciptakan generasi milenial yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi dalam mewujudkan Bangka Barat Hebat 2021”

Muntok (25/07). Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 adalah rangkaian agenda kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kabupaten Bangka Barat, bekerja sama dengan Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR). “Melalui Pemilihan Bujang Dayang Tahun 2020 kita ciptakan generasi milenial yang tangguh, dan berjiwa sosial tinggi dalam mewujudkan Bangka Barat Hebat 2021

Pada pelaksanan Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 kali ini pihak panitia  mengangkat Tema “Lawan Covid-19” pelaksanaan pun berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, adapun pelaksanaan peserta pendaftaran biasanya langsung hadir ke Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat tetapi pada tahun 2020 ini dilaksanakan secara Daring (Dalam jaringan) online. Mengingat pentingnya kita semua tetap menjaga, mematuhi protokol Covid-19 keselamatan dan kesehatan tidak melakukan perkumpulan masa.

Sejak awal bulan Juni 2020 pihak panitia Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat BDBAR dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat telah mempublikasi melalui media sosial Instagram, website, facebook, You Tube  terkait Pemilihan Bujang Dayang hingga akhir bulan Juni 2020.

Berkas formulir pendaftaran dikirim oleh peserta secara daring (dalam jaringan) online, dengan tahapan awal yaitu seleksi formulir pendaftaran dengan mengacu pada ketentuan yang telah diberikan oleh pihak panitia pada tahapan seleksi awal.

Mulai awal 1 Juli  hingga 20 Juli 2020 pihak panitia pun telah mendapatkan 12 pasang Finalis Bujang dan Dayang yang untuk melanjutkan ke rangkaian seleksi berikutnya yaitu interview untuk mencari 5 pasang Finalis Bujang dan Dayang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) online via Whast App.

Masa karantina 5 pasang peserta Finalis Bujang dan Dayang ditiadakan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Dengan berada dirumah para peserta Finalis diberikan kegiatan Challenge yang telah di rangkai oleh pihak panitia, meliputi kegiatan Photo Shoot, Video Shoot sesuai dengan program kerja para peserta yang terlampir pada awal penyerahan formulir pedaftaran, dari hasil kegiatan Photo Shoot, Video Shoot mereka dipublikasi langsung oleh pihak panita melalui Instagram, website, facebook, You Tube untuk mendapakan voting sebanyaknya dari masyarakat  sebagai rangkaian penilaian.

“Grand Final” Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020, dilaksanakan secara tertutup bertempat di gedung Pavilun I pesanggrahan Menumbing, dengan hanya dihadiri beberapa tamu undangan saja antara lain 10 Finalis, 8 Alumni dan 6 Dewan Juri, Serta 11 panitia yang bertugas.

Dalam elaksanaan Kegiatan berlangsung, hadir Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat; Bambang Haryo Suseno, dan hadir 6 Juri  Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat; Helena Octavianne, Kepalaa Sekolah SMP Santa Maria Muntok; Kristiana, Putri Pariwisata Indonesia Persahabatan tahun 2019; Devi Septriyani,  Pembina dan juga Alumni BDBAR; Suwito dan Yudhi Christianto Sastraoetama, dan Romi’at selaku perwakilan dari Dinas pariwisata dan kebudayaan  (DISPARBUD) Bangka Barat Kepala Bidang Pemasaran.

Dalam sambutan,”Bambang Hayo Suseno selaku Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat. atas nama Pemerintah Daerah, saya sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena Kabupaten Bangka Barat mempunyai aneka ragam Daya Tarik Wisata yang merupakan aset dan potensi wisata bagi peningkatan perekomomian Daerah, dalam pemilihan bujang dayang ini merupakan upaya untuk membentuk kelompok generasi dikenal sebagai Duta Muda yang lebih dikenal sebagai Duta Wisata dengan kelebihan 3B yaitu Brain, Beauty, dan Behavior yang nantinya dapat membantu Pemerintah Daerah dalam Mempromosikan Pariwisata.

Dengan terpilihnya Bujang Dayang tersebut dapat dijadikan mitra pemerintah daerah dalam berkarya untuk pengembangan kepariwisataan khususnya di Kabupaten Bangka Barat. Sebagai Bujang Dayang (Duta wisata) hendaknya menjadi tauladan dan panutan ditengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda, baik dalam bertutur kata, berbuat dan bertingkah laku untuk menjadi finalis Bujang Dayang yang telah melewati proses seleksi yang ketat dan berbagai Challenge yang telah kalian lalui sehingga dapat terus ke “Grand Final”.

Tujuan kegiatan ini pun yaitu untuk melatih dan menciptakan generasi muda yang berkarakter dan ber intelektual serta sebagai ajang penyaluran bakat untuk membina remaja yang memeliki perilaku baik dengan cara merawat dan memelihara aset daerah disektor pariwisata. Selain perlu melakukan persiapan dan pembinaan yang matang terhadap putra dan putri kita ini sebagai Duta Wisata, juga sekaligus sebagai upaya menanamkan kecintaan generasi muda pada kegiatan kepariwisataan dan pelestarian seni budaya di kabupaten Bangka Barat. Semoga kegiatan Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 ini dapat bermanfaat bagi kita semua berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.

Disela usai  kegiatan acara Romi’at selaku Kepala Bidang Pemasaran Dinas pariwisata dan kebudayaan  (DISPARBUD) Bangka Barat, “Mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya  Bujang Dayang tahun 2020.

Bujang :Kelvin Fernando Pratama - Asal Kecamatan Pariitga
Dayang : Fifi Nurhafifah- Asal Kecamatan Muntok

Runner Up I Bujang : Seftian Jerry- Asal Kecamatan Muntok
Runner Up II Dayang : Zafhira Araza- Asal Kecamatan Muntok

Runner Up II Bujang : Orie Fachridho Hermawan- Asal Kecamatan Tempilang
Runner Up II Dayang : Oktavia Mirendra- Asal Kecamatan Muntok

Bujang Berbakat : Yusril Ihza Mahendra- Asal Kecamatan Tempilang
Dayang Berbakat : Wulan Purnama Sari- Asal Kecamatan Kelapa

Bujang Intelegensia : Enda Saputra- Asal Kecamatan Pariitga
Dayang Intelegensia : Hety Estora- Asal Kecamatan Kelapa

Bagi finalis yang terpilih ini bukanlah akhir tapi awal dari sebuah rencana besar kedepan, kami sangat mengharapkan sumbangsihnya, baik pemikiran maupun tenaga untuk sama- sama memajukan kepariwisataan di Bangka Barat, untuk para alumni kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dedikasinya, sehingga kegiatan pemilihan BDBAR 2020 telah sukses dilaksanakan, dan bagi peserta yang tidak lolos seleksi jangan berkecil hati bisa mengikuti Pemilihan Bujang Dayang tahun depan” .

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@

Selamat dan sukses atas terpilihnya "Bujang" Kelvin Fernando dan "Dayang" Fifi Nurhafifah Tahun 2020

Muntok (25/07). Selamat dan sukses atas terpilihnya Bujang dan Dayang Bangka Barat 2020, kepada finalis "Bujang" Kelvin Fernando Pratama berasaI dari Kecamatan Parittiga Bangka Barat, dan "Dayang" Fifi Nurhafifah berasal dari Kecamatan Muntok Bangka Barat.

"Grand Final" pelaksanan Pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 dilaksanakan secara tertutup bertempat di gedung Pavilun I Pesanggrahan Menumbing, dengan waktu singkat hanya 2 jam, dimulai pukl 13.30 WIB dan hanya dihadiri beberapa tamu undangan saja antara lain, 6 Dewan Juri,10 Finalis, 8 Alumni BDBAR, Serta 11 panitia yang bertugas, dan  tetap memperhatikan protokol keselamatan Covid-19.

Pelaksanaan “Grand Final” berjalan lancar, aman serta kondusif dan ditayangkan secara live melalui media sosial instagram; Bujang Dayang Bangka Barat dan Channel You Tube; Bujang Dayang Bangka Barat.

Pemilihan Bujang Dayang merupakan acara kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Bangka Barat, bekerjasama dengan Ikatan Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR). Dalam mencari dan mengembangkan potensi bakat, kreativitas, dan kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan aktif dalam mempromosikan Daya Tarik Wisata.

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@

Potensi Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung

Jebus (23/07). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat melakukan peninjauan ke Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung sebagai potensi objek pariwisata di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (23/07). Peninjauan ini didampingi oleh Sekretaris Desa Ketap, Deni Arianza, dan beberapa anggota Pokdarwis Jebung, akronim dari Pantai Jerangkat Bukit Penyabung.

Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung memiliki lokasi yang berdampingan. Kedua objek ini berjarak 16 km dari Kantor Desa Ketap. Akses jalan menuju pantai cukup lebar dan masih dalam keadaan tanah puru.

Saat ini, Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung masih dalam tahap pengembangan perencanaan untuk menjadi objek tujuan wisata di Kecamatan Jebus. Tujuan pihak Disparbud meninjau lokasi untuk melakukan kordinasi terkait pengembangan lokasi objek dan konsultasi perencanaan pembuatan fasilitas beserta desain kasar untuk pendukung pantai, seperti tata letak kapling dan pondok kuliner, pondok bersantai, area berkemah, area publik, titik-titik swafoto, tanda pengenal tempat dan informasi publik di lokasi objek.

Desa Ketap bersama Pokdarwis Jebung mencoba mengelola dan menata tempat ini agar menjadi tempat yang ideal bagi pengunjung. Dalam dua bulan terakhir, keindahan lokasi Pantai Jerangkat dan batuan di kaki Bukit Penyabung cukup popular karena unggahan-unggahan di media sosial oleh orang-orang yang pernah berkunjung ke sana.

Pantai Jerangkat sering dijadikan lokasi berkemah oleh beberapa komunitas dan instansi-instansi yang berasal dari Bangka Barat dan daerah lain seputar Pulau Bangka. Pantai ini cukup asri dan alami dengan ditumbuhi pohon cemara di tepi pantai. Hamparan batu juga menghiasi pantai dan lautnya. Pantainya yang landai cukup luas bila air laut sedang surut dengan pasir putihnya, sangat memungkinkan untuk beraktivitas di tepi pantai, seperti berenang, bermain bola, bahkan berkendaraan di atas pantai karena pasirnya cukup padat dan keras. Air lautnya cukup jernih bagi pengunjung yang ingin snorkling di sekitar karang-karang pantai.

Selain itu, lokasi pantai juga berdekatan dengan pulau-pulau kecil yang dapat dijangkau dengan perahu, di antaranya Pulau Tenung, Pemuja, dan Kijang. Bahkan Pulau Tenung dapat diseberangi dengan berjalan dan berenang bila air sedang surut jauh. Untuk menggunakan perahu, pengunjung dapat menyewa perahu nelayan di sana dengan cara antar jemput ke pulau atau sewa sehari penuh. Untuk antar jemput, dikenakan tarif Rp. 20.000 per orang dan tarif sewa sehari penuh sebesar Rp. 400.000 per perahu, sudah termasuk minyak dan pemandu.

Tak jauh dari lokasi Pantai Jerangkat, tepatnya di kaki Bukit Penyabung terdapat goa yang dinamakan Goa Guntur. Penamaan ini dikarenakan bunyi yang terdengar seperti Guntur saat hempasan ombak saat air laut pasang menghantam mulut goa itu. Bukit Penyabung juga menjadi tempat beberapa aktivitas outbound, seperti motor trail dan off-road Jeep sering dilakukan di bukit itu.

Potensi unik yang dapat dikembangkan di Pantai Bukit Penyabung adalah bebatuannya yang beraneka ragam. Setidaknya terdapat tiga jenis hamparan batuan yang ada ada di lokasi  pantai di kaki Bukit Penyabung. Tiga jenis bebatuan itu antara lain batuan Granit, batuan Diabas, dan batuan Metamorf.

Khusus batuan Diabas, dikatakan oleh Sekdes Desa Ketap, beberapa kajian dan penelitian tentang batuan ini sudah pernah dilakukan oleh organisasi dan instansi pemerintah. Kabar yang ia dengar bahwa Pantai Bukit Penyabung ini merupakan satu-satunya lokasi yang terdapat hamparan batuan Diabas dari seluruh wilayah yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam geologi, batuan Diabas adalah batuan beku basa yang kaya kandungan Fe dan berwarna gelap terbentuk akibat tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng samudera. Tumbukan tersebut menyebabkan terjadinya partial melting batuan menjadi magma yang bersifat basaltic. Dalam Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Volume 16, Nomor 2, Desember 2014; Studi Potensi Thorium pada Batuan Granit di Pulau Bangka, yang disusun oleh BATAN, menyebutkan bahwa batuan Diabas berumur sama dengan masa Trias Awal,  ini berarti antara 250 juta - 247 juta tahun yang lalu. Batuan diabas dinilai unik dan memiliki peran penting dalam proses terbentuknya bumi.

Keunikan Pantai Bukit Penyabung ditambah dengan keindahan alam Pantai Jerangkat dapat didorong menjadi kawasan cagar alam atau sebagai geowisata. Memang diperlukan kajian mendalam dan lebih lanjut untuk menyusun pencanangan menuju geowisata yang meliputi unsur geo diversity (kekayaan geologi), bio diversity (keanekaragaman hayati) dan culture diversity (kekayaan budaya) yang ada di kawasan tersebut.

Baik pihak Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, maupun kelompok-kelompok masyarakat harus saling mendukung dan menjaga potensi lokasi objek wisata ini agar ke depannya berkelanjutan, dan mempromosikan lokasi Pantai Jerangkat dan Bukit Penyabung sebagai tempat tujuan wisata minat khusus sehingga dapat menaikkan nilai kreatifitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Muhammad Erfan
Editor: 
Romi'at
Bidang Informasi: 
Humas

Webinar Diskusi Sejarah #2 Mengangkat Tema Pembela Republik dari Mentok

Mentok (24/07). Hari ini Webinar Diskusi Sejarah #2 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat akan digelar dengan tema “Pembela Republik dari Mentok”. Diskusi Sejarah melalui aplikasi Zoom Meeting ini akan dimulai pukul 16.00 sampai 17.30 WIB dengan narasumber Bambang Haryo Suseno, pemerhati sejarah yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Bangka Barat.

Peserta yang telah mendaftar dalam webinar ini sebanyak 145 orang yang berasal dari berbagai daerah, seperti Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, dan Malaysia. Bagi yang ingin mengikuti diskusi sejarah ini, dapat melihat brosur di atas sebagai informasi pendaftaran pesertanya.

Webinar ini diselenggarakan oleh Disparbud Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Museum Timah Indonesia Muntok dan Komunitas Penulis “Anak Mude” Mentok dan yang bertindak sebagai pemandu pada diskusi ini adalah Suwito Wu, Ketua Komunitas Hetika.

Webinar Diskusi Sejarah #2 Pembela Republik dari Mentok adalah rangkaian dari diskusi-diskusi daring yang mengangkat tema nilai sejarah yang ada di wilayah Bangka Barat. Pada diskusi pertama telah dilaksanakan dengan mengangkat tema Jejak Pendidikan Peranakan Tionghoa di Bangka Barat yang dibawa oleh Suwito Wu. Kedepannya, diskusi daring akan mengangkat tema-tema lainnya yang berkaitan dengan sejarah Bangka Barat. ***

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Muhammad Erfan
Editor: 
Romi'at

Webinar Diskusi Sejarah #2 Mengangkat Tema Pembela Republik dari Mentok

Mentok (24/07). Hari ini Webinar Diskusi Sejarah #2 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat akan digelar dengan tema “Pembela Republik dari Mentok”. Diskusi Sejarah melalui aplikasi Zoom Meeting ini akan dimulai pukul 16.00 sampai 17.30 WIB dengan narasumber Bambang Haryo Suseno, pemerhati sejarah yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Disparbud Kabupaten Bangka Barat.

Peserta yang telah mendaftar dalam webinar ini sebanyak 145 orang yang berasal dari berbagai daerah, seperti Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, dan Malaysia. Bagi yang ingin mengikuti diskusi sejarah ini, dapat melihat brosur di atas sebagai informasi pendaftaran pesertanya.

Webinar ini diselenggarakan oleh Disparbud Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Museum Timah Indonesia Muntok dan Komunitas Penulis “Anak Mude” Mentok dan yang bertindak sebagai pemandu pada diskusi ini adalah Suwito Wu, Ketua Komunitas Hetika.

Webinar Diskusi Sejarah #2 Pembela Republik dari Mentok adalah rangkaian dari diskusi-diskusi daring yang mengangkat tema nilai sejarah yang ada di wilayah Bangka Barat. Pada diskusi pertama telah dilaksanakan dengan mengangkat tema Jejak Pendidikan Peranakan Tionghoa di Bangka Barat yang dibawa oleh Suwito Wu. Kedepannya, diskusi daring akan mengangkat tema-tema lainnya yang berkaitan dengan sejarah Bangka Barat. ***

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Muhammad Erfan
Editor: 
Romi'at

(FGD) Focus Group Discussion Penelitian Pengembangan Strategi Desa Pariwisata Berbasis Budaya

Tempilang (21/07/). Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Pengembangan Strategi Desa Pariwisata Berbasis Budaya di Desa Tempilang Kabupaten Bangka Barat. (Studi percontohan Desa Ubud Bali sebagai Desa Wisata Berbasis Budaya) yang diselenggarakan oleh Lembaga Peneliti Universitas Bangka Belitung dan Universitas Terbuka Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang. Hadir dari Lembaga Penelitian Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Universitas Terbuka (UT) Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bappelitbangda Kabupaten Bangka Barat, Badan Perencanaan Geopark Kabupaten Bangka Barat, Kepala Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang, serta Masyarakat Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang.

Ruliyanti Susi Warhani selaku ketua tim peneliti mengatakan, bahwa “realisasi kegiatan ini berawal dari alumni mahasiswanya yang melakukan KKN di Desa Tempilang, melihat potensi wisata berbasis budaya ini akhirnya menggerakkan mereka untuk mendaftarkan proposal penelitian ternyata lolos seleksi dan akhirnya mendapatkan pendanaan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait pengembangan strategi wisata berbasis budaya”. Beliau juga mengatakan bahwa ada beberapa kolega terdekat beliau yang tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian ini “ada teman-teman saya yang merespon ada yang dari Malaysia dan juga Australia yang tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan terkait budaya di Kecamatan Tempilang ini, tapi semoga respon ini tidak hanya angan- angan saja, kita semua berharap penelitian ini dapat berlanjut dan mengantarkan budaya kita untuk dapat bersaing tidak hanya di tingkat Nasional, tetapi juga Internasional, dan juga melalui penelitian ini akan kita dokumentasikan kedalam buku literasi terkait nilai budaya yang ada di Kecamatan Tempilang ini” ungkap Susi.

Respon positif juga dilontarkan dari perwakilan Badan Pengelola Geopark Kabupaten Bangka, beliau mengatakan bahwa “Badan ini baru terbentuk pada akhir bulan Desember 2019 dan saat  ini telah berjalan kurang lebih 6, kami pun berupaya melakukan survey mengenai potensi geopark yang ada di wilayah Kabupaten Bangka Barat, dilihat dari aspek geodiversity berdasarkan asumsi beberapa peneliti bahwa bentangan alam itu adanya di Kabupaten Bangka Barat, dari aspek biodiversity flora dan fauna lokal yang diproyeksikan ternyata ada di Bangka Barat, kemudian dilihat dari culturaldiversity saya mengutip katanya Gubernur Bangka Belitung yang mengatakan bahwa saya bingung di Bangka Barat sangking banyaknya budaya yang ada di Bangka Barat”. Kata Hari pada saat menyampaikan sambutannya. Melihat kondisi alam yang sangat kompleks di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Hari mengatakan, hal ini menjadi potensi kuat untuk dijadikan kawasan geopark, dan salah satunya melihat potensi ini juga ada di Kecamatan Tempilang, akan sangat memungkinkan untuk dijadikan salah satu proyeksi unggulan perwujudan geopark di Kabupaten Bangka Barat.

“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat sangat menyambut serta mendukung program penelitian terhadap objek wisata berbasis budaya ini, dan tentunya mengacu kepada UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bahwa Pemerintah Daerah berperan aktif sebagai pelindung, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan nilai-nilai budaya daerah, melihat terdapat 10 point penting Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang terdiri dari Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Tradisional dan Olahraga Tradisional. Dengan mengacu dari 10 point di atas tuntunya dapat menjadikan landasan berfikir untuk membentuk sebuah kawasan wisata berbasis budaya lokal yang berkharakter dan memiliki identitas daerah”. Kata Hendra di Kantor Pertemuan Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang.

Selain itu, Hendra Jaya selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat mengatakan "saat ini kmi juga sedang melakukan pengajuan Benteng Kota Tempilang menjadi salah satu Cagar Budaya Bangka Barat pada pelaksanaan program kegiatan tahun 2020, baru sampai tahap pemberkasan diharapkan dapat diselesaikan pada bulan September mendatang”. Kata Hendra dalam kata sambutannya.

Kegitan FGD mendapat antusias positif dari kalangan yang menghadiri kegiatan tersebut, masyarakat yang hadir sangat mengharapkan bahwa realisasi akhir dari penelitian ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Tempilang. Koordinasi dari setiap lini masa yang terkait Pemerintah, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa serta Masyarakat akan sangat dibutuhkan agar realisasi kegiatan ini dapat berjalan, dan memberikan hasil yang saling baik terhadap promosi budaya lokal serta teciptanya kesejahteraan masyarakat Tempilang dimasa yang akan datang.

,

Sumber: 
Disparbud2020
Penulis: 
Dayni | SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@

Sosialisasi protokol kesehatan kepada petugas Daya Tarik Wisata

Muntok Bangka Barat. Sosialisasi dalam rangka melaksanakan protokol kesehatan kepada petugas di dua lokasi Daya Tarik Wisata Pesanggrahan Menumbing dan Pantai Baturakit yang di kelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ( DISPARBUD ) Kabupaten Bangka Barat, di Era New Normal Adaptasi Kebiasaan Baru (20/07/20).

Sosialisasi dilaksanakan oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ( DISPARBUD ) Kab. Bangka Barat; Romi’at. bertujuan utuk menerapkan protokol kesehatan bagi masyarakat produktif untuk pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Panduan ditujukan bagi pengusaha dan/ atau pengelola serta karyawan dalam memenuhi kebutuhan tamu akan produk dan pelayanan pariwisata yang bersih, sehat, aman, dan ramah lingkungan pada masa pandemi Covid-19 ini.

Panduan Pelaksanaan merujuk pada Cleanliness, Heaith, Safety and Environmenta! Sustainability (CHSE) atau yang selanjutnya disebut Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan di Hotel yang merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020. Panduan juga dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta asosiasi usaha dan profesi terkait hotel untuk melakukan sosialisasi, tutorial/edukasi, simulasi, uji coba, pendampingan, pembinaan, pemantauan dan evaluasi dalam penerapan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, demi meningkatkan keyakinan para pihak, reputasi usaha dan destinasi pariwisata. yang nantinya akan dibukanya kembali dua lokasi Daya Tarik Wisata Pesanggrahan Menumbing dan Pantai Baturakit. dan Daya Tarik Wisata lainya di Kabupaten Bangka Barat.

Sumber: 
Disparbud2020
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@

“Erwin Madu Kelulut”

Bangka Barat- Tempilang. “Erwin Madu Kelulut” Salah satu petani budidaya madu kelulut yang berlamatkan di Jl. Raya Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, Rt.07 Bitis, selama kurang lebih dua tahun Erwin menekuni usaha budidaya Madu Kelulut Trigona ini, yang awalnya hanya dengan beberapa kotak koloni saja, hingga kini berkembang menjadi 300 kotak “Log” koloni di area perkebunannya di Desa Penyampak tempat ia beraktivitas sehari- hari (10/07/20).

Saat Tim Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) menyambangi tempat budidaya madu kelulut tersebut, ungkap Erwin ”Tahap panen pun tidak sampai harus menunggu sampai 1 bulan lamanya, 12 hingga 20 hari Erwin sudah bisa memanen dari sebagian koloni yang ia budidaya, dalam sekali panen tiap koloni bisa menghasilkan 2 ons hingga 8 ons, Rasa madunya pun berpariasi ada rasa manis dan pahit, kami dari tim  Bidang Pemasaran pun penasaran langsung mencoba rasa madu kelulut tersebut, luar biasa! begitu kuat rasa madu manis yang dihasilkan dari lebah kelulut Trigona “Erwin Madu Kelulut”, rasa manis bercampur kemasam- masaman lekat terasa saat diminum di lidah sampai ke tenggorokan. Namun terkadang bisa sedikit berubah rasa antara paduan manis, asam dan sedikit pahit tergantung pada musim alam, karena bunga dapat mempengaruhi rasa madu tersebut" ungkap Erwin.

Saat ini sambungnya,” madu kelulut sangat diminati para konsumen, selain di lokal Bangka Barat pemasaran sendiri juga banyak diminati dari daerah luar Bangka Barat, Erwin juga memasarkan secara online. Harganya pun bervariasi, untuk ukuran eceran per botol dan dipasarkan dengan harga sesuai ukuran dan isinya”.

Jadi bagi anda ingin memesan atau mengkonsumsi Madu Kelulut Trigona “Erwin Madu Kelulut” dapat langsung menghubungi di nomor telepon :0813 7383 4647.

Ayo kenali, cintai produk IKM, UKM, UMKM Bangka Barat. Ayo Ke Bangka Barat.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbud2020
Editor: 
nov@

Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok, Sambut Adaptasi Kebiasaan Baru

Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya yang beralamatkan di Jl. Jend. Sudirman Muntok dan dikelola oleh  PT. Timah, tbk. Sebelum menjadi museum seperti saat ini, dahulunya gedung ini adalah Kantor Pusat PN Timah yang berdiri sejak tahun 1915 yang merupakan bangunan modern pertama milik Pemerintah Hindia Belanda di Bangka.

Merebaknya Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar bagi sektor pariwisata dunia, tidak terkecuali sektor pariwisata di Kabupaten Bangka Barat, khususnya bagi MTI Muntok dimana MTI Muntok harus menutup operasionalnya selama 3 (tiga) bulan. Namun kini MTI Muntok sudah di buka kembali sejak tanggal 08 Juli 2020 lalu.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19, kini MTI Muntok siap menyambut Era New Normal dalam Adaptasi Kebiasaan Baru. Perlahan tapi pasti pengunjung mulai berdatangan kembali mengunjungi MTI Muntok. Beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah melakukan pengambilan video shooting Adaptasi Kebiasaan Baru di MTI Muntok (16/07/2020). Pengambilan video dimaksudkan untuk mempromosikan kepada masyarakat luas bahwa MTI Muntok telah di buka kembali untuk umum.

Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Novabro
Fotografer: 
Novabro
Editor: 
LOP

Pelaksanaan Webinar diskusi sejarah bagian #1 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat

Muntok- Bangka Barat. Pelaksanaan Webinar diskusi sejarah bagian #1 yang membahas tentang jejak pendidikan peranakan Tionghoa di Bangka Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat bekerja sama dengan Museum Timah Indonesia Muntok, dan Komunitas penulis “Anak Mude” Pecinta dan Pemerhati Sejarah lokal sukses rampung di gelar bertempat di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat (17/07/20).

Webinar melalui aplikasi Zoom Meeting ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan oleh Disparbud di tengah suasana pandemi Covid-19. Webinar dalam diskusi hadir narasumber Suwito Wu yang juga selaku Ketua Komunitas Heritage Tionghoa Bangka dan dipandu lansung oleh Bambang Haryo Suseno, Plt. Kepala Disparbud sekaligus pemerhati sejarah Bangka Barat. perwakilan Museum Timah Indonesia; Agung Purnama, serta hadir juga Kepala bidang Sejarah; Hendra Jaya, Kasi sejarah dan permuseuman; M. Ferhad Irvan, Kasi Seni dan Tradisi; Amilia Prameswari, Dayni Dwi Cahya selaku moderator dari tim Bidang Kebudayaan Seni dan tradisi turut memantau pelaksanaan Zoom Meeting.

Dan terimakasih kepada para peserta yang telah bergabung dan berpartisipasi dalam diskusi Zoom Meeting webinar perdana kali ini, dari Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Ambon, dan bahkan Belanda, serta pihak- pihak yang telah mensuport.

Mari ikuti kelanjutan Webinar yang akan datang "Diskusi Sejarah #2" akan mengusung tema "Pembela Republik dari Mentok", yang akan dilaksanakan pada : Hari, tanggal : Jum'at, 24 Juli 2020, Waktu Pelaksanaan: 16.00 - 17.30 WIB. Narasumber : Bambang Haryo Suseno (Pemerhati Sejarah) dengan Host :Suwito Wu (Ketua Komunitas HETIKA). Mari perkaya diri dengan kisah-kisah yang menggugah, mengenali jati manusia Indonesia, untuk Indonesia yang lebih baik. Salam budaya. Link Pendaftaran :https://forms.gle/D2aL12m1XGcGJoVC

-Ayo ke Bangka Barat-

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
Nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Pasadena Hotel dan Restaurant, sambut tamu dengan adaptasi kebiasaan baru

Bangka Barat (17/07/2020) Pasadena Hotel dan Restaurant adalah salah satu akomodasi di Kabupaten Bangka Barat yang mampu bertahan di tengah terjangan pandemi Covid-19, selama masa pandemi ini hotel yang berada di Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Bangka Barat Pal. 4 Daya Baru, Muntok ini hanya mengurangi jam kerja para karyawannya agar operasional hotel tetap berjalan. Pasadena Hotel dan Restaurant menerapkan standar protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru dalam menerima tamu yang datang untuk menginap di hotel mereka.

Pasadena Hotel dan Restaurant merupakan penginapan modern yang nyaman dan tenang, bagi anda yang menginginkan kualitas pelayanan yang baik dengan harga yang ramah di kantong, Pasadena Hotel dan Restaurant Muntok merupakan pilihan yang tepat. Meski harga tarif yang murah dan terjangkau, namun akomodasi ini menyediakan fasilitas yang memadai dan layanan yang tetap terjaga mutunya. Pasadena Hotel dan Restaurant Muntok adalah tempat bermalam yang tepat bagi anda yang melakukan meeting atau berlibur baik bersama keluarga, kerabat atau rekan kerja.

Beberapa Fasilitas yang ada di Pasadena Hotel adalah;

Kamar

Kamar pada hotel dilengkapi dengan TV, semua kamar di Hotel Pasadena juga dilengkapi dengan pendingin udara, kulkas, meja dan kamar mandi dilengkapi dengan fasilitas shower

Restaurant

Tamu di hotel ini dapat menikmati sarapan dengan sajian asia di restaurant.

Aktivitas dan Olahraga

Hotel ini dilengkapi dengan penyewaaan sepeda dan mobil tersedia bagi anda yang ingin berjalan-jalan di area sekitar, WIFI Gratis, Layanan Binatu dan resepsionis selama 24 jam.

Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Novabro
Fotografer: 
Novabro
Editor: 
LOP
Bidang Informasi: 
Humas

Pandemi Covid-19, Yasmin Hotel dan Restaurant Ubah Pelayanan tamu sesuai dengan pedoman dari kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif

Bangka Barat (17/07/2020), Setelah beberapa bulan dunia pariwisata mengalami dampak langsung dari adanya Covid-19, kini sektor pariwisata sedang berbenah kembali menyambut era new normal. Perlahan tapi pasti dunia kepariwisataaan mulai siap menyambut era adaptasi kebiasan baru dengan mengubah perilaku baru menjadi kebiasaan baru, salah satunya industri pariwisata yakni akomodasi perlahan bersiap untuk membuka kembali usahanya dengan menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan siap menerima kembali tamu yang akan menginap. Kabupaten Bangka Barat memiliki sejumlah akomodasi, salah satunya Yasmin Hotel dan Restaurant. Selama masa pandemi Covid-19 Yasmin Hotel dan Restaurant hampir collapse dikarenakan tidak adanya masukan dan harus tutup sementara. Namun kini setelah 2 (dua) bulan vacuum, Yasmin Hotel dan Restaurant siap kembali menerima tamu yang akan menginap.

Memiliki letak yang sangat strategis yakni terletak di pusat kota Muntok dengan waktu tempuh yang dibutuhkan dari Pelabuhan Tanjung Kalian ke Yasmin Hotel dan Restaurant sekitar 20-30 menit membuat Yasmin Hotel dan Restaurant menjadi salah satu pilihan yang terbaik ketika berkunjung atau berwisata ke Kota Muntok. Aksesibilitas yang cukup mudah dijangkau dan berada di area pusat perdagangan dan jasa menjadikan Yasmin Hotel dan Restaurant menjadi alternatif terbaik ketika berkunjung ke Kota Muntok. Perpaduan kemudahan aksesibilitas dan letak yang strategis akan membuat tamu Yasmin Hotel & Restaurant dapat menikmati masa tinggal yang nyaman selama berada di Kota Muntok untuk menjalankan berbagai aktivitas, baik untuk bisnis maupun liburan.

                                 
Manager dan seluruh staf Yasmin Hotel dan Restaurant siap menyambut para tamu yang akan menginap demi mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama tinggal di Yasmin Hotel & Restaurant dengan memberikan pelayanan yang prima. Beberapa Fasilitas yang ada di Yasmin Hotel dan Restaurant, antara lain :

  • Hotel dengan jumlah kamar sebanyak 28 kamar, tersedia dengan pilihan satu atau dua tempat tidur.
  • Yasmin Resto: menyediakan berbagai jenis makanan ala Indonesia, Asia dan juga Western.
  • Fasilitas Ruang Pertemuan (VIP Board Room) yang di desain untuk VIP dan dirancang untuk memenuhi kenyamanan dengan kapasitas ruang exclusive: 1 s/d 19 tempat duduk.
  • Halaman parkir kendaraan yang luas dan rapi guna mendukung keamanan serta kenyamanan tamu yang membawa kendaraan sendiri.
  • Proses pelayanan check in dan check out yang cepat dan nyaman dengan sistem operasional terpadu di dukung oleh fasilitas pembayaran debit maupun credit card.
  • Free Welcome Drink untuk setiap tamu hotel.
  • Free Breakfast / sarapan pagi buat dua orang untuk setiap jenis atau tipe kamar.
  • 24 Hours - Free High Speed Wifi di Restaurant dan Lobby Hotel.
Sumber: 
Disparbud Kab. Bangka Barat
Penulis: 
Novabro
Fotografer: 
Yasmin Hotel & Restaurant
Editor: 
LOP
Bidang Informasi: 
Humas

Aneka snack dan cake LINA MANDIRI, Kec. tempilang. Kab. Bangka Barat.

Muntok Bangka Barat. Dalam rangka pemutakhiran data terkait perkembangan para pelaku usaha Ekonomi Kreatif, UKM, IKM, UMKM di Kabupaten Bangka Barat ( 10/07/20). Tim dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat menyambangi Rumah Snack Lina Mandiri yang terletak di Desa Benteng Kota Tempilang. Terletak di daerah pesisir Kabupaten Bangka Barat khususnya Tempilang kaya akan hasil laut. Salah satunya ikan tenggiri. Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai penganan yang enak. Mulai dari empek – empek hingga kerupuk.

Salah satu inovasi dari Rumah Snack ini adalah stik ikan tenggiri. Camilan ini serupa dengan kericu (kerupuk telur cumi). Memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang gurih sehingga cocok dijadikan camilan. Rumah snack ini juga menyediakan aneka snack seperti keripik bawang, keripik pisang, getas udang dan stik keju serta aneka kue kering.

Jadi, bila anda berkunjung ke Tempilang jangan lupa mampir ke Rumah Snack Lina Mandiri atau untuk pemesan langsung dapat menghubungi di nomor telepon : 085288855030- Wa:083175129021, https://web.facebook.com/profile.php?id=100008422114526

-Ayo Ke Bangka Barat-

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
Reea Dewi | SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Kunjungan Disbudpar Kep Babel Monitoring kesiapan DTW di Kab. Babar

Muntok- Bangka Barat, Kunjungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Bangka Barat pada (15/07/20).

Kunjungan tersebut menindak lanjuti hasil rapat koordinasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, GIPI (Gabungan Industri Periwisata Indonesia), serta kegiatan Launching dan Sosialisasi Video Pariwisata New Normal pada tanggal 1 Juli 2020 oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kunjungannya Plt Kepala Dinas Disbudpar Kep.Babel; Darlan, serta didampingi Kabid Destinasi Pariwisata; Firmansyah, Kepsek Pelayanan Informasi Pariwisata; Anugrah Gusta Prima, Penyusunan Rencana Kegiatan; Timan. dan disambut pihak Disparbud Bangka Barat oleh Plt Kepala Dinas; BH Seno, serta Kabid Destinasi Pariwisata; Setyawan, Kabid Pemasaran; Romi'at.

Dalam hal kunjungan tersebut diharapkan kordinasi antara Dinas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dan juga kepada para pelaku usaha akomodasi menjadi erat. selain silahturahmi juga dalam monitoring dan sosialisasi menjadi mudah, untuk kesiapan Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten/Kota se- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat beroperasi pada kondisi New Normal COVID-19.

Setelah berkunjung ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Bangka Barat, juga mengunjungi beberapa tempat penginapan akomodasi sebagai penunjang Daya Tarik Wisata (DTW), meliputi Hotel Yasmin dan Resto yang terletak di pusat Kota Muntok, dan Museum Timah Indonesia( MTI ) sebagai Daya Tarik Wisata (DTW) yang telah beroperasi sejak satu pekan yang lalu.

 

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Editor: 
nov@

Webinar Diskusi Sejarah #1 Membahas Jejak Pendidikan Peranakan Tionghoa di Bangka Barat

Mentok (15/07). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat akan menggelar seminar daring (dalam jaringan) atau webinar Diskusi Sejarah Bagian I pada hari Jum’at mendatang (17/07). Dengan mengangkat tema Jejak Pendidikan Peranakan Tionghoa di Bangka Barat, webinar ini akan dimulai pukul 16.00-17.30 WIB dengan narasumber Suwito Wu yang juga selaku Ketua Komunitas Heritage Tionghoa Bangka.

Webinar melalui aplikasi Zoom Meeting ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan oleh Disparbud di tengah suasana pandemi Covid-19. Webinar Diskusi Sejarah Bagian I ini sendiri merupakan Focus Group Discussion (FGD) dari isi materi Buku Kapita Selekta Bangka Barat Tahun 2020, yaitu Jejak Pendidikan Peranakan Tionghoa di Bangka Barat yang disusun oleh Suwito Wu. Jalannya diskusi sejarah ini akan dipandu oleh Bambang Haryo Suseno, Plt. Kepala Disparbud sekaligus pemerhati sejarah Bangka Barat.

Webinar Diskusi Sejarah Bagian I merupakan rangkaian dari 6 (enam) diskusi daring yang akan dilaksanakan oleh Disparbud. Tema-tema diskusi yang akan diangkat ke depannya antara lain adalah sejarah perjuangan masyarakat Bangka Barat dalam kemerdekaan RI, peninggalan Kesultanan Palembang di Bangka Barat, peradaban awal Islam di Bangka Barat, jejak peristiwa Perang Dunia  II di Mentok, dan riwayat hidup tokoh sejarah Bangka Barat.

Kegiatan webinar ini direspon dengan baik dari berbagai kalangan pemerhati dan pengamat sejarah. Sampai hari ini (15/07), sebanyak 233 orang telah mendaftar sebagai peserta dari kuota 300 peserta yang disediakan. Para calon peserta berasal dari Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Ambon, dan bahkan Belanda dalam webinar perdana Disparbud ini. Webinar ini merupakan kerjasama Disparbud Kabupaten Bangka Barat dengan Museum Timah Indonesia Muntok dan Komunitas Anak Mude Mentok.

Bagi yang berminat untuk ikut dalam diskusi sejarah ini, dapat bergabung sebagai peserta dengan mendaftar di tautan: https://forms.gle/Ept2nCtJhfoiNcr79 dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan ID Meeting: 843 6813 8198 dan Password: sejarah. ***

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
Muhammad Erfan
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Verifikasi Ekonomi Kreatif -Wilayah Kabupaten Bangka Barat.

Bangka Barat (14/07/20). Dalam rangka pemutakhiran data terkait perkembangan para pelaku usaha Ekonomi Kreatif, UKM, IKM, UMKM di Kabupaten Bangka Barat, meliputi usaha Rumah Makan, Café, Warung Kopi dan Jasa Hiburan lainnya di Kecamatan Parittiga (16/06/20), Kecamatan Jebus (22/06/20) dan Kecamatan Tempilang (8/07/20).

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, melalui Bidang Pemasaran, melakukan survey kelapangan untuk memverifikasi data para pelaku usaha tersebut.Verifikasi data dilaksanakan oleh Tim dari Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat yang di koordinir oleh Kepala Bidang Romi’at.

Dengan dilaksakannya verifikasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini, menggali potensi- potensi baru yang tersebar di berbagai wilayah Desa, di Enam Kecamatan, Dan selanjutnya data ini nantinya dapat digunakan sebagai penunjang dalam mempromosikan kepariwisataan Daya Tarik Wisata di Kabupaten.Bangka Barat.

"Untuk sementara ini data yang telah terverifikasi baru ada 3 kecamatan yaitu kecamatan Parittiga, Kecamatan Jebus dan Kecamatan Tempilang. Kedepannya akan kita verifikasi lagi untuk kecamatan Kelapa, Kecamatan Simpang Teritip dan Kecamatan Muntok"  Selain mendata, nantinya juga dapat membantu mereka dalam promosikan usaha – usaha para pelaku usaha tersebut, melalui media sosial yang di kelola langsung oleh pihak Dinas ; Website resmi https://disparbud.bangkabaratkab.go.id/, Facebook https://web.facebook.com/AyokeBangkaBarat, Instagram https://www.instagram.com/ayo_ke_bangka_barat/ dan Youtube https://www.youtube.com/feed/my_videos.

Semoga dengan upaya yang dilakukan oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Bangka Barat ini dapat dapat berguna, memacu semangat baru bagi para pelaku usaha Ekonomi Kreatif, UKM, IKM, UMKM di semua Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bangka Barat, agar dikenal masyarakat luas.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020
Editor: 
nov@

Dodol Ranggi- Desa Ranggi Asam Kec. Jebus. Kab. Bangka Barat.

Bangka Barat. Mengenal dan merasakan makanan yang satu ini pasti tidak asing bagi kita di Indonesia, makanan ini disebut "Dodol" dengan bermacam- macam  variasi rasa buahan dengan cita rasa gurih dan manis, bertekstur lembut pada bagian dalamnya, dan kering pada bagian luar, makanan ini biasanya menjadi salah satu makanan  khas atau oleh- oleh disaat kita berlibur disuatu daerah seperti di Pulau Jawa, dan cocok sekali menjadi sajian camilan disaat santai bercengkrama bersama keluarga.

Tapi kali in Di Bangka Barat sendiri telah mengembangkan makanan yang bertekstur lembut dan kering tersebut, yaitu Dodol Ranggi, Dodol yang biasanya hanya dapat dinikmati pada saat acara Adat Khitanan Masal saja setiap tahunnya di Desa Ranggi Asam, kini masyarakat Desa Ranggi mengembangkan olahan Dodol tersebut agar dapat dinikmati masyarakat  setiap saat, tanpa menunggu satu tahun sekali, dan juga telah dikemas siap saji persatu kotak dengan berat 250 gram. Dodol Ranggi tersebut telah di pasarkan oleh Bumdes Bukit Sembang dan di produksi oleh Nur’in Besanak sebagai olahan lokal tradisional ciri khas Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Untuk menikmati Dodol tersebut anda dapat langsung  datang ke Bumdes Bukit Sembang Desa Ranggi Asam Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, atau pemesanan lebih lanjut dapat menghubungi di nomor telepon: 0823-7624-6280, 0823-7741-7539.

Ayo majukan IKM, UKM, UMKM Bangka Barat. Ayo Ke Bangka Barat.

Sumber: 

Disparbudbabar- Nur’in Besanak- Bumdes Bukit Sembang

https://disparbud.bangkabaratkab.go.id

Sumber: 
Disparbudbabar- Nur’in Besanak- Bumdes Bukit Sembang
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Nur’in Besanak- Bumdes Bukit Sembang
Editor: 
nov@

Café Outdoor Foods & drinks- Desa Air Kuang, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat

Bangka Barat, Bagi anda yang berkunjung atau menikmati liburan akhir pekan berwisata ke Bangka Barat, dengan tujuan ke Kecamatan Parittiga, anda bisa bersantai sejenak menghilangkan rasa lelah, ada sebuah cafe yang sangat nyaman untuk di singgahi bersama keluarga, bersama pacar, atau sekedar santai bersama kerabat teman- teman, Tempatnya asik dan sangat luas,  Ada lukisan 3D bisa buat selfi- selfian di bagian tembok halaman. yaitu Café Outdoor Foods & drinks, Café ini terletak di jalan Air Kuang, Kecamatan Jebus, lokasi tidak jauh dari pusat Kota Kecamatan Parittiga.

Café ini buka mulai dari pukul 10:00 wib S/d 22.00 wib hingga, menu yang di sajikan pun bermacam- macam, dari menu ringan maupun berat, mulai dari minuman hangat dan minuman dingin, seperti kopi hitam nya pun enak, dan rasa juice yang kental, dahaga pun hilang seketika setelah meminumnya. Selain itu sajian menu berat seperti: nasi ayam goreng, nasi ayam geprek, Mie ayam, pasti kalau kita bayangkan pasti ingin mencoba, dan juga tersedia menu ringan seperti; kentang goreng, sosis, roping, dan masih banyak menu lainya, harganya pun terjangkau.

Café Outdoor Foods & drinks juga menerima pesanan melaui aplikasi WhatsApp Delivery order di nomor telepon: 0812-5346-9774, di seputaran wilayah sekitar Air Kuang, Parittiga, kimjung, Puput, Ketab, Sunthai, Jamphan, untuk biaya pengantaran gratis, Cara pembayaran pun bisa menggunakan Qris, bisa bayar pake aplikasi LINKAJA, OVO, Gopay, lebih aman dan praktis, karena kamu tak perlu menyimpan banyak uang tunai di dompet. Apa lagi di tengah pandemic wabah Covid-19. Kita di haruskan mengikuti anjuran protokol kesehatan dengan melakukan pembayaran secara non tunai.

link instagram https://www.instagram.com/outdoor.parittiga/?hl=en

Nikmati liburan akhir pekan anda, tetap jaga kesehatan dan tetap terapkan protokol kesehatan.

- Ayo Ke Bangka Barat-

 

Sumber: 
Disparbudbabar-Café Outdoor Foods & drinks
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020 | Café Outdoor Foods & drinks
Editor: 
nov@

Pondok madu Kelulut - Desa Air Kuang, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat

Bangka Barat, Salah satu produk unggulan IKM yaitu Madu Kelulut (Trigona itama) yang di budidaya oleh Yuliandi, di bawah binaan KPHP Jebu Bembang Antan, terletak di Dusun Bangun Jaya Rt. 04. Desa Air Kuang Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat.

Budidaya lebah madu kelulut Yuliadi telah ditekuni sejak 2018, dengan memanfaatkan lahan disekeliling rumah disulap menjadi budidaya lebah madu kelulut.  Dengan berbahan sederhana menggunakan kotak papan berbentuk persegi empat berukuran lebar 50cm, dengan ketebalan 20cm, kotak tersebut diberi penyangga kayu disusun berdiri berjajar atau berkelompok agar kawanan koloni lebah tetap  bertambah. yang nantinya kotak tersebut menjadi tempat bersarang koloni lebah-lebah kecil seperti lalat tersebut.

Saat berkunjung di kediamannya, Yuliandi," mengenai daya jual saat pandemi wabah Covid-19 pesanan justru meningkat dibandingkan dari sebelum wabah Covid-19 merebak, mungkin dari khasiat madu kelulut ini yang banyak kegunaannya baik dari nilai gizi dan sebagai daya tahan tubuh yang sangat luar biasa, jadi banyak yang membeli, dan tak urung stok persediaan madu pun terkadang sampai kehabisan. Untuk panen madu pun tidak bisa setiap hari, dalam satu koloni, bisa menghasilkan sentengah liter madu saja, dan minimal palingcepat masa panen itu jaraknya satu bulan. Tapi jangan khawatir bagi konsumen diharapkan dapat mememesan dulu. Nanti akan kami kembangkan lagi budidaya lebah madu ini', ungkap lelaki lulusan S1 Teknik Industri ini.

Jadi, bagi anda yang ingin mengkonsumsi madu kelulut original Pondok Madu Kelulut Bangka Barat, bisa langsung datang kerumah atau dapat memesan di nomor telepon: 0813-6878-3366, dan nantinya madu dapat dikirim secara online ke seluruh Indonesia.

Facebook resmi Pondok madu Kelulut ;https://www.facebook.com/pondk.kelulut

Mari bersama, kenali, cintai, produk- produk Ekonomi Kreatif, UKM, UMKM Kabupaten Bangka Barat.

- Ayo Ke Bangka Barat-

Sumber: 
Disparbudbabar- Pondok Madu Kelulut
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbudbabar2020- Pondok Madu Kelulut
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Peringati HARI BHAYANGKARA ke-74 Giat bersih Pantai Rajdi

Muntok- Bangka Barat. Giat bersih pantai kawasan Pantai Radji. Kec. Muntok, Kab. Bangka Barat, dalam memperingati HARI BHAYANGKARA  Ke- 74, Bersama Jajaran Polres Bangka Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat, serta Komunitas Trail TRABAS Muntok. Minggu pagi (28/06/20).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat; AKBP Fedriasah, dan Juga Plt. Kepala dinas Disparbud Bangka Barat Bambang HS dan Kepala Bidang Destinasi Disparbud Setyawan, serta Kepala Bidang Kebudayan Disparbud; Hendra, kegiatan dilaksanakan dengan bersama- sama menyisir bibir pantai di kawasan pantai Radji, dengan sasaran utama yaitu limbah sampah plastik, sepeti botol minuman ringan, hingga sampah rumah tangga.

Kegiatan bersih pantai selain memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar, juga berdampak positif bagi kepariwisataan di wilayah Kab. Bangka Barat. selain itu memberi contoh kepada masyarakat lainnya agar tidak membuang sampah sembarangan. 

Pantai radji selain indah juga menyimpan kenangan sejarah, menjadi saksi bisu saat perang dunia II pada Februari 1942, sebuah kapal membawa tentara Inggris yang terluka serta perawat Australia mengungsi dari Singapura menuju Australia namun berhasil ditenggelamkan oleh pesawat pembom Jepang diselat Bangka tetapi ada beberapa dari mereka yang selamat dan berhasil berenang pantai walaupun akhirnya mereka di eksekusi mati oleh tentara Jepang di pantai tersebut.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbud2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Lima (5) pasang peserta finalis Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat 2020

Muntok- Bangka Barat. Berikut Lima (5) pasang peserta finalis Bujang dan Dayang Kabupaten Bangka Barat 2020. Wajah serta nama dan alamat yang  lolos dari tahapan sesi audisi interview secara daring/ online, para peserta bertatap wajah langsung/ video call dengan pihak juri melalui aplikasi WhatsApp online dilaksanakan pada Sabtu (27/06/20) yang sebelumnya berjumlah Dua Belas (12) pasang peserta semi finalis.

Antusias dari Dua Belas (12) pasang peserta pun sangat luar biasa dalam mengikuti proses sesi audisi interview,  Dengan menjawab materi pertanyaan antara lain meliputi wawasan sejarah, wisata, budaya, unjuk bakat, sesi virtual shoot, dan penilaian lainnya mahir berbahasa inggris. selain itu para peserta juga dapat mengispirasi, mempunyai suatu program kerja apa bila nanti terpilih menjadi finalis Bujang dan Dayang Kabupaten Bangka Barat 2020.

Tahap berikutnya, Lima (5) pasang peserta finalis nantinya akan masuk sesi pada tahapan lanjutan penilaian, yaitu tahapan pengganti dalam masa karantina. Selamat kepada peserta semi finalis Bujang dan Dayang yang berhasil lolos tahapan penyisihan audisi interview hari ini. Bagi peserta yang belum lolos jangan berkecil hati.  

Sumber: 
Disparbudbabar- BDBAR 2020
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Penilaian secara daring/online Pemilihan Bujang Dayang Kab. Bangka Barat 2020

Muntok- Bangka Barat. Kesibukan para tim juri saat penilaian interview dalam ajang pemilihan Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat tahun 2020, kepada 12 pasang Semi Finalis yang dilaksanakan di Museum Timah Muntok Indonesia secara daring/ online Sabtu, (27/06/20).

Penilaian interview melaui aplikasi WhatsApp online yang dilaksanakan di ruangan Museum Timah Muntok Indonesia secara terpisah, agar suasana tatap muka juri dan peserta tetap nyaman dan kondusif saat berinteraksi.

Tim penilaian dilaksanakan langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat; Romi’at dan juga Koordinator Alumni Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat(BDBAR); Agung Purnama dan beberapa Alumni lainya turut membantu dalam proses kegiatan penilaian.

Dan dari dua belas (12) pasang peserta Semi Finalis yang telah lolos interview pada hari ini, selanjutnya akan diambil lima(5) pasang peserta untuk melanjutkan kebabak penyisihan berikutnya. Dan nantikan pengumuman live secara langsung pada sore hari ini pukul 16.00 wiib, melalui live instagram Bujang Dayang Bangka Barat https://www.instagram.com/bujangdayangbangkabarat/.

-Ayo ke Bangka Barat-

Sumber: 
Disparbudbabar- BDBAR 2020
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Semi Finalis Terpilih Pemilihan Bujang Dayang Bangka Barat 2020

Melalui rapat singkat panitia seleksi pemilihan Bujang Dayang tahun 2020 di Museum Timah Muntok Indonesia (25/06/20). Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat mengucapkan selamat atas terpilihnya 12 pasang peserta Semi Finalis dalam ajang pemilihan Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat Tahun 2020.

Dengan melakukan penilaian dari berkas yang telah dilakukan seleksi diumumkan secara Live melalui official Instagram Bujang Dayang Bangka Barat pada Kamis, 25 Juni 2020 pukul 14.00 – 16.00 WIB dengan beberapa aspek antara lain :

1. Keselarasan pengisian formulir dengan arahan / perintah pada tiap tabel yang ada di formulir pendaftaran

2. Pertimbangan pada prestasi yang di dapat

3. Kemantapan Program Kerja

4. Memperhatikan faktor beauty / penampilan fisik

Berikut terlampir nama- nama peserta yang telah terpilih :

BUJANG :

- Kelvin Fernando Pratama

- Faris Fathin

- Orie Fachridho Hermawan

- Septian Jerry

- Enda Saputra

- Naufal Lisanul Haq

- Zizi Whais AI Qoornie

- Suwendi Susandi

- Yusril Ihza Mahendra

- M. Maulana

- Jermi Firando

- Indra Saputra

 

DAYANG :

- Oktavia Mirendra

- Ayu Kusuma Utami

- Wulan Purnama Sari

-Fifi Nurhafifah

- Ela Marita

- Ocha Erinda

- Ine Yolanda

- Kharisyatul Hikmah

- Hetty Estora

- Nadiyah Zalfahirah

- Suci Ayu Meilani Putri

- Zafhira Araza

Bahwasanya Pemilihan Bujang Dayang adalah untuk mencari bibit-bibit baru generasi muda atau yang dikenal sebagai duta wisata. pemilihan Bujang Dayang ini merupakan pemilihan rutin setiap tahunnya, Mari persiapkan diri bagi peserta yang lolos Semi Finalis untuk melanjutkan pada perjuangan ke tahap Audisi yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Juni 2020. Selanjutnya dari tahapan audisi nantinya akan memilih 5 pasang Finalis Bujang Dayang Bangka Barat Tahun 2020 untuk melaju ke tahapan penilaian.

Ayo tunjukkan prestasi terbaik mu pada saat audisi nanti ! selamat! Salam Cerdas

- Ayo ke Bangka Barat -

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Family Gathering IOF Pengda Babel Promosikan Potensi Pariwisata Kec. Parittiga, Kab.Bangka Barat.

Bangka Barat- Kurang lebih empat puluh peserta kendaraan roda empat Offroad dengan ciri khas menggunakan ban bertapak lebar, dengan spesikasi Fun Offroad, Extreme Offroad, Adventure Offroad, peserta memadati area kawasan Agro wisata Bukit Mantan Indah (BMI) Family Gathering Adventure Offroad, serta menyikapi persiapan new normal dalam mempromosikan potensi pariwisata di Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat(21/06/2020).

Dalam gelaran acara tersebut hadir  Ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengda Babel ; Mulyadi, Dandim 0431/Bangka Barat Agung Wahyu Perkasa, Muntok Jeep Community (MJC) Bangka Barat; Ba’ah, dan hadir beberapa club lainnya; Komunitas Jeep Pangkal Pinang (KJP), Bangka Jeep Club,Taft Diesel Indonesia Chapter Pangkal Pinang, Bhayangkara Jeep Babel, Doble Cabin Indonesia, Cikar Jeep Bangka Tengah, Bangka Jeep Club (BJC), Belinyu,Jeep

Start awal berkumpul di kawasan Agro Wisata Bukit Mantan Indah (BMI) di Desa Air Gantang-Desa Puput Kec. Parittiga Kab. Bangka Barat, Agro Wisata Bukit Mantan Indah (BMI) merupakan kawasan wisata baru masih dalam tahap pengembangan, dan berakhir finis di kawasan Pantai Jerangkat, Desa Ketap, Kec. Jebus.

Hasbullah selaku pihak panita mengungkapkan “bahwa animo pecinta kegiatan olahraga Offroad otomotif di Bangka Belitung sangat tinggi, maka sebagai wadah menyalurkan hobi pecinta otomotif Offroad kami bersama komunitas Offroad menggelar kegiatan ini, selain untuk mempererat tali persahabatan dan silahturahmi antara komunitas pecinta Offroad, juga membantu mempromosikan dan memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kab.Bangka Barat “ pungkasnya.

- Ayo ke Bangka Barat -

Sumber: 
Bukit Mantan Indah (BMI), Panitia pelaksana Komunitas Jeep Adventure Offroad
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
BMI, Panitia pelaksana Komunitas Jeep Adventure Offroad
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Keripik Priak olahan UPPKS Mandiri, Desa Sekar Biru, Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat

Bangka Barat-  Apabila anda anda bekunjung ke Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat, tepatnya di Desa Sekar Biru jangan lupa untuk membeli oleh- oleh yang satu ini yaitu keripik priak/ pare, pare (Momordica Charantia) ini biasanya diolah sebagai masakan atau lalapan. Pare yang juga disebut “paria” atau “periak” dalam bahasa lokal juga memiliki banyak manfaat dari buah hingga akarnya dan bisa diolah sebagai obat tradisional.

Pare mengandung vitamin A, vitamin C, Vitamin E, vitamin B1,B2, B3 dan folat. Selain itu buah ini juga mengandung berbagai mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, seng, magnesium, dan fosfor juga karbohidrat, antioksidan dan serat. Manfaat pare juga dikenal sebagai penurun gula darah.

Di Desa Sekar Biru, Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat  pare diolah menjadi keripik. Melalui Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Mandiri dari tangan ibu Marlena, pare yang pahit itu disulap menjadi cemilan yang enak. Awal mula pembuatan keripik pare ini untuk menciptakan produk unggulan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sehingga terlintaslah pembuatan keriripik pare. Selain keripik pare, ibu Marlena juga  mengembangkan keripik terong.

Pada awal percobaan keripik pare, rasa pahitnya masih terasa. Setelah beberapa kali percobaan barulah didapat hasil yang seperti sekarang. Untuk mengurangi rasa pahit, setelah diiris tipis pare direndam dalam air garam selama kurang lebih 1 jam. Setelah itu dicuci bersih dan di tiriskan. Pare kemudian dimasak sebentar dalam air panas dan dibilas di bawah air yang mengalir sampai dingin. Barulah bisa dijadikan keripik.

Pemasaran keripik pare ini sudah menembus  supermarket  Transmart Pangkalpinang untuk produk lokal. Keripik ini juga  bisa ditemui di toko oleh – oleh lokal. Mari bersama cintai produk lokal, dan majukan produk- produk UKM serta UMKM yang ada di Bangka Barat agar lebih terkenal.

ingin menikmati kripik Priak/ pare? dapat memesan di nomor telepon : 0812-7227-6140

- Ayo Ke Bangka Barat-

Sumber: 
UPPKS Mandiri, Desa Sekar Biru, Kec. Paritiga, Kab. Bangka Barat - Disparbudbabar
Penulis: 
Reea Dewi | SAP
Fotografer: 
Disparbud2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

“SENJA” video pendek karya aksi BDBAR raih juara harapan III. Lomba diselenggarakan oleh (KEMENPPPA) Republik Indonesia

Muntok- Bangka Barat. Selamat dan sukses kepada Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) yang telah mengharumkan nama Kabupaten Bangka Barat, dengan meraih juara harapan III dengan total nilai 219 dalam lomba video pendek yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA) Republik Indonesia yang diumumkan melalui tayangan video conference pada Senin (22/06/2020).

Sebuah video dokumentasi  “SENJA” Sebuah kata dengan beribu makna, sebuah masa tak lagi gagah, sesosok raut tak lagi cerah, semua akan menemui "senja"nya nanti, dan senjamu hari ini aku temani. aksi Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)  pada tanggal 20 Mei 2020 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1441 H, merupakan bentuk sebuah aksi dalam mendalami realita kehidupan masyarakat, sekaligus mememberikan sedikit kebahagiaan kepada seorang wanita paruh baya yaitu Mak Minah, Mak Minah hidup sebatang kara di sebuah rumah sederhana dengan keterbatasan fisik yang ia punya. Mak Minah mengalami sakit yang membuat tubuhnya kecil dan tidak bisa berjalan sempurna seperti orang biasa.

Agung Purnama selaku ketua Alumni Ikatan Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) mengungkapkan, "aksi “SENJA” video yang meraih juara harapan III dalam ajang lomba yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA) tersebut, awalnya kegiatan aksi SENJA dilaksanakan tidak untuk diperlombakan hanya untuk dokumentasi kegiatan setiap aksi BDBAR. Agung Purnama bersama rekan alumni (BDBAR) berinisiatif untuk mengikuti lomba, dengan mengirimkan video dokumentasi ‘SENJA’ tesebut, dan tak menyangka akan meraih juara harapan III", ungkapnya.

Terima kasih Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA) Republik Indonesia yang telah memilih video dokumentasi karya dari aksi BDBAR, Semoga dapat menambah semangat dan membakitkan kembali gairah para generasi muda dalam berkreativitas di Bangka Barat untuk menjadi lebih maju.

- Ayo Ke Bangka Barat-

 

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR),
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Vitur Merah ( Virtual Tour Mengenai Sejarah ) 12- 13 Juni 2020

Muntok- Bangka Barat, Mari kita apresiasikan dan ikut bergabung dalam Vitur Merah ( Virtual Tour Mengenai Sejarah ) 12- 13 Juni 2020 di Museum Timah Indonesia Muntok, bentuk aksi dari Alumni Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat (BDBAR) pada kali ini dalam menuju New Normal. Alumni Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat (BDBAR) yang berperan aktif membantu pemerintah Kab. Bangka Barat dalam mempromosikan berbagai macam potensi dan Daya Tarik Pariwisata Daerah, Baik secara sendiri- sendiri maupun secara bersama-sama melalui media sosial secara langsung.

Aksi virtual ini untuk mengisi waktu luang kepada masyarakat selama dirumah, mengajak untuk merasakan berwisata sambil belajar sejarah di Museum Timah Indonesia Muntok. Aksi virtual tour ini akan dilaksanakan melalui Live IG yang akan dilaksanakan pada dua sesi yaitu: Sesi I : Jumat, 12 Juni 2020 pukul 16.00 WIB dengan materi "SEJARAH & BUDAYA BANGKA". Sesi II : Sabtu, 13 Juni 2020 pukul 09.30 WIB dengan materi "Sejarah Pengasingan Bung Karno dan Tragedi Perang Dunia II".

Dan nantinya akan diberikan 20 E-sertifikat untuk 20 orang pendaftar di tiap sesi dan juga akan ada hadiah menarik bagi pemenang terpilih. caranya mudah cukup mendaftarkan diri kalian melalui nomor WA 0821-7942-4273 dengan format Nama_Pilihan Sesi_ID Instagram (contoh : BDBAR_SESI I_@bujangdayangbangkabarat).

Mari bergabung daftarkan diri anda, mari berwisata dan belajar sejarah bersama!  Bujang Dayang Bangka Barat, BISE!

 

 

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Kunjungan kerja Study Komparasi Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Bangka Barat Tahun 2020.

Muntok- Sebanyak 9 (Sembilan) Anggota Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang melakukan Study Komparasi bertempat di ruang rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat pada Hari Kamis (04/06/2020).

Pada kegiatan rapat tersebut hadir ketua, sekretaris, berserta anggota Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang; Ahmad Amir, Rio Setiady, Dwi Pramono, Ernawati, Riduan, Jamaludin, Untung Budiyono, dan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat; Bambang HS, berserta Kepala Bidang Pemasaran; Romi’at, Kepala Bidang Destinasi; Setyawan.

Rapat dibuka langsung oleh Bambang HS, permasalahan yang dibahas adalah mengenai pengembangan Daya Tarik Wisata di wilayah  Kab. Bangka Barat, mulai dari peningkatan sarana prasarana dan tata cara pengolahan Daya Tarik Wisata, hingga penurunan dalam sektor perekonomian yang telah didata dari 6 Kecamatan di Kab. Bangka Barat, dari para pelaku usaha ekonomi kreatif, jasa akomodasi, dan daya tarik wisata, yang telah di update  hingga tahun 2020 terkait dampak di tengah wabah pademi covid 19.

Adapun sektor ekonomi kreatif di tahun 2020 seperti penurunan omzet yang sangat signifikan dibandingkan tahun - tahun sebelumnya, kita semua harus mematuhi kebijakan penerapan protokol kesehatan demi mencegah wabah pandemi covid-19 yang mengharuskan kita semua untuk lockdown atau tutup sementara waktu. Hal serupa berlaku juga untuk sektor Daya Tarik Wisata yang di kelola langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat antara lain; Pesanggrahan Menumbing, Pantai Baturakit, serta tempat daya tarik wisata lainnya yang di kelolah oleh pihak swasta juga harus melakukan  lockdown atau ditutup sementara waktu. hal serupa berlaku juga untuk di Kota Madya Pangkalpinang, semua tempat yang berhubungan dengan pariwisata juga ditutup untuk sementara waktu. 

Kab. Bangka Barat telah diposisikan dari Provinsi Kep. Bangka belitung sebagai tujuan Daya Tarik Wisata Sejarah, tetapi Anggota Komisi II DPRD Kota Pangkal Pinang memberikan saran agar Kab. Bangka Barat lebih mengembangkan lagi Agro Wisata seperti wisata durian dan lainnya dikarenakan wilayah hutan Kab. Bangka Barat yang masih sangat luas dan masih belum dikembangkan, Wisata Agro juga sangat menjanjikan dan bisa menaikkan perekonomi masyarakat.

Sumber: 
Disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Ayo... ikut Pemilihan Bujang Dayang Kab. Bangka Barat Tahun 2020

Muntok- Bangka Barat, Pemilihan Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat (BDBAR) pada tahun 2020 ini telah resmi dibuka, bagi Putra dan Putri daerah wilayah Kabupaten Bangka Barat dapat bergabung langsung dalam Pemilihan Bujang Dayang secara Online/ Daring. 

Pada tahun-tahun sebelumnya pemilihan Bujang Dayang Bangka Barat, peserta dapat langsung hadir dilokasi Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat. Pada kali ini pelaksanaan pemilihannya dilakukan secara online/ daring dirumah masing-masing peserta, demi mencegah merebaknya pandemi Virus Corona sejak Desember 2019 sampai saat ini mengharuskan semua proses kegiatan seperti belajar dan mengajar atau mengumpulan masa tidak diperbolehkan. Hal itu perlu dilakukan guna meminimalisir kontak fisik secara massal, sehingga memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Proses pemilihan Bujang Dayang kali ini akan dikoordinir oleh Bujang Agung Purnama (Alumnus Bujang Dayang Tahun 2014). Meliputi registrasi awal yang telah dibuka pada tanggal 10 Mei 2020,hingga Audisi, Penilaian, sampai Grand Final pun nantinya pada tanggal 26 Juli 2020 semua dilaksakan secara online/ daring.

Bahwasanya Pemilihan Bujang Dayang adalah untuk mencari bibit-bibit baru generasi muda atau yang dikenal sebagai duta wisata. pemilihan Bujang Dayang ini merupakan pemilihan rutin setiap tahunnya,

Kriteria untuk menjadi Bujang dan Dayang harus memiliki aspek dari 3B : ( Brain, Beauty and Behavior). Selain berfungsi sebagai edukasi sekaligus dalam rangka memunculkan Putra dan Putri yang mampu memberikan contoh dan inspirasi bagi generasi muda. Selain itu juga untuk melatih dan menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berintelektual serta sebagai ajang  tempat menyalurkan bakat untuk membina remaja yang memiliki prilaku baik dengan cara merawat dan memelihara, Dan nantinya juga membantu Pemerintah Daerah dalam mempromosikan Pariwisata yang ada di Bangka Barat.

Dan bagi peserta yang ingin mendaftar, kamu dapat mengunduh formulir pendaftaran pada link yang tertera di IG https://www.instagram.com/bujangdayangbangkabarat. Saatnya buat kamu jiwa muda khususnya di wilayah Bangka Barat dapat bergabung dan bergerak bersama Ikatan Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat (BDBAR), untuk berkontribusi bagi negeri lewat berbagai aksi.

  1. Pendaftaran dibuka : tanggal 10 Mei - 23 Juni 2020
  2. Audisi tanggal 27-28 Juni 2020
  3. Penilaian 01- 20 Juli 2020
  4. Grand Final 26 Juli 2020

Ketentuan :

  1. Terbuka untuk UMUM
  2. Belum menikah
  3. Usia 16-25 Tahun
  4. Tinggi Minimal Bujang 165 CM
  5. Tinggi Minimal Dayang 160 CM
  6. Mampu bebahas inggris(minimal pasif)
  7. Melampirkan foto close up dan seluruh badan
  8. Melampirkan formulir yang dapat diunduh di akun resmi Instagram Bujang Dayang Bangka Barat @Bujangdayangbangkabarat  https://www.instagram.com/bujangdayangbangkabarat

link formulir pendaftaran https://drive.google.com/file/d/111DGK1HrnjBuA134hspHUbjLkcUhtRHV/view

Semoga dalam pemilihan lanjutan Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat Tahun 2020, dapat mendapatkan generasi muda Indonesia yang dinamis, kreatif dan cerdas sekaligus dapat menjadi ujung tombak promotor pariwisata dalam mempromosikan kepariwisataan Bangka Barat. Mari bergerak serentak karena bersama kita kuat untuk menuju Bangka Barat Hebat! Bujang Dayang Bangka Barat, BISE!
.
Jika ada informasi yang ingin ditanyakan bisa langsung menguhubungi kontak narahubung yang tertera pada poster tersebut di nomor handpone: 082179424273 (Agung Purnama)

 

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#instaevent #bujangdayang #dutawisata #pemilihan #bdbar #bangkabarat #bangkabelitung #generasihebat #BDBAR2020 #lawancovid19 #lawancorona

Aksi BDBAR- Minus PLUS Berbagi

Muntok- Bangka Barat, pada aksi kegiatan kali ini Putra- Putri yang tergabung dalam Alumni Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat (BDBAR) terbentuk pada tahun 2013, dan masih aktif hingga saat ini melakukan kegiatan bertemakan Minus PLUS Berbagi’ - Minus Plastik Used adalah sebuah kampanye untuk mengajak masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik kresek dan menggantinya dengan Tote Bag lalu dikemas dengan cara yang berbeda, yaitu dengan cara berbagi dengan sembako. 

Tote Bag yang berisikan sembako  tersebut dibagi  langsung kepada beberapa masyarakat kalangan menengah ke bawah dengan beberapa lokasi pembagian yaitu di Kecamatan Muntok dan Kecamatan Simpang Teritip. kegitan aksi ini pun telah usai dilaksanakan pada sabtu (09/05/2020).

Semoga aksi kecil kegiatan berbagi sembako  para Alumni Bujang Dayang Kabupaten Bangka Barat  (BDBAR) Minus PLUS Berbagi’ Minus Plastik Used  lebih bermanfaat dan berguna, khusunya bagi warga yang lebih membutuhkan diwilayah Bangka Barat.

 

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Disparbud2020 | Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#aksibdbar #bujangdayang #bangkabarat #bangkabelitung #dutawisata

Minus PLUS Berbagi

Minus PLUS Berbagi

Berlanjut pada aksi kegiatan berikunya, Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) yang sebelumnya sukses melakukan aksi TAGAR BETIS (Takjil Gratis Buat Tenaga Medis).

Kali ini akan melakukan aksinya kembali dengan tema ‘Minus PLUS Berbagi’ adalah sebuah kampanye untuk mengajak masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik kresek dan menggantinya dengan Tote Bag lalu dikemas dengan cara yang berbeda, yaitu dengan cara berbagi dengan sembako.

Aksi ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 09 Mei 2020 Sasarannya adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dengan beberapa spot lokasi pembagian yaitu di Kecamatan Muntok dan Kecamatan Simpang Teritip.Pembagian paket sembako ini akan dibagikan langsung kepada masyarakat yang sudah di data oleh alumni BDBAR.

Mari bergerak serentak karena bersama kita kuat untuk menuju Bangka Barat Hebat! Bujang Dayang Bangka Barat, BISE!

 

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Aksi Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) TAGAR BETIS (Takjil Gratis Buat Tenaga Medis)

Ramadhan adalah bulan mulia dan penuh berkah yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Kehadiran bulan suci Ramadhan biasanya selalu disambut gembira oleh seluruh kaum muslimin, tak terkecuali bagi masyarakat muslim Indonesia.

Bulan Ramadhan yang identik dengan ibadah puasa yang memiliki banyak keistimewaan yang tidak bisa dijumpai di bulan-bulan lainnya. Allah SWT menjanjikan banyak kebaikan dan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang bisa memanfaatkan momen istimewa di bulan Ramadhan.

Sayangnya pada bulan Ramadhan tahun 2020 ini seluruh lapisan masyarakat Indonesia dilanda pandemi wabah Covid-19. Wabah ini menjadi sebuah momok yang menakutkan disetiap manusia. Hingga penyebaran pun mulai merambah di berbagai berbagai wilayah di Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka Barat.

Pihak-pihak terkait pun turut siaga dalam menangani dan menjaga penularan wabah Covid-19. Terutama tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penangan wabah Covid 19.

Dalam kesempatan kali ini Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) selama tiga hari  27-29 April 2020 lalu mereka melakukan sebuah aksi kepedulian yaitu TAGAR BETIS (Takjil Gratis Buat Tenaga Medis) berbagi takjil untuk tenaga medis yang ada di tiga fasilitas kesehatan di Muntok.

Aksi kegiatan Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) tersebut sebagai bentuk upaya dan kinerja menjadi citra teladan bagi generasi muda Indonesia yang dinamis, kreatif dan cerdas sekaligus menjadi ujung tombak promotor pariwisata selain mempromosikan kepariwisataan Bangka Barat.

Semoga kegiatan aksi dari keaktifan dan kepedulian mereka para Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) dapat memberikan energi posotif dan menjadi penyemangat  dan sekaligus pendorong terhadap tenaga Medis yang berkerja melawan Covid-19 di Bangka Barat.

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

TAGAR BETIS (Takjil Gratis Buat Tenaga Medis) Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)

Masih dalam upaya #LawanCorona Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) akan melaksanakan sebuah aksi yang didedikasikan bagi Tenaga Medis sebagai garda terdepan dalam melawan wabah Corona yang mematikan.

Yang sebelumnya sukses menggelar beberapa kegiatan seperti Bermain (Berbagi Masker Kain)
dalam pembagian masker meliputi beberapa wilayah Pangkalpinang, Belitung, Muntok, Jebus, Parittiga, Jogjakarta.pada minggu lalu(19/4/20).

Pada kali ini TAGAR BETIS (Takjil Gratis Buat Tenaga Medis) sebuah aksi berbagi takjil untuk tenaga medis yang ada di tiga Fasilitas Kesehatan di Muntok. Aksi ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 27-29 April 2020. 

Semoga aksi mereka BDBAR dapat berjalan lancar, sekaligus menjadi contoh penyemangat bagi kaum muda di Bangka Barat bersama #LawanCorona

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#aksibdbar #bujangdayang #bangkabarat #bangkabelitung #dutawisata

Bermain (Berbagi Masker Kain) aksi Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) Lawan Corona

Bermain (Berbagi Masker Kain) merupakan aksi sosial di beberapa wilayah yang telah dilakukan oleh Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR), dalam pembagian masker tersebut meliputi wilayah Pangkalpinang, Belitung, Muntok, Jebus, Parittiga, Jogjakarta.pada minggu lalu (19/4/20).

Pembagian masker diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia yang harus keluar rumah untuk mencari nafkah, terkait Pemerintah Indonesia terhadap antisipati penularan wabah Covid-19 serta anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Berbeda dengan himbauan sebelumnya yang mengijinkan pemakaian masker hanya untuk orang yang sedang sakit, kini himbauan pemakaian masker ditujukan untuk siapa pun yang beraktivitas di luar rumah, baik itu orang dalam kondisi sehat maupun kurang sehat ,.

Penyebab hingga kini angka korban yang terjangkit virus Covid-19 masih terus meningkat sehingga segala bentuk upaya perbaikan terus dilakukan, seperti anjuran menggunakan topeng bagi siapa pun.

Melalui Aksi Bermain (Berbagi Masker Kain) ini semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat kita semua dan bisa lebih memahami akan manfaat penggunaan masker saat berada di luar rumah untuk saling mendukung.

Selain menjadi Duta Wisata yang aktif, maju dan berkembang serta memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat, Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) juga mengajak generasi muda Milenial saat ini untuk bersama-sama menjadi Generasi Representasi Sejarah, Wisata, Sosial dan Budaya untuk Kabupaten Bangka Barat.

Dan nantikan aksi positif kegiatan lainya para Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR) berikutnya ...!

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat (BDBAR)
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#aksibdbar #bujangdayang #bangkabarat #bangkabelitung #dutawisata

GO GREEN #DIRUMAHAJA, bentuk kepedulian Pemuda Hijau terhadap lingkungan ditengah pandemic Covid 19.

Kaum muda adalah barisan pelopor yang selalu menawarkan terobosan bagi perubahan zaman. Sejarah panjang dunia menuliskan aksi dan peran para tokoh muda yang berani merubah dunia dalam berbagai hal. Semangat kaum muda selalu menarik untuk diikuti, diperhatikan, dan juga diapresiasi atas aksi mereka yang kadang out of the box, murni tanpa kepentingan, dan tulus bagi tujuan atau sebuah perubahan yang lebih baik. Pemuda Hijau misalnya. Komunitas anak muda dari Bangka ini yang memiliki beragam aktivitas terkait dengan upaya menjaga lingkungan tetap asri. Ditengah kondisi seperti hari ini pun tak menyurutkan semangat mereka.

Kali ini pemuda hijau.id mengadakan giveaway untuk Sobat Hijau (sebutan mereka untuk partisipan gerakan mereka) yang sedang dirumah saja dengan mengangkat tema "GO GREEN #DIRUMAHAJA".Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa Covid19 sudah menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia dan sudah banyak pula yang menjadi korban jiwa.
Meskipun  sedang dihadapkan dengan masalah yang begitu besar ini sehingga memaksa kita harus dirumah saja tetap saja, Pemuda Hijau mengajak semua untuk tetap perduli terhadap lingkungan dan bumi, jangan jadikan pandemi Covid19 mengurangi rasa keperdulian kita!

Program Giveaway "GO GREEN #DIRUMAHAJA" ini sendiri bertujuan agar masyarakat mempunyai aktivitas positif yang dapat menjadi contoh atau motivasi bagi yang lainnya, untuk bersama menjaga lingkungan dan bumi kita. Caranya bisa Sobat Hijau lihat di poster yang tertera pada bagian tulisan ini.

Seru bukan?
Ayo buru ikutan Sobat Hijau, jangan sampai ketinggalan ya.

Sumber: 
Pemuda Hijau
Penulis: 
Bambang Haryo Suseno, SH., M.Ec.Dev
Fotografer: 
Rini Stevany Wu
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Arts From Home; sebuah ajakan berkesenian dari rumah

Arts From Home adalah ajakan bagi pelaku seni budaya untuk memanfaatkan waktu senggang dengan berkarya dari rumah. Membangun suasana berkesenian yang menyenangkan dengan melakukan aktivitas berkesenian sederhana dengan segala keterbatasan dan kondisi yang ada di tengah dampak pandemic Covid-19 yang sedang melanda dunia.

Gerakan ini digadang oleh beberapa pelaku seni di Mentok Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Dimulai dari kegelisahan melihat perkembangan informasi yang lebih banyak mengarah kepada sebaran berita yang kadang membuat khawatir dan panik terkait dengan perkembangan wabah Covid-19 di media. Muncul gagasan untuk membuat aktivitas yang sedikit menyenangkan dan ceria agar bisa berbanding kondisi hari ini seperti berkesenian dirumah oleh masing-masing.

Pada masa sekarang ini, ketika pembatasan sosial dan waktu lebih banyak dihabiskan dirumah, sebetulnya adalah waktu yang tepat bagi berkumpul dalam keluarga inti, melakukan kegiatan bersama dengan gembira, dan membangun keharmonisan keluarga. Sesuatu yang dianggap harta paling bernilai untuk disyukuri. Bahwa pada momentum itu betapa kita tetap harus bersyukur, merasa bahagia dan jangan lupa bergembira.

Gerakan ini direncanakan melibatkan banyak pelaku seni lokal di Bangka. Mulai dari pemusik, penari, perupa, cineas, photografer, pelaku sastra, dan pelaku teater, dengan menghadirkan aktivitas berkesenian yang bersifat aplikatif, sehingga dapat ditiru oleh banyak orang selama masa pembatasan sosial ini. Sebagai awalan, telah dibuatkan akun Medsos Youtube : arts fromhome, yang memuat beberapa aktivitas bersenian di rumah yang bisa dinikmati oleh khalayak. hal lain juga dilakukan dengan merekam aktivitas seni secara sederhana, membaginya di media sosial masing-masing untuk bisa dinikmati dan ditiru. 

Bekerjasama dengan Dewan Kesenian Bangka Barat, berapa komunitas dan pelaku seni seperti: rindudendam, Senandung SeLo, dan Sekaban Picture Creative Commons, gerakan ini berupaya mengajak semua golongan untuk jangan lupa merasa bahagia. Karena hidup adalah hal termewah yang harus kita jalani dengan rasa bangga dan berani.

Arts_From_Home#Mari_berkarya#dirumah_saja#Lawan_Covid19#jangan_lupa_bahagia.

Sumber: 
Dewan Kesenian Bangka Barat
Penulis: 
Bambang Haryo Suseno, SH., M.Ec.Dev
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Plaza Kuliner menjadi rumah singgah sementara bagi penumpang tujuan Muntok- Palembang.

 MUNTOK –Plaza Kuliner yang telah berdiri ± 1 tahun yang dikelola oleh pihak Pemerintah Daerah Bangka Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bersebelahan dengan Pelabuhan penyebrangan Tanjung Kalian PT. ASDP Indonesia Ferry. Plaza Kuliner kini menjadi Rumah Singgah sementara bagi calon penumpang dengan tujuan Muntok- Palembang pada minggu kemarin.

Pemerintah bersinergi bersatu lawan Covid-19 membantu masyarakat teruma bagi pendatang yang mencari nafkah di Pulau Bangka, akibat dampak wabah pandemi covid-19 menjadi kehilangan pekerjaan dan kini harus mudik lebih awal, selain itu pihak Pemerintah juga memikirkan masyarakat Bangka Belitung yang ada di luar Pulau Bangka Oleh karena itu untuk menyelamatkan warga masyarakat Bangka Belitung terutama para mahasiswa/mahasiswi asal Babel yang ada di luar.

Susuai dengan kebijakan Gubernur Provinsi Kepulauan Babel H. Erzaldi Roesman membuka layanan penyeberangan melalui jalur pelabuhan, salah satunya pelabuhan Tanjung Kalian.

Kebijakan tersebut tertuang pada Surat Edaran Gubernur Kep. Babel Nomor : 550/0320/DISHUB tentang Pedoman pengangkutan penumpang orang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Kalian - Tanjung Api-Api dimasa Darurat Covid-19, dengan kriteria mengizinkan pemilik KTP Provinsi Bangka Belitung untuk dapat menyeberang ke Pulau Bangka melalui Pelabuhan Tanjung Kalian pada hari Minggu.

Plt Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan; Bambang HS, melalui Kabid Pengembangan Destinasi Wisata; Setyawan selaku pihak pengelola Plaza Kuliner memperjelas kepada warga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Pantai Baturakit dan sekitarnya ”Bahwa Plaza Kuliner tersebut bukan tempat karantina melainkan tempat penampungan sementara saja, Maka dari itu spanduk pemberitahuan kami pasang agar tidak terjadi salah paham lagi.

Terkait dengan lokasi karantina ODP Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat, pihak pemerintah telah menyiapkan satu lokasi yaitu Gedung Diklat BKPSDM yang berda di Kompleks perkantoran Pemkab, dan lokasi itu cukup memadahi, baik dari segi kamar, ruangan maupun ketersediaan air dan sarana penunjang lainnya dan lokasi tersebut cukup jauh dari lingkungan pemukiman warga.

Selain itu juga menghimbau kepada masyarakat  yang berencana ingin menyebrang melalui pelabuhan Tanjung Kalian, agar tidak berangkat kepelabuhan selain hari Minggu (sesuai jadwal penyebrangan saja), sehingga tidak terjadi penumpukan calon penumpang di plaza Kuliner (rumah singgah) seperti beberapa hari lalu”. jelas Kabid. 

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

BERMAIN (Berbagi Masker Kain)

Sebuah aksi dari BDBAR (Bujang Dayang Bangka Barat) yang digagas untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat agar bersama-sama #LawanCorona
Pembagian masker ini diperuntukkan bagi masyarakat yang terpaksa harus keluar rumah untuk mencari nafkah ditengah pandemik Corona. Aksi ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 19 April 2020 oleh alumni BDBAR dan akan dilakukan dibeberapa wilayah :
1. Kota Pangkalpinang
2. Belitung
3. Muntok
4. Jebus
5. Parittiga
6. Jogjakarta
Melalui aksi ini semoga semakin banyak generasi muda khususnya Duta Wisata yang bisa tergerak untuk bergerak tidak hanya pasa satu bidang saja tapi lebih kepada pengabdian kepada masyarakat untuk mempertanggung jawabkan gelar yang didapatkan. Mari bergerak serentak karena bersama kita kuat untuk menuju Bangka Barat Hebat.

Sumber: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Alumni Bujang Dayang Bangka Barat
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#Bujangdayangbangkabarat #Bersamalawancorona #Bagkabarathebat

Sosialisi pencegahan Virus Corona kepada pelaku usaha jasa akomodasi di wilayah Kabupaten Bangka Barat

Muntok-Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Plt. Kepala Dinas Bambang Haryo Suseno, Kabid pemasaran Romi’at, Dinas kesehatan Bangka Barat Arsul sani dan Binadiawan, serta Gugus Tugas Covid-19 dari PolPP dan PB Bangka Barat Febriansyah, melakukan sosialisi kepada pengusaha jasa akomodasi terhadap kesiapsiagaan pencegahan pandemic virus corona (covid-19), bertempat diruang rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat(16/04/20).

Dalam sosialisi tersebut dihadiri dari para pelaku jasa usaha akomodasi yang merupakan salah satu penunjang bagi kepariwisataan, perekonomian, serta pembangunan di Bangka Barat, meliputi jasa penginapan, antara lain; Pasadena Hotel, Yasmin hotel group, penginapan Berkah kalian, penginapan Arwana, penginapan Pegagan, penginapan Home stay Sudirman-12 dll.

Rapat tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bambang Haryo Suseno, terkait mengenai penjelasan informasi surat edaran mengenai kebijakan kartu prakerja akibat dampak virus corona-19, terhadap para pekerja yang dirumahkan atau di phk kepada pihak pelaku usaha akomodasi di Bangka Barat untuk dapat membantu kami meyampaikan data-data tersebut ke pihak pemerintah Daerah Dinas Tenaga Kerja.

Arsul sani dan Binadiawan selaku pembicara penanganan covid-19 dari Dinas kesehatan menjelaskan tentang banyak istilah yang muncul akibat wabah yang masuk ke Indonesia, seperti :

1. ODP (orang dalam pemantauan) adalah seseorang yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

2. PDP (pasien dalam pengawasan) adalah seseorang yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19.

3. Suspect Orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19, dengan menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.

4. Positif  Orang yang sudah melakukan test virus corona dan hasilnya positif bahwa seseorang terjangkit virus corona.

5. Lockdown merupakan keadaan seseorang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan dengan bebas karena alasan tertentu.

6. Social Distancing adalah sebuah cara yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan masyarakat untuk memperlambat penyebaran penyakit yang ditularkan dari orang ke orang, cara ini mengharuskan kita untuk menjaga jarak satu sama lain sehingga virus tidak dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.

7. Isolasi untuk yang sakit Pasien enggak boleh bekeliaran dan tetap di rumah sakit 

8. Work From Home (WFH) Ini adalah konsep di mana karyawan dapat melakukan pekerjaannya dari rumah.Ini ditujukkan agar mengurangi berinteraksi dengan orang banyak, sehingga melakukan pekerjaan di rumah.

Dan menghimbau “kepada para pelaku jasa dan usaha yang masih buka diseluruh kecamatan yang ada di Bangka Barat agar cepat dan tanggap terhadap calon yang akan menginap, dari asal kedatangannya, serta pengecekan scaning kondisi kesehatan mereka apabila ada kejanggalan harap menghubungi langsung dan melapor kepada pihaknya Dinas kesehatan yang bertugas di masing-masing kecamatan, dapat menghubungi langsung di dinomor telpon; 0811 717 1174 dan 0853 7800 1134 dapat diakses 24 jam, dan bagi tamu yang akan menginap agar dapat megisi Link survey Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat 2020 Https://bit.ly/formcovid19babar”,ungkapnya

Selain itu Gugus Tugas Covid-19 dari PolPP Bangka Barat Febriansyah juga menegaskan ”bahwa tim kami juga akan melakukan monitoring terhadap tempat-tempat penginapan para pelaku usaha di Bangka Barat seperti penyemprotan rutin desinfektan di pada setiap penginapan dan jangan ragu untuk menghubungi kami (Gugus Tugas Covid-19) dinomor telepon 0811 7884 166, serta menekankan juga kepada pihak pengusaha apabila ada masyarakat yang mengenakan gelang penanda ODP dan masih berada ditempat umum harap dapat melapor kepada petugas Gugus Tugas Covid-19 karena pemakaian gelang tersebut merupakan prosedur penangan karantina dirumah selama 14 hari.

Pemakaian gelang tersebut yang ditandai oleh petugas (Gugus Tugas Covid-19) kepada masyarakat yang telah melakukan perjalanan dari zona merah agar dapat terpantau di Bangka Barat dan Bangka Belitung,  gelang tersebut terkoneksi ke satelit dan dapat dipantau memalui aplikasi terdapat  yang dapat melacak wilayah keberadaan si pemakai tersebut". tegasnya.

Dengan diakannya sosialisasi ini diharapkan kepada semua masyarakat dapat bekerja sama bersinergi memerangi serta mengantisipasi penanggulangan mencegah penyebaran virus corona-19 di wilayah Bangka Barat. 

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#akomodasibangkabarat #bersamamelawancorona #dinaskehatanbangkabarat #gugustugascovid19babar