Berita

Napak Tilas Perang Dunia II oleh Wisatawan Australia ke Pantai Radji Muntok

Pantai Radji Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, berjarak ± 15 kilometer dari pusat kota Muntok, di kawasan pantai Radji ini adalah saksi tragedi kemanusiaan pada Perang Dunia II tahun 1942 silam. Kenangan sedih dan mengharukan yang menewaskan 76 orang prajurit Inggris dan 22 orang perawat. Satu orang yang berhasil selamat, seorang perawat bernama Vivian Bullwinkel dalam kondisi terluka pasca eksekusi tentara Jepang dan atas kemurahan hati para warga desa disekitar lokasi kejadian menolongnya sehingga akhirnya berhasil bertahan hidup setelah dirawat oleh warga selama 10 hari,  kemudian dia menyerahkan diri dan menghabiskan hari-hari berikutnya di kamp tawanan perang. Setelah perang berakhir, ia memberi kesaksian tentang pembantaian ini di pengadilan kejahatan perang di Tokyo pada tahun 1947.

Minggu pagi (16/02/20) pantai Radji dikunjungi wisatawan asing yang berjumlah 25 orang terdiri dari Duta Besar Australia beserta rombongan, Atase Pertahanan dari Inggris, Atase Pertahanan Selandia Baru, Kedutaaan Besar Jepang, beserta keluarga korban yang tewas dan tawanan perang pada Perang Dunia II. Kedatangan mereka untuk melaksanakan lawatan, tabur bunga  dan mendoakan sebagai bentuk penghormatan kepada para tentara, perawat dan warga sipil yang tewas tersebut.

Acara tersebut merupakan rangkaian agenda kunjungan napak tilas dihari kedua dengan rute eks Cinema Samudera, Pantai Radji, Pantai Tanjung Kalian, dan terakhir Peace Museum di Kampung Keranggan, dimana kunjungan hari pertama adalah Kantor Syabandar Muntok, Rumah Tahanan Muntok, SMP Negeri 1 Muntok, Museum Timah Indonesia Muntok, Kuburan Katolik Kp.menjelang Muntok, Pesanggrahan Menumbing, dan terakhir Heritage home stay Sudirman 12,

Sumber: 
Disparbud
Penulis: 
SAP
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah

Selasa (18/02/20) . Sebanyak 8 anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah disertai perangkat daerah yang mendampingi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangka Barat, Senin ( 17/02 ). Kunjungan kerja itu diterima oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, di Pesanggrahan Menumbing.

Dalam kunjungan kerja itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah yang diketuai oleh  Wakil Ketua DPRD Kab. Bateng itu, Batianus, mengungkapkan bahwa kedatangan mereka untuk melakukan studi banding tentang cagar budaya Bangka Barat.“Kedatangan kami ini untuk memperoleh informasi mengenai  perlindungan, pemanfaatan dan pengembangan yang selama ini dilakukan oleh Pemkab Bangka Barat.” ungkap Batianus. Sehingga sangat tepat jika acara inipun dilaksanakan di Pesanggrahan Menumbing yang merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Bangka Barat.

Pada kesempatan itu, Bambang Haryo Suseno menyampaikan pemaparan tentang perlakuan terhadap cagar budaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Bangka Barat. Mulai dari pendataan tentang kekayaan kesejarahan yang ada di Bangka Barat, hingga upaya dan strategi yang dilakukan dalam pelestarian Cagar Budaya. Bangka Barat memulai dari pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Tahun 2017, melakukan pendataan, dan penetapan Cagar Budaya, penempatan juru pelihara, membuat regulasi daerah terkait Cagar Budaya, hingga rencana pengembangannya. di Tahun 2019, sudah 18 peninggalan sejarah yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan diagendakan setiap tahun ada 6 tinggalan sejarah yang akan ditetapkan menjadi cagar budaya.

Diakhir acara kunjungan itu, Anggota Komisi II DPRD Kab. Bateng menerima bingkisan berupa buku-buku tentang sejarah dan cagar budaya Bangka Barat yang diserahkan langsung oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bangka Barat. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di ruangan kantin Pesanggrahan Menumbing.

Sumber: 
Disparbud
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
SAP
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Kunjungan Wakil ketua BPK RI ke Muntok

Selasa (18/02/20). Wakil Ketua BPK-RI, Bahrullah Akbar, mengunjungi eks tempat pengasingan para tokoh kemerdekaan Republik Indonesia pada masa Agresi Militer Belanda II di Muntok, kemarin (Senin, 17/2/20). Tempat yang menjadi kunjungannya adalah Pesanggrahan Menumbing dan Pesanggrahan BTW Muntok.  Kunjungan itu dilakukannya setelah mengikuti Acara Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Aula Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang, pada Senin paginya (17/2/20).

kedatangan Bahrullah Akbar bersama rombongan dari Anggota V BPK-RI dan BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disambut oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Bangka Barat, Abimanyu. Bahrullah Akbar tampak menikmati suasana Gunung Menumbing dengan pemandangan dan udara sejuknya yang berada di ketinggian 445 Mdpl itu.

"Suasananya sangat luar biasa, dan tentunya tempat ini merupakan bagian dari sejarah yang tidak bisa dipisahkan atas berdirinya Republik Indonesia." ungkap Bahrullah Akbar.

Setelah mengunjungi Pesanggrahan Menumbing, rombongan bergerak pindah menuju Pesanggrahan BTW Muntok yang berada di tengah Kota Muntok sebelum bertolak kembali ke Kota Pangkalpinang. Rombongan Anggota V BPK-RI itu direncanakan kembali ke Jakarta pada hari ini, Selasa (18/02).

Pria yang menyelesaikan gelar Doktor Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2013 itu juga memberi perhatian khusus terhadap bangunan peninggalan sejarah yang ada di Kota Muntok.

"Semoga ada perhatian khusus dari Pemerintah Pusat terhadap bangunan cagar budaya ini sehingga bukti perjuangan bangsa itu tetap ada." tutupnya. ***

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
M.Erfan
Fotografer: 
disparbud
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Napak Tilas Perang Dunia II oleh Wisatawan Australia ke Eks Kantor Syahbandar Muntok

Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung,15 Febuari 2020 sebanyak 25 Wisatawan asing dari Kedutaan Besar Australia beserta anggota keluarga dan keturunan korban perang dunia II berkunjung ke Muntok. Kunjungan mereka merupakan rangkaian napak tilas sekaligus melaksanakan upacara tahunan untuk mengenang para perawat yg tewas di Pantai Radji 78 tahun silam dan dalam kunjungan mereka selama dua hari di ikuti  juga Atase Militer dari Inggris, Selandia baru, dan Kedutaaan Besar Jepang.

Eks kantor Syahbandar menjadi kunjungan awal mereka yang terletak di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Haven Kantor atau Harbour Master adalah bangunan kantor syahbandar pelabuhan Muntok, merupakan bangunan tempat kepala pelabuhan beraktivitas. Jabatan Havenmeester atau syahbandar pelabuhan Muntok yang pertama ada pada tahun 1840. H.W. Hofmeester adalah syahbandar pelabuhan Muntok yang pertama selaku komisaris penerima dan keluar juga kepala pelabuhan dan  gudang. Lletak bangunan ini bersebelahan langsung dengan Terminal Baru dan Kantor administrasi pelabuhan  Kabupaten  Bangka Barat, Bangunan permanen berbentuk persegi panjang dengan atap genteng, pada bagian serambi depan terdapat 4 pilar besar sebagai penyangga atap, memiliki 4  buah pintu dan 9 buah jendela berdaun ganda terbuat dari kayu dan kaca yang dilengkapi dengan ventilasi pada bagian atasnya. Eks Kantor Syahbandar merupakan bangunan peninggalan sejarah pada masa penjajahan Kolonial Belanda yang masih berdiri sampai saat ini dan berfungsi menjadi tempat tinggal bagi pegawai Perhubungan Laut Kabupaten Bangka-Barat.

Bangunan ini memiliki nilai emosional bagi keluarga dan keturunan korban perang dunia II pada 1942, ketika sebagian besar evakuasi orang Australia dari Singapura dihadang oleh pasukan militer Jepang di selat Bangka dan terdampar di pesisir pantai Muntok. Mereka kemudian dikumpulkan pada bangunan kantor syahbandar ini untuk kemudian dipindahkan lagi ke beberapa tempat.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
disparbud2020
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Liputan DAAI TV ke Bangka Barat.

Bangka Belitung menjadi agenda jadwal liputan stasiun TV Mandarin DAAI TV Jakarta, pada taggal 14 s/d 18 februari 2020, yang meliputi dari berbagai daerah di Provinsi Bangka Belitung, Mulai dari Pangkal Pinang, Kecamatan Jebus, Kecamatan Parittiga, Kecamatan Muntok, kemudian berlanjut ke Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Sungailiat sebagai agenda terakhir liputannya.

Kabupaten Bangka Barat juga menjadi salah satu agenda liputan stasiun TV Mandarin DAAI TV tersebut. Mereka datang untuk mengulas tentang peninggalan- peninggalan sejarah dan budaya Tionghoa. Tanggal 15 Februari 2020 tim liputan  menuju Desa Tayu, Kecamatan Jebus untuk meliput pembudidayaan Teh Tayu dan pengelolaanya, kemudian melanjutkan ke Sekolah Bakti Parittiga pendidikan Mandarin dan Tionghoa, pembuatan kuliner khas peranakan Tionghoa Parittiga di kantin Duta Maitreya , lalu meliput suasana Desa nelayan Thew Ban, kemudian menuju  pantai Pala kawasan wisata Siangau, dan terakhir meliput pemahat aksara mandarin dan oramen Kelenteng di Parittiga.

pada hari minggu tanggal 16 Februari 2020 berlanjut ke Muntok pada aktivitas peranakan Tionghoa. tujuan selanjutnya menuju Rumah Mayor Tjung A Thiam, dimana mereka akan mengulas tentang sejarah Rumah Mayor Tjung A Thiam. Kemudian  menuju Kelenteng Kung Fuk Miau yang merupakan kelenteng di Muntok yang masih berdiri dan aktif hingga kini dan bersebelahan dengan  Masjid Jami  yang merupakan simbol kerukunan dan toleransi agama di Bangka Barat yang sudah terjalin sejak lama.

Acara  liputan ini merupakan peluang  bagi Bangka Barat untuk mempromosikan wisata dan budaya daerah. Terima kasih kepada tim DAAI TV, semoga memiliki kesan yang baik selama di Bangka dan semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Bangka Barat.

 

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Pages

Wisata Alam Mangrove Kp.Teluk, Kec. Parittiga, Kab. Bangka Barat.

Wisata Alam Kp.Teluk, Desa Teluk Limau, Kec. Parit Tiga, Kab. Bangka Barat menyajikan keindahan Pantai seperti Pantai Siangau, Pantai Pala, Pulau Punai, Bukit Pala, selain itu ada juga wisata Alam lainnya yaitu Wisata Alam Mangrove yang terletak di Kp.Teluk, Kec. Parit Tiga, Kab. Bangka Barat, yang berjarak kurang lebih 100 meter dari JL. Desa Pala Pantai Siangau.

Mangrove tersebut telah dilengkapi dengan jembatan yang terbuat dari papan dengan panjang kurang lebih 100 m dan jembatan tersebut belum selesai masih tahap pengembangan. selain itu terdapat juga tempat-tempat untuk berswafoto yang menarik dan unik seperti rumah pondok yang terbuat dari bahan papan beratapkan daun nipah serta ranting-ranting yang disusun dengan rapi dan menarik layaknya tempat duduk raja di pedalaman hutan yang memberikan kesan dramatis saat berada di dalam hutan mangrove ini.

ditambah dengan keindahan panorama Pantai Tanjung Bajun yang tampak terlihat dari diujung jembatan mangrove, serta pohon kelapa yang tumbuh subur di kawasan pantai mangrove menambah kesan suasana alami dan sangat menarik untuk dikunjungi.

Selain jembatan manggrove tersebut, destinasi wisata ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas seperti resto yang berada didalam area mangrove, juga tersedia tempat ibadah mushola, toilet, gazebo, dan lahan parkir yang luas sebagai penunjang wisata mangrove tersebut.

Menurut Risman selaku petugas Pemerintah Desa Air Limau “wisata mangrove tersebut di kelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis ) Kp.Teluk, dalam pengerjaan mangrove diperkirakan memakan waktu ± sekitar 5 bulan dan sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan. Selain mangrove mereka nantinya juga akan mengembangkan lagi kawasan lainnya seperti Bukit Pala sebagai potensi Daya Tarik Wisata Ungulan di wilayah Bangka Barat ini, dan kami selaku pihak Pemerintah Desa Air Limau juga menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan bahwa untuk saat ini tidak berkunjung dulu ketempat-tempat wisata itu semua demi mengantisipasi bersama dan mencegah wabah virus corona-19, tetap bersabar dan berdo'a agar wabah pandemi ini berakhir dan kita bisa berwisata kembali ” Pungkasnya.

Sumber: 
disparbudbabar, facebook Rohana
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
Nov@
Tags: 
#wisataalam #kampungteluk #desateluklimau #kecamatanparittiga #wisataalambangkabarat #Bangkabarat #wonderfulbangkabarat

Homestay Abeb, pilihan penginapan baru di perkampungan Melayu Mentok

Homestay Abeb merupakan penginapan yang baru dibangun di Bulan Maret Tahun 2020, berada di Kampung Tanjung Sawah kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok. Terletak tidak jauh dari Kantor Kelurahan Tanjung, berada ditepi jalan raya, mudah diakses dan harga yang terjangkau. berada ditengah permukiman bercirikan khas Mentok yang menyenangkan, disekitar kawasan ini dapat ditemui beberapa peninggalan sejarah budaya seperti Situs Benteng Kute Seribu, pemakaman melayu kuno/makam Bangsawan Mentok, komplek pemakaman Opsir Tionghoa Mayor Tjung, Mayor Tan Jie Mien, Kapiten Bong, dan sebagainya. Dari lokasi Homestay ini juga memiliki akses yang dekat dengan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian, Pantai Batu Rakit, Pantai Asmara, kawasan Muntok lama, Masjid Jami', Kelentang Kung Fuk Miau, pemukiman Melayu KAmpung Ulu, Rumah MAyor Tjung A Tiam, Pelabuhan Kuno Mentok, serta akses pelayanan masyarakat seperti Pasar Muntok, Terminal, dan lainnya.

Dikelola oleh Bapak Fikri Baraqbah, penginapan ini memiliki sentuhan dekorasi interior yang unik. Sang pengelola yang juga berprofesi sebagai guru (ASN) dan ketua sanggar seni Dayang Molek Mentok memang dikenal sebagai seniman pertunjukan dan penata dekorasi/interior. Selain mengelola bisnis akomodasi ini, beliau juga mengelola warung makan dengan ciri khas masakan Bangka. memudahkan para pengunjung yang menginap untuk berwisata kuliner khas Mentok dengan gampang. Pun jika ingin mencicipi penganan khas Mentok yang terkenal dengan ragam kue-kue yang berlimpah jenisnya dapat mengunjungi pusat jajanan di sekitar Tugu Perahu Kampung Tanjung yang juga dekat letaknya dari penginapan ini.

Bagi yang berminat menginap di Homestay Abeb dapat langsung datang ke penginapan ini atau menghubungi Bapak Fikri di Nomor Telp : 085273174539.

 

Sumber: 
Disparbud Babar
Penulis: 
Bambang Haryo Suseno, SH., M.Ec.Dev
Fotografer: 
Fikri Baraqbah
Editor: 
BHS
Tags: 
#homestaymentok #homestayabeb #kecamatan Mentok #wonderfulbangkabarat

Persiapan Dodi Event Organizer “ Mentok Trail Run 2020" Pantai Baturakit

Muntok (07/03/20) persiapan "Dodi Event Organizer" selaku pihak penyelengara mengusung tema “Mentok Trail Run 2020" dalam Kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism).

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Pantai Baturakit pada hari minggu pagi 8 Maret 2020 siap menyambut kedatangan para peserta Trailrun, start akan dimulai pukul 07.00 wib dengan menempuh jarak ±5 Kilometer dengan rute melewati tempat-tempat wisata diseputaran Muntok, seperti; Pantai baturakit, Mangrove Leguk Bulan, Pantai Batu Berani dan Pantai Tanjung Kalian dan finis kembali di Pantai Baturakit. Kegiatan ini akan dimeriahkan juga senam aerobic Zumba, parade Djlive Musicfun game, dan doorprize menarik lainya.

mari kita apresiasikan  bentuk acara olah raga wisata tersebut, sebagai wadah olah raga sekaligus mengangkat wisata dan olahraga yang ada di Bangka Barat.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, Sungai Buluh, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh memiliki ketinggian kurang lebih 15 MDPL dengan luas sepuluh hektare, Wisata Alam ini merupakan potensi daya tarik wisata baru di Kabupaten Bangka Barat dalam kategori Wisata Alam yang berjarak kurang lebih 8 KM dari pusat kota Kecamatan Jebus, jalur ke lokasi tersebut dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bagi wisatawan yang belum pernah berkunjung ke Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, disarankan dapat menggunakan aplikasi yang ada di telepon selular yaitu GPS dengan mengaktifkan aplikasi GPS Google Maps dengan tujuan langsung ke arah Pantai Bembang, karena lokasi Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh dengan Pantai Bembang sangatlah dekat masih satu jalur dan bersebelahan ± 200 M, selain itu lokasi kawasan wisata ini tergolong jauh dari pemukiman warga dan belum terdapat tanda atau petunjuk arah selama dalam perjalanan. Rasa lelah dalam perjalanan terbayar sudah ketika sampai dikawasan puncak Bukit Telaga Tujuh, wisatawan disuguhkan pemandangan yang indah asri dan alami, didepan mata terbentang Bukit Penyabung dan hamparan Teluk Telaga Tujuh yang dihiasi bebatuan Geosit Metasediment. selain menyajikan keindahan bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan kuliner laut bisa memesan hidangan melalui Bapak Ruslan, beliau sudah lama mendiami Bukit Telaga Tujuh sekaligus sebagai pengelola dan menjaga kawasan lokasi kawasan Wisata Alam tersebut dan juga merangkap sebagai juru masak di Bukit Telaga Tujuh ini, dengan menghubungi beliau di nomor telepon 0853-5721-5558. Menurut beliau saat berbincang diatas resto panggung ”bagi wisatawan yang mau menikmati hidangan laut segar, tiga hari sebelum kedatangan di harapkan dapat memesan dulu dan mentrasfer uang kepada beliau, dengan harga paket menu hidangan tersebut Rp 1.500.000,. untuk 10 orang, dengan menu seperti; nasi, udang, kepiting, ikan bakar, lempah kuning. Apabila menu hidangan laut ikan segar susah didapat, menu tersebut dapat diganti dengan ayam kampung, dan resto panggung ini sengaja saya buat dipingir bukit untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung selain menikmati hidangan dapat juga menikmati keindahan alam, apalagi saat matahari tenggelam waktu sore hari di atas Pantai Bembang. Beliau berharap kedepanya kepada pihak-pihak terkait serta pemerintah Bangka Barat secara perlahan dapat membantu pengembangan dan memfasilitasi kawasan Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh ini, dari akses jalan kelokasi yang belum di aspal, pemasangan jaringan listrik dan pembangunan tempat ibadah mushola serta toilet, apalagi ada tempat penginapan lebih bagus juga kan sayang sekali bagi wisatawan yang jauh dari luar kota atau wisatawan lokal ingin memuaskan perjalanan wisatanya, karna tempat ini kan nantinya untuk kita bersama untuk memajukan pariwisata Bangka Barat sebagai Destinasi Daya Tarik Wisata Alam", pungkas nya.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#wisataalam #Jebus #wisataalambangkabarat #Bangkabarat

Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat

 

Muntok-Bangka Barat, Bonsai Merupakan Suatu karya seni yang cukup popular dikalangan masyarakat baik didalam maupun luar negeri, khususnya di Indonesia seni bonsai dari tahun ke tahun terus berkembang dengan pesat, hal ini di tandai dengan terus bertambahnya komunitas organisasi atau perkumpulan dari Penggemar Bonsai di tiap-tiap daerah di seluruh penjuru tanah air.

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan didalam wadah (pot) dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai) dilakukan pada pot dangkal yang disebut (bon), istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk bonsai dinilai dari bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai.

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai (sumber: wikipedia.org).

Saat ini di Kota Muntok, kabupaten Bangka Barat telah berdiri satu komunitas pecinta bonsai yang dinamakan Bonsai Lestari kurang lebih sekitar tiga tahun dengan anggota sekitar lima puluhan orang, dari komunitas pecinta bonsai sendiri tidak mematok umur muda maupun tua semua sama dan mereka telah memiliki ratusan pohon bonsai. Dengan tujuan utama untuk memperkenalkan bahwa di kabupaten Bangka barat juga memiliki komunitas pecinta bonsai yang memiliki kreatifitas seperti wilayah lainnya, disisi lain juga memperkenalkan jenis-jenis pohon yang bisa digunakan sebagai bonsai bahkan berpotensi menjadi bonsai yang bertarap tingkat nasional, dari beragam jenis bahan bonsai seperti Batang sapu-sapu, jeruk kingkit, wahong, sancang, beringin, anting putri, bougenvile dll.

Selain sebagai wadah para penggiat dan pecinta bonsai dalam komunitas tersebut para anggota tetap menjaga kelestarian lingkungan alam sekitar yang merupakan sumber kekayaan alam yang harus dijaga karena didalam berkarya tanpa harus merusak hutan, dan tetap menjaga sportifitas di dalam bersaing, saling menghargai setiap perbedaan yang ada dan menjalin silahturahmi persaudaaran dalam kesatuan dan persatuan sesama pecinta bonsai se Bangka Barat bahkan se Indonesia.

Setiap tahun Komunitas Bonsai Lestari rutin menggelar kegiatan pameran bonsai di kota Muntok Bangka Barat, seperti dalam rangka memeriahkan acara HUT Kota Muntok ke 285 di pelataran gedung Museum Timah, dan di Kelenteng Kung Fuk Miau pada pameran foto yang bertajuk Potret Boen Toe jilid 2 yang diselenggarakan oleh Heritage of Tionghoa Bangka (HETIKA) pada Desember 2019 tahun lalu dan tentunya apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Bangka Barat bagi Komunitas Bonsai Lestari dalam pameran-pameran yang diselenggarakan. Dengan kegiatan positif ini dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha di bidang perdagangan, bagi para penggiat bonsai dapat menjual bonsainya, para pengrajin wadah (pot) dan trainer bonsai dapat mengembangkan karyanya, serta para penjual bahan- bahan pendukung media tanam dapat mengembangkan usaha mereka. Sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, seni dan budaya, dengan diadakan acara- acara pameran atau kontes bonsai otomatis dapat mendongkrak kunjungan wisatawan lokal maupun asing sebagai penunjang Daya Tarik Wisata (DTW) di Bangka Barat.

Apabila anda penghobi bonsai dan tertarik ingin bergabung atau belajar dengan Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat, serta berminat membeli bonsai bisa langsung menghubungi ketua Komintas Bonsai Lestari Bangka Barat. Bapak Eka Octawianto di nomor telepon : 0812-7256-5832.

Sumber: 
disparbudbabar, Komunitas Bonsai Lestari Bangka Barat, wikipedia.org
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas
Tags: 
#Komunitasbonsailestaribangkabarat #Komunitasbonsaiindonesia

Cegah virus corona Pesanggrahan Menumbing dan Pantai Baturakit Bangka Barat tutup sementara

Muntok (18/03/20) sehubungan dengan surat edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung nomor : 556/0271/DISBUDPAR (17/03/20) tentang perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lndonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebarannya. Adapun surat edaran tersebut ditujukan langsung kepada pihak-pihak terkait meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota / Kabupaten Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan PHRI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan tempat rekreasi wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) Provinsi kepulauan Bangka Belitung, Pimpinan ASATI (Association of Sales Travel Indonesia) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pengelola daya tarik wisata Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menindak Lanjuti surat tersebut itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat mengeluarkan surat edaran nomor : 556/171/2.16.1.1/202 tentang penutupan Daya Tarik Wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit. Surat edaran tersebut juga berdasarkan dari surat MenPAN-RB, NO.19 Tahun 2020 tentang upaya pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) dan keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) NO. 13A tahun 2020 tentang perpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bambang HS, Kabid Kebudayaan Hendra, Kabid Destinasi Wisata Setyawan, dan  Romiat selaku Kabid Pemasaran Pariwisata telah bermusyawarah terkait penutupan daya tarik wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit tersebut. Menurut Bambang HS "Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat sebagai pihak pengelola daya tarik wisata perlu mengambil keputusan dan bertindak sedini mungkin terhadap pencegahan virus corona (COVID-19). pada tanggal 18 Maret 2020 s/d 30 April 2020 himbauan kepada masyarakat Bangka Barat Daya tarik wisata Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit ditutup untuk sementara, dan apabila dikemudian hari keadaan sudah mulai membaik maka daya tarik wisata tersebut akan dibuka kembali dan mengenai petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang bertugas dilapangan mereka tetap  bekerja seperti biasa " pungkasnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Bangka Barat menyampaikan himbauan penutupan sementara ini kepada masyarakat melalui pengumuman spanduk yang dipasang pada pintu gerbang masuk Pesanggrahan Menumbing dan juga pintu gerbang masuk Pantai Baturakit, penutupan kedua destinasi wisata tersebut merupakan langkah pencegahan menindak lanjuti agar virus corona (COVID-19) tidak menyebar ditempat fasilitas umum, terutama tempat-tempat wisata yang merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dari berbagai daerah demi meminimalisir serta antisipasi bersama.

Sumber: 
Surat edaran Gubernur Kep. BaBel Nomor:556/0271/DISBUDPAR,dan surat edaran MenPAN-RB, NO.19 Tahun 2020
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
nov@
Bidang Informasi: 
Humas

Kunjungan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke Pesanggrahan Menumbing

Muntok (29/02/20),anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengunjungi Pesanggrahan Menumbing- Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kunjungan tersebut merupakan kegiatan beliau setelah mengikuti acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan di Propinsi Bangka Belitung. Kedatangan Rieke Diah Pitaloka tersebut disambut oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Bangka Barat sebagai tuan rumah untuk menjelaskan sekelumit informasi sejarah terkait dengan bangunan sejarah tersebut. 

Kedatangan politisi PDI yang sekaligus aktris pesinetron ini didorong oleh keingintahuannya atas sejarah pengasingan para Tokoh RI yang diasingkan Belanda di Bangka pada 1948-1949. Sambil bersantai dan bercengkrama, beliau menerima informasi yang disampaikan oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, berkeliling bangunan Pesanggrahan Menumbing, dan menikmati suasana senja, memandang kota Muntok dari ketinggian Menumbing di ketinggian 445 Mdpl itu. 

Setelah mengunjungi Menumbing beliau menuju Pesanggrahan BTW Muntok yang berada di tengah Bangka ini. Beliau terlihat terharu dengan perjuangan para tokoh mempertahankan kemerdekaan RI. pada bangunan cagar budaya peringkat nasional ini memang menyimpan foto-foto sejarah pengasingan para tokoh republik, yang mampu menghimpun kenangan tentang jasa besar dan kharisma para pendiri bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. semoga kunjungan ini menjadi penambah semangat dan kekuatan bagi Rieke sekaligus meneguhkan spirit perjuangan para pendiri bangsa dihatinya untuk memperjuangkan suara rakyat di parlemen.

Sumber: 
disparbudbabar
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Parbudbabar@2020
Editor: 
BHS

Wisata mangrove Tanjung punai

Objek wisata mangrove Tanjungpunai,

Tanjungpunai yang berada di ujung Desa Belolaut Muntok Kabupaten Bangka Barat memiliki kekayaan alam yang cukup indah berupa tanaman Bakau atau mangrove di sepanjang pesisir pantai. Sebagai langkah awal warga setempat bergotong royong merintis membangun jembatan kayu sepanjang 100 meter. sebagai sarana pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan mangrove di lokasi tersebut yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat berharap ke depannya jembatan semakin panjang dan dilengkapi beberapa fasilitas.

dengan adanya objek wisata baru Mangrove ini di harapkan untuk kedepannya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan warga Tanjungpunai .

dan menambah daftar obyek Destinasi Wisata yang ada di Bangka barat selain wisata pantai wisata cagar budaya khususnya Wisata alam.

 

#dinaspariwisatabudayakabbangkabarat
#pariwisatabudayabangkabarat
#explorebangkabarat

#mangrovebangkabarat
#pesonaindonesia
#bangkabelitung

 

 

 

Sumber: 
Parbudbabar
Penulis: 
SAP
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

"Muntok Trail Run 2020" Wisata Pantai Kota Sejarah.

Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, yang terkenal dengan sebutan Kota sejarah akan diramaikan dalam kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism) yaitu lomba lari jejak atau terkenal dengan sebutan Trail Run. Dalam Kegiatan lomba tersebut kawasan Pantai Baturakit akan menjadi titk awal kumpul bagi para peserta olah raga tersebut, Pantai Baturakit merupakan tempat wisata yang di kelola langsung oleh Pemerintah Daerah setempat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat.

Dalam Kegiatan lomba olah raga wisata (sport tourism) tersebut, Dodi Event Organizer selaku pihak penyelengara mengusung tema “ Mentok Trail Run 2020" Wisata Pantai Kota Sejarah , yang diselengarakan pada hari minggu 8 Maret 2020 akan datang, peserta diikuti dari masyarakat umum lokal maupun luar kota, hingga sampai saat ini  ±200 peserta telah terdaftar. Start awal dimulai dari kawasan Pantai Baturakit pukul 07.00 wib. Dengan menempuh jarak ±5 Kilometer dan melewati tempat-tempat wisata yang ada di Bangka Barat, kegiatan ini akan dimeriahkan juga senam aerobik Zumba, parade Dj, live Music, fun game, dan doorprize menarik.

Lari jejak trail run ini merupakan olah raga wisata (sport tourism) yang akan memberikan manfaat kesehatan lebih untuk kaki di bandingkan dengan lari biasa, sebab lari jejak atau trail run menyatu langsung dengan alam dan para peserta nantinya akan diuji kemapuan, staminanya, untuk menghadapi rute-rute di pesisir pantai dan hutan yang terjal Di Bangka Barat sekaligus menambah kesan bagi para peserta selain olah raga juga berwisata.

Bagi masyarakat lokal maupun luar Bangka Barat yang akan mengikut lomba tersebut, siapkan stamina anda dan bisa mendaftarkan diri anda, dengan menghubungi Dodi Event Organizer dinomor telpon: Dodi : 0852 7387 9000, dan Faishal : 0813 7780 2680.

Sumber: 
mentoktrailrun.id
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
mentoktrailrun.id
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

Liputan DAAI TV tentang sejarah dan budaya peranakan Tionghoa di Bangka

DAAI TV, sebuah chanel televisi swasta yang sering mengulas dan fokus pada budaya Tionghoa telah melakukan peliputan atas sejarah dan budaya peranakan Tionghoa di Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Bangka Barat, kota Belinyu, Sungailiat, dan Pangkalpinang pada sekitar Bulan Februari 2020 kemarin. beberapa icon peninggalan budaya Tionghoa seperti Rumah Mayor Tjung A Thiam, Klenteng Kung Fuk Miau, perkebunan teh Tayu dan lainnya yang ada di Bangka Barat menjadi bagian dari peliputan mereka. mari saksikan hasil peliputan tersebut yang akan tayang pada hari Minggu tanggal 1 Maret dan Sabtu Tanggal 7 Maret 2020 pukul 17.00 WIB di DAAI TV chanel.

Sumber: 
DAAI TV dan Suwito Wu
Penulis: 
SAP
Fotografer: 
Suwito Wu
Editor: 
BHS
Bidang Informasi: 
Humas

INFORMASI TEMPAT TUJUAN REKREASI KAB. BANGKA BARAT

Masjid Jami'

Salah satu bangunan penting bagi umat Islam pada masa kolonial Belanda adalah Masjid Jami’. Letak masjid ini di tengan Kota Muntok, tepatnya di kawasan pasar Muntok. Posisi  masjid tersebut berdampingan dengan sebuah kelenteng tua yang usianya lebih kurang 83 tahun di atas usia masjid itu sendiri.

Masjid yang dibangun pada tahun 1883 M (19 Muharam 1300H) merupakan masjid tertua di Pulau Bangka. Pembangunan masjid tersebut dilakukan pada masa pemerintahan H. Abang Muhammad Ali dengan Gelar Tumenggung Karta Negara II dengan dibantu oleh tokoh masyarakat Muntok pada saat itu yaitu H. Nuh dan H. Yakub.

Alamat: 
Kp Tanjung
Tahun Berdiri: 
1883
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten: 
3 KM
Telp: 
081112345678
Fungsi: 
Tempat Ibadah
Pengelola: 
Marbot Masjid Jami'
Sumber: 
disparbudbabar

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh, Sungai Buluh, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung

Wisata Alam Bukit Telaga Tujuh memiliki ketinggian kurang lebih lima belas meter dari permukaan laut dengan luas sepuluh hektare, Wisata Alam ini merupakan potensi daya tarik wisata baru di Kab. Bangka Barat dalam kategori jenis wisata alam yang berjarak kurang lebih delapan kilometer dari pusat kota Kecamatan Jebus, jalur ke lokasi tersebut dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Alamat: 
Sungai Buluh, Kec. Jebus, Kab. Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten: 
8 kilometer dari pusat kota Kecamatan Jebus,
Telp: 
0853-5721-5558
Pengelola: 
Bapak Ruslan,
Sumber: 
disparbudbabar

Mangrove Tanjung Punai

Tanjungpunai yang berada di ujung Desa Belolaut Muntok Kabupaten Bangka Barat memiliki kekayaan alam yang cukup indah berupa tanaman Bakau atau mangrove di sepanjang pesisir pantai. Sebagai langkah awal warga setempat bergotong royong merintis membangun jembatan kayu sepanjang 100 meter. sebagai sarana pejalan kaki yang ingin menikmati keindahan mangrove di lokasi tersebut yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga setempat berharap ke depannya jembatan semakin panjang dan dilengkapi beberapa fasilitas.

dengan adanya objek wisata baru Mangrove ini di harapkan untuk kedepannya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan warga Tanjungpunai .

dan menambah daftar obyek Destinasi Wisata yang ada di Bangka barat selain wisata pantai wisata cagar budaya khususnya Wisata alam.

Tahun Berdiri: 
2020
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten: 
8 kilometer dari pusat kota Kecamatan Muntok
Fungsi: 
Wisata alam Hutan
Pengelola: 
warga Tanjung Punai Kelompok Tani Hutan Jaya Bersama (KTHJB)
Sumber: 
disparbudbabar

Sejarah, Cagar Budaya, dan Permuseuman

NOMOR NAMA DAYA TARIK WISATA ALAMAT TAHUN BERDIRI JARAK DARI IBUKOTA KABUPATEN FUNGSI PENGELOLA NOMOR TELEPON
1 Pesanggrahan Menumbing Muntok 1928 +  8 Km Rumah Peristirahatan Disparbud Kab. Bangka Barat 085384440396
2 Pesanggrahan BTW Muntok Muntok 1827
  + 3 km
Rumah  Disparbud Prov. Kep. Babel 085268766666
3 Museum Timah Indonesia Muntok 1915 + 3 km Museum PT. Timah Tbk 082179424273
4 Masjid Jami' Muntok 1883 + 1 km Masjid Disparbud Kab. Bangka Barat  
5 Kelenteng Kung Fuk Miaw Muntok 1800-an + 1 km Kelenteng Disparbud Kab. Bangka Barat  
6 Rumah Mayor Muntok 1834 + 1 km
  Rumah
Disparbud Kab. Bangka Barat  
7 Mercusuar Tanjung Kalian Muntok 1862 + 10 km Mercusuar Distrik Navigasi Kelas I Palembang  
8 Monumen Perang Dunia II Muntok 19 + 10 km Monumen Distrik Navigasi Kelas I Palembang  
9 Jembatan Inggris Muntok 1700-an   Jembatan    
10 Monumen PD II Pantai Radji Muntok 20   Monumen    
11 Benteng Sungai Buluh Jebus Abad 17 + 65 km Benteng Disparbud Kab. Bangka Barat  
12 Benteng Kota Tempilang Abad 17
  + 100 km
Benteng Disparbud Kab. Bangka Barat  

RM Ranah Minang

Pemasaran

11/11/2020 | Disparbud Babar

11/11/2020 | Disparbud Babar

11/11/2020 | Disparbud Babar

11/11/2020 | Disparbud Babar